Memburu Aurora Borealis di Ujung Utara Bumi Rusia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Cahaya kehijauan yang menari di atas cakrawala ujung utara bumi, memukau wisatawan dunia. Aurora Borealis atau disebut juga Northern Lights, kerap dikemas sebagai paket wisata di Alaska, Islandia, Norwegia, namun jarang yang mendengar Rusia.

    Padahal, paket wisata menyaksikan Aurora Borealis di Rusia tak kalah menarik. Wisatawan tak hanya diajak ke Kutub Utara, namun berwisata sejarah di beberapa kota Rusia yang monumental. Salah satunya, titik awal petualangan memburu cahaya utara itu, bermula di St Petersburg.

    St Petersburg merupakan ibu kota Kekaisaran Rusia pada abad 18. Kota ini sempat beberapa kali ganti nama, yakni Petrograd (1914-1924) dan Leningrad (1924-1991) untuk menghormati pendiri Uni Sovyet, Lenin. Kota yang dijuluki pusat budaya dan ilmu pengetahuan Rusia itu, dipenuhi bangunan-bangunan gaya Eropa yang elok. 

    St Petersburg berada di hulu Sungai Neva dan Teluk Finsky. Kota itu, dialiri 20 sungai besar dan kecil, dan ada puluhan dam, yang mengingatkan pada Kota Amsterdam. 

    Dari St Petersburg, perjalanan dilanjutkan dengan kereta malam ke Murmansk, "ibu kota" Kutub Utara. Di kota itu, wisatawan mempejari adat istiadat warga yang hidup di Semenanjung Kola. Murmansk merupakan kota yang dihimpit Laut Barents dan Laut Putih, dan berdekatan dengan Norwegia. 

    Penduduk setempat, terutama nelayan, merupakan penangkap ikan cod yang ulung. Mereka membuat ikan cod yang diasap dan dikeringkan berhari-hari dalam suhu di bawah nol derajat. Menghasilkan ikan kering terbaik. Sementara di pedalaman Teriberka -- sekitar dua jam perjalanan dari Murmansk -- wisatawan dapat melintasi tundra yang selalu tertutup salju, maupun taiga kawasan hutan di wilayah kutub yang selalu hijau.

    Wisatawan diajak lebih dekat dengan Suku Saami, dan belajar menggembala rusa kutub. Warga Saami, umumnya masih menjalankan tradisi kuno Rusia, mulai dari rumah, makanan, hingga pakaian hangat mereka. Saami, atau Lopari, adalah penduduk asli di wilayah Murmansk, serta Norwegia utara, Swedia, dan Finlandia. 

    Selain menikmati pemandangan Aurora Borealis, pengunjung bisa menjajal kereta anjing, Foto: @auroravillageca

    Dari pedalaman Teriberka, Aurora Borealis bisa terlihat. Sembari makan malam, dalam cuaca yang cerah, wisatawan bisa menyaksikan cahaya utara menari-nari di atas hutan pinus. 

    Teriberka adalah sebuah desa kecil di Semenanjung Kola yang terletak di tepi Laut Barents, bagian dari Samudra Arktik. Saat Anda menjelajahi desa, Anda mungkin mengenali beberapa adegan-adegan dari film  Leviathan. Beberapa adegan dalam film itu dibuat di Teriberka pada  2014.

    Meskipun sebagian besar Teriberka telah ditinggalkan warganya, namun pariwisata tetap membuat kota ini tak pernah sunyi. Saat berada di desa itu, wisatawan bisa mengunjungi kuburan kapal, tempat kerangka kapal kayu besar yang setengah tenggelam mulai membusuk. Pemandangan miris itu, bisa menjadi spot swafoto atau fotografi yang instagenik.

    Selanjutnya, wisatawan menggunakan mobil salju melaju di atas danabeku dan melintasi air terjun dengan latar belakang Samudra Arktik. Perjalanan di Teriberka ditutup dengan pelesiran ke Pantai Telur Naga (Dragon Egg Beach). Sesuai namanya, di pantai itu, wisatawan dapat menyaksikan bebatuan diselimuti salju berwarna putih, berbentuk telur.

    Jumlah bebatuan yang tak terhitung dan besar, membuat warga setempat menyebutnya sebagai Pantai Telur Naga. Selain pemandangan unik itu, Pantai Telur Naga kerap disinggahi paus dan orca. Tentu, jadi atraksi menarik bagi para turis.

    Perjalanan itu ditutup dengan makan sore di sebuah resto di Teriberka. Satu-satunya restoran di kota kecil itu. Pemandangan yang ditampilkan berupa. Samudra Arktik yang menakjubkan. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan menginap di Aurora Village, di sebuah kabin beratap kaca. Jadi, wisatawan, bisa menikmati Aurora Borealis hingga tertidur di atas ranjang hangat yang nyaman.

    Usai berburu Aurora Borealis, wisatawan diajak kembali ke Murmansk, menikmati kota yang pernah menjadi markas Armada Utara Uni Sovyet pada Perang Dunia II. Warisan militer ini hadir di seluruh kota, mulai dari museum hingga monumen militernya yang besar.

    Dragon Egg Beach berada di dekat Desa Teriberka, Murmansk. Pantai itu kerap disinggahi paus dan orca. Foto: Atlas Obscura

    Wisatawan diajak tur jalan kaki, mengunjungi tugu peringatan bagi para pelaut awak kapal selam. Lalu istirahat untuk makan siang di restoran yang menyediakan hidangan rusa kutub, ikan utara, dan beruang. 

    ATLAS OBSCURA | TRIPADVISOR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.