Cara Taman Safari Indonesia Bogor Menyusun Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberi makan dan merawat hewan di Royal Safari Garden, Cisarua, Kabupaten Bogor,  Jawa Barat, Kamis 16 April 2020. Taman Safari Indonesia Group tetap melakukan perawatan terhadap satwa untuk menjaga kesehatan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Petugas memberi makan dan merawat hewan di Royal Safari Garden, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 16 April 2020. Taman Safari Indonesia Group tetap melakukan perawatan terhadap satwa untuk menjaga kesehatan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau menyampaikan bagaimana merumuskan dan protokol kesehatan dan operasional sebelum kembali buka pada 15 Juni 2020. Tony mengatakan ketika pandemi Covid-19 merebak, dia bersama tim memantau kondisi sejumlah destinasi wisata di berbagai negara.

    Dari situ, dia mengambil kebijakan protokol kesehatan yang berlaku secara internasional dan panduan dari pemerintah. "Kami memadukannya kemudian menyusun protokol kesehatan yang dapat diterapkan di sini," kata Tony Sumampau dalam seminar daring Indonesia Care atau I Do Care, pada Jumat 4 September 2020.

    Beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan sebelum Taman Safari Indonesia kembali buka adalah memastikan kondisi kesehatan para pekerja, menjamin ketersediaan fasilitas, dan memiliki standar operasional dalam mencegah penyebaran Covid-19. "Sebab itu kami melakukan rapid test Covid-19 kepada 1.150 pekerja," katanya.

    Fasilitas dan simulasi operasional juga berlangsung sebelum Taman Safari Indonesia menerima kembali wisatawan. "Kami menyampaikan semua persiapan ke kantor gubernur kemudian disimulasi," kata dia. "Jadi aman buat pekerja, wisatawan, dan lingkungan."

    Petugas Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengambil limbah kotoran gajah untuk dibuat kertas daur ulang Safari Poo Paper di TSI, Cisarua, Bogor, Jum'at, 1 Maret 2019. ANTARA/Arif Firmansyah

    Hingga kini Taman Safari Indonesia Bogor hanya menerima 50 persen kunjungan dari kapasitas normal di masa sebelum pandemi Covid-19. Jumlah kunjungan terbanyak terjadi pada libur panjang di bulan Agustus 2020. Saat itu, menurut Tony, jumlah pengunjung Taman Safari Indonesia mencapai 6.400 orang atau 45 persen dari daya tampung maksimal.

    Jika ditinjau dari daya tampung kendaraan di Taman Safari Indonesia Bogor, menurut Tony Sumampau, jumlahnya juga belum melewati separuh dari kapasitas total. Daya tampung 3.500 kendaraan, sedangkan saat ini paling banyak 1.600 kendaraan. Jenis kendaraan yang datang pun masih menampung sedikit penumpang. Tony mengatakan belum ada bus besar yang masuk ke Taman Safari. "Semua masih minibus," ujarnya.

    Pengelola pun membatasi kapasitas di berbagai wahana dan atraksi Taman Safari Indonesia Bogor. Wisatawan yang masuk ke atraksi satwa misalnya, maka hanya 50 persen tempat duduk yang boleh terisi. "Kalau lebih dari itu, kami minta pengunjung masuk di atraksi berikutnya karena dalam satu hari ada kali pertunjukan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.