ITDC Siapkan Lahan Relokasi Warga, Pembangunan Sirkuit Mandalika Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kanan) didampingi Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan (kiri) menjelaskan progres pembangunan ''Street Circuit'' Mandalika kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga kiri) dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib (kedua kiri) saat kunjungan kerja Menteri Pariwisata di lokasi pembangunan sirkuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kanan) didampingi Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan (kiri) menjelaskan progres pembangunan ''Street Circuit'' Mandalika kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga kiri) dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib (kedua kiri) saat kunjungan kerja Menteri Pariwisata di lokasi pembangunan sirkuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan pembangunan sirkuit jalan raya MotoGP pertama di dunia, Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berlanjut. Sirkuit Mandalika membentang sepanjang 4,31 kilometer. Bila tak ada masalah, MotoGP di Mandalika akan berlangsung pada 2021.

    ITDC mulai membenahi permukiman penduduk di dalam kawasan bakal sirkuit motoGP. Area di sekitar sirkuit nantinya juga digunakan untuk kegiatan lain seperti triathlon, marathon, karnaval dan lainnya. Namun pembangunan area tersebut harus mempertimbangkan permukiman warga.

    Sebanyak 121 kepala keluarga (KK) yang rumahnya berada pada lahan seluas 2,5 hektar di dalam kawasan milik ITDC di Dusun Mertak, direlokasi ke tempat lain. Selain merelokasi, ITDC juga menyiapkan infrastruktur dasar sehingga layak dan siap digunakan oleh masyarakat yang direlokasi. Proses penyiapan infrastruktur dasar itu, diperkirakan selesai pada pertengahan September 2020.

    Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, warga yang direlokasi menempati lokasi yang direncanakan menjadi Jalan Khusus Kawasan (JKK). JKK merupakan jalan yang menghubungkan antar lokasi di dalam kawasan The Mandalika, namun bisa difungsikan juga untuk berbagai kegiatan antara lain event balap berskala internasional dan event lain seperti triathlon, marathon, karnaval, dan lainnya.

    Relokasi ini dilaksanakan atas persetujuan warga, "Mereka akan tinggal di hunian sementara, hingga hunian tetap bagi mereka telah tersedia dan layak huni,” kata Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan dalam keterangan persnya.

    Sebagai bagian dari program pengembangan The Mandalika, untuk relokasi tersebut, ITDC bekerja sama dengan Pemkab Lombok Tengah. Mereka menyiapkan hunian relokasi sementara bagi warga, yang tidak memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah di wilayah The Mandalika.

    Pada lokasi hunian sementara, masing-masing KK akan menempati kavling seluas lebih kurang 100 m2, untuk digunakan sebagai tempat tinggal.

    Berdasarkan SK Bupati Lombok Tengah tentang penerima bantuan stimulan dan relokasi warga terdampak, terdapat 121 KK yang akan direlokasi, terdiri dari 67 KK dari Dusun Ebunut dan 54 KK dari Dusun Ujung Lauk.

    Area lahan yang dipersiapkan untuk dihuni warga, yang permukimannya direlokasi untuk keperluan pembangunan Sirkuit Mandalika. Dok. ITDC

    Dari jumlah tersebut, saat ini tercatat sebanyak 85 KK telah pindah dari lokasi semula. Sementara 61 KK telah membuat kavling di HPL 94 dan 24 KK mempunyai rumah tinggal di tempat lain. Sisanya masih menempati lahan di sekitar JKK/Dusun Ujung dan Ebunut.

    Nantinya, seluruh warga yang direlokasi akan ditempatkan di relokasi permanen/hunian tetap seluas dua hektar di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Lombok Tengah, setelah lokasi tersebut siap.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.