Tiket MotoGP Mandalika Lombok Mulai Dijual

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP Team Suzuki Ecstar Andrea Iannone dan Alex Rins meluncurkan sepeda motor Suzuki GSX-R 150 dan GSX-S 150 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Februari 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    Pembalap MotoGP Team Suzuki Ecstar Andrea Iannone dan Alex Rins meluncurkan sepeda motor Suzuki GSX-R 150 dan GSX-S 150 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Februari 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Mataram - Kejuaraan balap MotoGP di sirkuit jalanan dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Lombok, bakal dihelat Maret 2021. Namun penjualan tiket secara online sudah bisa dilakukan mulai 20 November 2019 mendatang di Jakarta.

    Penjualan tiket ini dilakukan usai peresmian sirkuit MotoGP Mandalika Lombok. Untuk permulaan, tiket dijual 20 ribu lembar. Harganya terendah kurang dari Rp1 juta untuk kelas festival. Peresmian nantinya bakal dihadiri pembalap Suzuki Alex Rin.
     
    Direktur Konstruksi dan Operasioanl Indonesia Tourism Develompment Corporation (ITDC) Anak Agung Ngurah Wirawan mengemukakannya sewaktu presentasi dalam rapat kordinasi Pariwisata Daerah Nusa Tenggaara Barat, Rabu 9 Oktober 2019. ''Tiketnya dijual online secara digital menggunakan barcode,'' katanya.
     
    Menurutnya, sejak awal Oktober 2019 lalu ITDC sudah melakukan land clearing sirkuit. Konstruksi sirkuit jalanan ini dilakukan secara hati-hati agar tidak ada kekeliruan. Sebab, jika terjadi kekeliruan, memerlukan waktu setahun untuk melakukan pengulangan perbaikannya. ''Ini bukan membangun jalan biasa,'' ujar Ngurah Wirawan.
     
    Dikatakan bahwa sirkuit MotoGP di Mandalika ini adalah terindah di dunia karena berada di dalam kawasan wisata yang terdiri dari bukit dan pantai. Selain itu, para pelaku pariwisata di NTB juga diminta kesiapannya sebab ITDC tidak mampu menangani seluruh kebutuhan calon penonton penggemar balap MotoGP ini.
     
    ITDC hanya membangun 1,046 kamar di dalam kawasan Mandalika. Sedangkan penggemarnya yang datang diperkirakan mencapai 20 ribu orang. ''Di dalam Mandalika tidak cukup,'' ucapnya.
     
    Karenanya, ia meminta pelaku pariwisata lainnya mampu menyiapkan 10 ribu kamar hotel maupun homestay. Selain itu juga kendaraan transportasi lainnya di antaranya sepeda motor.
     
    Selain itu, juga diperlukan adanya perusahaan perjalanan yang siap menangani para penonton yang datang tersebut untuk jalan-jalan mengunjungi obyek wisata. Sebab, selain tiga hari kebutuhan menyaksikan kegiatan balap motor tersebut, mereka juga memerlukan mendatangi obyek wisata.
     
    ITDC menyiapkan 12 shelter dan tempat evakuasi jika dalam keadaan darurat seandainya terjadi bencana gempa bumi dan tsunami. Ngurah Wirawan mengatakan ITDC menjadikan Mandalika sebagai area wisata sport termasuk lari marathon.
     
    Indonesia pernah menjadi tuan rumah MotoGP pada pada 1997 di Sirkuit Sentul. Saat itu, Valentino Rossi meraih juara satu kelas 125 cc. Usai itu, Indonesia tak ernah lagi menjadi tuan rumah. Kini, Indonesia bersiap kembali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021, Untuk keperluan balap motor terbesar sejagat itu, Vinci Grand Project, BUMN asal Perancis mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster. 
     
    Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi
     
    Proyek cluster seluas 130 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika. Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) pertama di dunia yang dibangun dari tahap konsep, dengan standar Fédération Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?