Selain Turis AS, Berikut Pelancong yang Dilarang Masuk Uni Eropa

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pengunjung menikmati matahari saat berjemur setelah pelonggaran lockdown ketika pandemi COVID-19 di pantai St. Pete, Florida, 4 Mei 2020.  Protes luas terjadi di Amerika Serikat  yang menganggap penguncian wilayah melanggar hukum. REUTERS/Steve Nesius

    Puluhan pengunjung menikmati matahari saat berjemur setelah pelonggaran lockdown ketika pandemi COVID-19 di pantai St. Pete, Florida, 4 Mei 2020. Protes luas terjadi di Amerika Serikat yang menganggap penguncian wilayah melanggar hukum. REUTERS/Steve Nesius

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak segera jelas kapan turis Amerika dan juga dari negara-negara besar lainnya seperti Brasil, Rusia, dan India akan diperbolehkan kembali pelesiran ke Eropa.

    Uni Eropa (UE) mengumumkan pada hari Selasa, 30 Juni 2020 bahwa mereka akan membuka perbatasannya ke lebih dari selusin negara non-UE mulai 1 Juli. Namun pembukaan perbatasan itu tidak memasukkan Amerika Serikat (AS) yang sedang bergulat dengan wabah Covid-19. 

    Menurut The Associated Press, perjalanan yang tidak penting atau wisata dapat dilanjutkan dari Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

    Baca: Inilah Negara yang Asik Untuk Pelesir dengan Turis se-Tanah Air

    Selain itu, Uni Eropa menyetujui Cina dapat ditambahkan ke dalam daftar, namun dengan syarat negeri itu mengkonfirmasi warga Eropa juga dapat memasuki negara itu.

    Tidak segera jelas kapan turis Amerika dan juga dari negara-negara besar lainnya seperti Brasil, Rusia, dan India akan diizinkan kembali untuk masuk Uni Eropa.

    Pedoman baru datang beberapa minggu, setelah Uni Eropa merekomendasikan pencabutan pembatasan perbatasan internal pada 15 Juni untuk negara-negara di wilayah Schengen, yang terdiri dari kumpulan 26 negara yang biasanya tidak memiliki kontrol perbatasan di antara mereka.

    Sementara UE menetapkan 15 Juni sebagai tanggal awal untuk mencabut pembatasan, beberapa negara Eropa mulai melonggarkan perbatasan mereka sebelum itu. Italia, yang dulu merupakan pusat wabah di Eropa, menyambut turis Eropa kembali pada 3 Juni, setelah mulai menarik kembali pembatasan kuncian.

    Spanyol, di sisi lain, menunggu hingga 21 Juni untuk mencabut pembatasan perbatasan bagi negara-negara Uni Eropa.

    Inggris, yang tidak lagi menjadi bagian dari UE, juga telah menempatkan pembatasan pada orang yang datang ke negara itu. Inggris mengharuskan semua pelancong untuk karantina selama 14 hari kecuali mereka yang datang dari Irlandia, Kepulauan Channel, atau Isle of Man atau daerah berisiko rendah lainnya.

    Tindakan karantina tetap ada di Inggris, bahkan ketika negeri itu bersiap untuk membuka kembali pub, restoran, dan hotel.

    Awak media memakai masker wajah saat mengunjungi situs wisata bersejarah Colosseum yang dibuka kembali setelah berbulan-bulan ditutup, di Roma, Italia, 1 Juni 2020. Negara Italia kembali membuka sejumlah kegiatan bisnis dan wisata seusai dihantam krisis akibat virus corona. REUTERS/Yara Nardi

    Sementara itu, AS melarang perjalanan pulang dari Eropa bagi warga yang datang di benua biru pada Maret, dengan harapan mengurangi penyebaran COVID-19. AS telah menerapkan karantina wilayah atau lockdown, namun wabah juga belum reda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.