Wisatawan Ogah Liburan Jauh-jauh Saat Wabah Corona Reda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan di musim dingin. Sekelompok wisatawan di Pegunungan Alpen, Swiss. (pixabay.com)

    Ilustrasi liburan di musim dingin. Sekelompok wisatawan di Pegunungan Alpen, Swiss. (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah wabah corona mulai reda, minat dan perilaku masyarakat dalam berwisata berubah. Travel Intentions Pulse Survey atau TIPS merilis survei yang dilakukan oleh MMGY Travel Intelligence tentang perubahan kecenderungan perilaku berwisata masyarakat Amerika Serikat.

    Survei ini dilakukan dalam dua tahap mulai 27 Maret 2020. Respondennya sebanyak 1.200 warga Amerika Serkat yang telah melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis atau liburan dalam setahun ke belakang. Survei lanjutan atau tahap kedua dilakukan pada 4 April - 11 April 2020.

    Dari survei tahap pertama dan kedua menunjukkan kekhawatiran kalau pelancong amat menyadari pentingnya keselamatan saat bepergian. Ini lebih utama ketimbang diskon atau penawaran wisata yang menarik. Mengutip Travel Daily News, anak muda akan lebih dulu melakukan perjalanan lagi karena mereka selalu ingin bereksplorasi.

    Mengutip Travel Pulse, warga Amerika Serikat menyatakan tetap ingin berlibur setelah wabah corona reda. Hanya saja, mereka tak ingin travelling terlalu jauh, melankan liburan di destinasi wisata yang dekat dari rumah. Sekitar 36 persen orang Amerika Serikat berharap sudah bisa liburan dalam enam bulan ke depan.

    Ilustrasi Travelling

    Dari jajak pendapat itu, pelancong Amerika cenderung menginginkan perjalanan domestik sampai akhir tahun 2020. Adapun 57 persen menunjukkan bahwa mereka cenderung memesan perjalanan ke tujuan hanya di Amerika Serikat saja ketika wabah corona mereda. Sedangkan 43 persen berniat melakukan perjalanan dekat rumah.

    Mengenai jarak dari rumah ke tempat wisata dan metode bepergian, sebanyak 32 persen responden pelancong memilih travelling dengan kendaraan pribadi sampai 482 kilometer. Sekitar 19 persen bersedia mengemudi untuk jarak 804 kilometer.

    Sebanyak 68 persen warga Amerika Serikat merasa aman ketika bepergian dengan kendaraan pribadi. Mereka juga tetap ingin berwisata ke tempat-tempat terbuka, seperti taman atau pegunungan dengan jumlah 34 persen dan pantai 26 persen. Menurut survei itu, travelling dengan kapal pesiar adalah metode jalan-jalan yang paling dihindari.

    TRAVEL PULSE | TRAVEL DAILY NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.