Kemenkes: 67 ABK Diamond Princess Negatif Virus Corona, 2 Lagi?

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    Seorang petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan,  dari hasil pemeriksaan terhadap 69 warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) Kapal Pesiar Diamond Princess, 67 orang dinyatakan negatif virus corona atau COVID-19. 

    "Dari 69 spesimen, sudah ada 67 yang sudah jelas negatif," kata Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. 

    Yurianto yang merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, menuturkan pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut untuk dua specimen, "Dua spesimen masih akan kami periksa ulang," tutur Yurianto.

    Sebelumnya, 69 WNI tersebut telah menjalani masa karantina 14 hari di Kapal Pesiar Diamond Princess dan dinyatakan negatif virus corona, melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) di Jepang. Namun, otoritas kesehatan Indonesia akan kembali memeriksa ulang baik secara klinis dan laboratorium.

    Pemeriksaan untuk deteksi virus corona terhadap 69 WNI di Indonesia menggunakan dua metode berbeda, yaitu menggunakan PCR yang hanya membutuhkan waktu satu hari dan juga metode genom sequencing yang memakan waktu tiga hari. Namun pemeriksaan lebih detail sampai struktur genetik.

    Sebanyak 69 WNI ABK Kapal Pesiar World Dream itu menjalani karantina di Pulau Sebaru, sama dengan WNI yang dievakuasi dari Kapal Pesiar World Dream. Sementara, hasil pemeriksaan spesimen dari sebanyak 188 WNI ABK World Dream di Indonesia sudah selesai dan seluruhnya negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.