Ini Dia 5 Spot Walking Tour Seputar Tokyo

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki berjalan di persimpangan di distrik perbelanjaan Shibuya, yang disebut sebagai persimpangan Shibuya, di Tokyo, Jepang, 10 [Oktober 2018. REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    Pejalan kaki berjalan di persimpangan di distrik perbelanjaan Shibuya, yang disebut sebagai persimpangan Shibuya, di Tokyo, Jepang, 10 [Oktober 2018. REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Luas Tokyo mencapai 2.188 km2, dan itu tak mungkin dijelajahi dengan berjalan kaki. Kota itu juga merupakan kota terpadat di dunia, dengan 38 juta penghuni. Tokyo merupakan kota yang berdiri sejak 1869, dan merupakan pusat bisnis dan pemerintahan Jepang.

    Namun segala hiruk pikuk megapolitan Tokyo itu, terdapat spot-spot yang bisa dinikmati walking tour atau tur jalan kaki. Destinasi yang dilalui, menampilkan sisi lain Tokyo yang modern, menawarkan sejarah, kehidupan malam, budaya, dan religi. Berikut destinasi walking tour di Tokyo, berdasarkan rekomendasi TravelMag.

    Tur Arsitektur Tokyo

    Operator tur Viator menawarkan walking tour ini dengan biaya US$89 per orang. Sepanjang perjalanan, pramuwisata menceritakan tradisi arsitektur Jepang yang kaya. Perjalanan tiga jam berputar-putar di sekitar beberapa spot kota yang paling terkenal, termasuk Roppongi yang mewah dan ramai, dan surga fashionista Harajuku. Anda akan mengunjungi keajaiban arsitektur Jepang modern dan bersejarah, termasuk gedung pencakar langit yang tahan gempa, tempat suci kuno, dan perkembangan kota modern.

    Patung godzilla mengintip dari antara gedung tinggi, warga Jepang berharap dengan ditunjuknya godzilla sebagai duta wisata, akan meningkatkan pariwisata di Jepang. Tokyo, Jepang, 15 April 2015. Chris McGrath / Getty Images

    Wisata Kuliner Jalanan Shibuya

    Menjelajahi jalanan Shibuya selama tiga jam ini, wisatawan diajak berjalan kaki ke kedai-kedai makanan di pinggir jalan. Wisatawan diajak mencoba hidangan klasik lokal seperti sate sapi kobe, osaka takoyaki, hiroshima okonomiyaki, sushi, dan taiyaki.

    Tur ini ditawarkan Gety Our Guide seharga US$132 per orang. Para pramuwisata mengajak wisatawan mengunjungi bagian kota yang jauh dari jalur turis, termasuk toko makanan lokal yang kuno dan warung pinggir jalan. Anda juga akan bisa berhenti untuk berfoto di lintas jalan paling terkenal di dunia, Shibuya. Tur berakhir dengan melihat-lihat pasar makanan bawah tanah Shibuya Depachika.

    Pepohonan yang rindang berada di sekeliling Kuil Meiji Jingu yang berada di Shibuya, Tokyo. Tempo/Rita Nariswari

    Wisata Taman dan Sake

    Bertamasya ke taman dan mencicipi aneka ragam sake, ide menarik ini ditawarkan Viator dengan biaya US$68 per orang. Walking tour dimulai dari taman tradisional Jepang yang cantik, Kyu Shibe-rikyu. Lalu dilanjutkan dengan tur berjalan kaki menuju Meishu Center untuk mencicipi sake.

    Di Meishu Center, wisatawan bisa memilih sekitar 40 varietas minuman nasional beralkohol autentik Jepang. Akhirnya, Anda hanya bisa berharap bahwa seseorang tidak minum terlalu banyak, tur berakhir dengan pemandangan kota dari dek observatorium World Trade Center Tokyo.

    Jalan-Jalan Malam di Shinjuku

    Gety Our Guide menwarkan tur jalan malam-malam di Shinjuku dengan biaya US$58 per orang. Wisatawan diajak menikmati kehidupan malam yang bersemangat di Shinjuku dalam tur jalan kaki 2,5 jam.

    Ramen Ichiran No Pork Shinjuku. Foto: Nanien Yuniar/Antara 

    Perjalanan dimulau dari sisi barat Shinjuku lalu menuju ke sisi timur. Anda diajak menikmati kuliner malam khas Shinjuku. Diteruskan memantau Tokyo dari dek observasi. Lalu bertandang ke 'Izakaya' - pub gaya Jepang - di mana Anda dapat menikmati makanan ringan dan mencicipi minuman khas lokal lainnya. Dan Anda diajak ke spot paling legendaris Shinjuku, yang dijadikan latar film klasik Godzilla yang ditayangkan perdana pada 1954.

    Tur Kota Lama Tokyo

    Tokyo yang dibangun sejak akhir abad ke-19, peninggalannya masih bisa dijumpai di distrik Ningyocho dan Nihonbashi. Berkeliling kota tua ini, Anda butuh waktu sekitar 3 jam. Dan Viator menawarkannya dengan biaya US$53.

    Di dua distrik itu, wisatawan diajak ke toko-toko tua yang menjual alat musik dan bahan kaligrafi, atau toko dupa yang telah beroperasi sejak 1705. Tur ini juga mencakup sampel makanan tradisional seperti camilan pasta kacang dan dendeng ikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.