Ini Alasan Kuliner Indonesia Harus Giat Dipromosikan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue lapis legit merupakan pertemuan budaya kuliner Belanda -Indonesia, yang dibuat selapis demi selapis. Foto: The Lapis Place Singapore

    Kue lapis legit merupakan pertemuan budaya kuliner Belanda -Indonesia, yang dibuat selapis demi selapis. Foto: The Lapis Place Singapore

    TEMPO.CO, Jakarta - Keindahan alam bisa diberbagai belahan dunia, namun budaya -- yang salah satunya adalah kuliner -- menjadi pembeda setiap destinasi. Pasalnya, kuliner merupakan pengalaman personal yang membuat wisatawan ingin kembali. Kuliner Indonesia memiliki beragam rasa yang patut dipromosikan.

    Persoalan kuliner sebagai pemikat wisata Indonesia, diakui oleh Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat. Ia mengatakan salah satu upaya majukan pariwisata Indonesia di pasar global, yaitu dengan memperkuat kuliner khas daerah.

    Dengan keragaman suku dan budaya, Elly mengatakan kuliner Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk memajukan sektor pariwisata. Wisata kuliner memiliki segmen tersendiri. Elly memberi ilustrasi Thailand. Negeri gajah putih itu mampu mendulang devisa besar dari pariwisata, karena bertumbuhnya thai food.

    "Satu hal yang kita harus kuatkan itu kuliner. Thailand itu 20 tahun lalu, tak ada yang tahu Thai food. Namun pemerintahnya membantu untuk membangun restoran di Amerika, standarnya mereka perhatikan, kebersihannya, makanannya, tingkat keterangan ruangannya," ujar Elly.

    Ia lalu membandingkan dengan yang terjadi terhadap restoran Indonesia di Amerika Serikat, yang belum bisa menjadi duta wisata kuliner

    "Restoran Indonesia di Washington tutup karena dekorasinya enggak menarik. Dari dulu interiornya pakai kipas, atau peta Indonesia dari batik. Misalnya yang khas apa rendang, dibikin menarik penyajiannya. Ini akan jadi devisa terbesar juga tapi tergantung dari yang mengelolanya," lanjut Elly.

    Elly berkeyakinan jika nantinya industri pariwisata di Indonesia bisa disalip oleh Vietnam, sebab mereka sudah mulai menguatkan sektor kulinernya.

    Wisatawan membeli aneka makanan tradisional di Pasar Papringan Ngadiprono, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu 13 Januari 2019. Pasar Papringan Ngadiprono merupakan destinasi wisata alternatif dengan mengangkat konsep wisata budaya tradisonal, konservasi alam, kuliner dan pendidikan yang merupakan pelopor pasar sejenis di daerah lain. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    "Yang harus diwaspadai sekarang adalah Vietnam, mereka melalui kulinernya sangat maju. Di Singapura saja ada berapa puluh restoran Vietnam, di Amerika di tiap sudut ada. Kuliner itu bisa jadi duta yang luar biasa untuk memperkenalkan Indonesia," imbuh Elly.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.