Wisata Kuliner Tak Sekadar Soal Rasa

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paket lengkap sego tempong atau nasi tempong khas Banyuwangi. Foto: @isnasutanto

    Paket lengkap sego tempong atau nasi tempong khas Banyuwangi. Foto: @isnasutanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat melancong aktivitas wisata kuliner kerap dilakukan sebagai cara untuk mengenal destinasi. Wisata kuliner, kadang tak cuma makanan berat tapi juga kudapan, misalnya kue.

    Pendiri toko BEAU Bakery Talita Setyadi berbagi kiat dalam mengenal rasa autentik sebuah produk makanan terkait dengan destinasi, "Yang paling pasti mendalami ceritanya (makanan)," katanya saat ditemui TEMPO dalam acara Jakarta Culinary Feastival di Senayan City, Minggu, 6 Oktober 2019.

    Talita mencontohkan, misalnya membandingkan produk makanan dari sebuah merek baru. "Misalnya ada merek-merek baru, itu akan berbeda dengan yang sudah ada dari generasi ke generasi," ujarnya. "Nah keduanya itu harus dipelajari."
     
    Dengan cara seperti itu, bisa melihat sudut pandang yang berimbang. Sekaligus memunculkan sudut pandang baru dalam memahami asal-usul makanan atau cara pengolahannya. Talita menganggap bahwa tak cuma soal resep, tapi juga cara mengelola usaha kuliner.
     
    "Jadi juga memberikan rasa hormat. Bahan-bahannya itu seperti apa, tidak cuma asal-asalan," katanya. Dari hal itu maka orang bisa menikmati makanan secara utuh, bukan sekadar rasa.
     
    Menurut dia, saat ini semakin banyak kreasi makanan yang memadukan dua hal berbeda dari tampilan dan rasa. "Ada banyak bahan-bahan yang bisa dibuat menjadi makanan enak," ucapnya. BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?