Kebijakan Maskapai Penerbangan ke Penumpang Terkait Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memakai topeng saat mereka berjalan melewati mesin pemindai yang memantau suhu orang-orang setelah menyebarnya virus Corona di Cina, di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, 24 Januari 2020. Virus Corona berasal dari kota Wuhan di Hubei pada bulan Desember. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Penumpang memakai topeng saat mereka berjalan melewati mesin pemindai yang memantau suhu orang-orang setelah menyebarnya virus Corona di Cina, di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, 24 Januari 2020. Virus Corona berasal dari kota Wuhan di Hubei pada bulan Desember. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina telah menghentikan semua aktivitas wisata di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Layanan penerbangan, kereta, dan angkutan umum semua disetop karena pemerintah setempat fokus menghentikan wabah virus corona yang pertama kali ditemukan di sana.

    Hingga Senin, 27 Januari 2020 pukul 14.00 waktu Wuhan, Cina, tercatat sebanyak 2.823 orang terinfeksi virus corona. Adapun jumlah pasien yang meninggal karena coronavirus sebanyak 81 orang.

    Seluruh maskapai penerbangan pun otomatis menghentikan layanan dari dan ke Wuhan, Cina. Mengutip laman Independent, belum ada kejelasan kapan akses penerbangan dan transportasi umum di Wuhan akan pulih.

    Seiring dengan kebijakan pemerintah Wuhan yang menghentikan semua aktivitas penerbangan, sejumlah maskapai menerapkan kebijakan bagi penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket untuk pergi dan datang ke Wuhan. The New York Times melansir maskapai penerbangan Delta Airlines menyatakan tidak ada pengembalian uang yang akan dikeluarkan dan perjalanan yang telah dipesan bisa diubah jadwalnya sebelum 29 Februari 2020.

    Penumpang dapat membatalkan rencana perjalanan mereka dari dan ke Wuhan dengan imbal kredit perjalanan pada masa mendatang. Meski begitu, ada biaya selisih tarif dan biaya perubahan yang berlaku.

    Adapun American Airlines membolehkan pelancong menunda perjalanan mereka hingga satu tahun dari tanggal tiket tanpa biaya apapun. Tapi, mereka memberlakukan perbedaan tarif untuk tiket pengganti sesuai tujuan.

    United Airlines menambahkan Kota Chengdu, Beijing, dan Shanghai sebagai tempat pemesanan tiket tanpa biaya perubahan. Jika ingin mengubah perjalanan, lakukan sebelum 7 Februari 2020. Sebab, setelah tanggal itu maka penumpang dikenakan tarif berbeda.

    Air Canada memberikan pilihan untuk membatalkan rencana perjalanan dengan imbalan kredit pembelian tiket berikutnya. Sementara maskapai penerbangan Lufthansa memungkinkan rencana perjalanan yang diubah sebelum 30 September 2020.

    Penumpang maskapai penerbangan Emirates dapat meminta pengembalian uang jika mereka tidak ingin melakukan perjalanan ke Shanghai, Beijing, atau Guangzhou. Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan hingga 6 Februari 2020 atau perubahan tanggal perjalanan sampai 29 Februari 2020.

    Cathay Pacific, maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, dan Cathay Dragon, anak perusahaan regional, mengizinkan penumpang untuk memesan ulang penerbangan ke daratan Cina, selama penumpang bepergian sebelum 31 Maret 2020.

    China Southern Airlines mengoperasikan penerbangan langsung antara Bandara Kennedy, San Francisco, dan Wuhan. Sebelum layanan ditutup, penumpang bisa terhubung ke Wuhan melalui penerbangan kemitraan, seperti Cathay Pacific, Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines.

    THE NEW YORK TIMES | INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.