Dampak Virus Corona, 70 Persen Turis Cina Batal ke Lombok

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengambil gambar pemandangan dari Bukit Merese, Lombok Tengah, NTB, 4 Agustus 2019. Bukit Merese menjadi salah satu objek wisata andalan di kawasan Mandalika, yang dapat melihat keindahan pantai sekitar dari atas bukit. TEMPO/Fajar Januarta

    Wisatawan mengambil gambar pemandangan dari Bukit Merese, Lombok Tengah, NTB, 4 Agustus 2019. Bukit Merese menjadi salah satu objek wisata andalan di kawasan Mandalika, yang dapat melihat keindahan pantai sekitar dari atas bukit. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Mataram - Pulau Lombok memang mulai dilirik wisatawan asal Cina dalam beberapa tahun terakhir. Mereka datang langsung ke Lombok melalui maskapai penerbangan dari Kuala Lumpur. Tetapi sejak merebaknya virus corona dari Wuhan Cina, kedatangan turis Cina berkurang.

    Menurut pemilik Longmu Tour Allen Weng asal Zhejiang China, sudah banyak tamu yang melakukan penundaan kunjungan ke luar negeri. "Ada sekitar 70 persen yang cancel," katanya kepada TEMPO di Lombok, Ahad 26 Januari 2020 petang. Allen Weng adalah salah seorang pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Nusa Tenggara Barat (GIPI NTB).

    Katanya, warga Wuhan sendiri sudah tidak bisa keluar dari kotanya. Juga orang luar tidak bisa masuk ke kota itu. Selama ini, turis Cina yang datang ke Lombok berasal dari berbagai daerah. Dalam sehari, ada 100-an lebih warga Cina yang ke Lombok.

    Mengenai turis Cina dari Wuhan, Ketua GIPI NTB Awanadhi Aswinabawa menjelaskan bahwa kedatangan wisatawan Cina melalui Kuala Lumpur, Jakarta, Surabaya dan Bali. Namun turis yang datang tidak spesifik dari Wuhan. "Ada beberapa pintu masuk yang dilewati turis Cina," ujarnya.

    Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Nusa Tenggara Barat (ASITA NTB) Dewantoro Umbu Joka, mengingatkan perlunya kewaspadaan di setiap pintuk kedatangan di Lombok dan Sumbawa untuk mencegah menyebarnya virus Corona tersebut. "Ya di setiap pintuk kedatangan harus disiagakan pemeriksaan kesehatannya," ucapnya.

    Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi memberikan konfirmasi bahwa sejak 15 Januari 2020 lalu. telah disebarluaskan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketauhi asal-usulnya. 

    Nurhandini Eka Dewi menyebutkan bahwa di setiap pintu kedatangan sudah disiapkan thermo scan. "Sudah disiapkan sejak empat tahun lalu," katanya. Sebelum wabah virus corona merebak, setiap jamaah umroh diperiksa dengan alat tersebut. Sehingga bila ada pasien dari negara terduga dengan temperatur yang tinggi, langsung dikirim ke ruang isolasi yang ada di RSUD Provinsi NTB.

    Wisatawan asal Cina rata-rata 100 orang per hari yang berkunjung ke Lombok. TEMPO/Supriyantho Khafid 

    Untuk pelabuhan laut Kantor Kesehatan Pelabuhan yang menangani di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Pelabuhan Kayangan Lombok Timur, Pelabuhan Bangsal Pemenang Lombok Utara, Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat, Pelabuhan Bima di Kota Bima dan Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.