Mau Travelling ke Cina, Hindari Virus Corona dengan Cara Berikut

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona atau novel coronavirus (nCov) menjadi perhatian khusus di Wuhan, Cina, dan beberapa negara Asia lainnya. Sudah ada laporan virus tersebut telah menyerang individu di Jepang dan Korea.

    Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Hingga Selasa, 21 Januari 2020, tercatat ada 198 pasien yang terpapar virus corona di Wuhan, dan empat di antaranya meninggal. Otoritas kesehatan nasional dan lokal di Cina melaporkan 21 kasus virus corona di luar Wuhan, di antaranya di Beijing dan Shanghai.

    Kementerian Kesehatan menyatakan pemerintah sejauh ini tidak melarang warga Indonesia bepergian ke Cina. "Tidak ada travel ban, yang ada hanya travel advisory ke Cina," kata Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

    Jika Anda akan bepergian ke Cina dalam waktu dekat, berikut imbauan dari pemerintah.

    • Hindari datang ke pasar ikan dan unggas.

    • Hindari kontak dengan orang yang sedang demam dan batuk.

    • Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun.

    • Periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasa demam dan batuk.

    • Masuk ke negara melalui jalur resmi dan melalui alat pemindai demam atau thermal scanner.
      Jika suhu tubuh di atas 38 derajat celsius, maka orang tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut untuk mengidentifikasi virus corona. Jika positif, maka dia akan dikarantina.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.