Lama Ditunggu, Akhirnya Airbus Beluga XL Siap Layani Penumpang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat penerbangan perdana pesawat Airbus Beluga XL di Colomiers, Toulouse, Prancis, 19 Juli 2018. Airbus berencana membuat lima pesawat Beluga XL ke depannya. REUTERS/Regis Duvignau

    Pengunjung melihat penerbangan perdana pesawat Airbus Beluga XL di Colomiers, Toulouse, Prancis, 19 Juli 2018. Airbus berencana membuat lima pesawat Beluga XL ke depannya. REUTERS/Regis Duvignau

    TEMPO.CO, Jakarta - Beluga XL yang selama ini dikenal sebagai layanan pesawat kargo, mulai tahun ini dapat dimodifikasi menjadi pesawat penumpang sesuai pesanan.

    Pada 9 Januari 2020, pesawat ini diuji terbang terakhir untuk membuktikan siap dipesan oleh maskapai-maskapai yang berminat. Keputusan Airbus menerbangkan Beluga XL memang jadi perhatian. Pasalnya, saat pesawat komersial berukuran jumbo seperti Airbus A380 dan Boeing 747 mulai dipensiunkan, Beluga XL – satu dari enam unit yang diproduksi - bakal menjadi salah satu yang terbesar di langit.

    Beluga XL akan memainkan peran penting dalam membangun pesawat komersial raksasa dalam beberapa dekade mendatang. Untuk merakit Beluga XL di Toulouse, Prancis, Airbus mengerahkan pesawat kargo super-transporter untuk menerbangkan komponen dari Hamburg (Jerman) dan Tianjin (Cina).

    Beluga XL adalah penerus Beluga, atau Airbus A300-600ST, yang telah beroperasi sejak 1995. Desainnya diadaptasi dari pesawat A330, namun para insinyur Airbus menurunkan dek untuk penumpang dan mencangkokkan ruang kargo besar di punggung pesawat, untuk menciptakan bentuknya yang khas. Penampang Beluga XL pun bertambah mencapai 8 meter.

    Puluhan pengunjung mengambil gambar pesawat Airbus Beluga XL saat akan lepas landas dalam penerbangan pertamanya di Colomiers, Toulouse, Prancis, 19 Juli 2018. Pesawat Airbus Beluga XL akan melakukan uji coba selama 10 bulan untuk memastikan layak mengangkut penumpang. REUTERS/Regis Duvignau

    Bentuk bulat khas pesawat ini membuatnya mendapat julukan "paus terbang". Itu karena kemiripannya dengan mamalia berwarna putih yang tinggal di Kutub Utara, beluga. Tak seperti Beluga sebelumnya, Beluga XL memiliki raut muka bermata sipit dengan wajah tersenyum.

    Desain aneh dipilih oleh staf Airbus setelah jajak pendapat di mana 20.000 karyawan diberi enam opsi dan diminta untuk memilih favorit mereka. Hasilnya, 40 persen suara memilih tampang beluga seperti saat ini.

    "Kami dulu mengatakan bahwa di Toulouse atau di Hamburg, anak-anak mengenali Beluga," Ujar Kepala Program Beluga XL, Bertrand George, kepada CNN Travel pada 2019 lalu. "Anak-anak itu menyukai pesawat yang sangat istimewa ini."

    Lalu bagaimana menerbangkan raksasa langit itu? Kata George, meskipun penampilan pesawatnya tidak biasa, para pilot yang ingin mengendalikannya harus memiliki kualifikasi menerbangkan A330, "Setelah mendapatkan kualifikasi Delta, mereka baru diperkenankan untuk menerbangkan Beluga XL," ujar George

    Beluga XL ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce Trent 700, yang juga digunakan pada A330. Airbus memproduksi sayapnya di sebuah pabrik besar di Bandara Hawarden, Inggris.

    Pesawat angkut khusus Airbus Beluga XL tiba untuk pertama kali di pabrik perakitan di Broughton, dekat Chester, Inggris, 14 Februari 2019. Dengan badan yang super besar, Airbus Beluga XL dimodifikasi untuk mengangkut bagian-bagian perlengkapan pesawat terbang dan kargo yang kelebihan beban. REUTERS/Peter Powell

    Fasilitas ini telah mengalami modifikasi khusus untuk Beluga XL, seperti membuat dua set pintu untuk Stasiun Beluga Line - satu agar sesuai dengan Beluga dan satu lagi agar sesuai dengan Beluga XL.

    Airbus juga membangun pagar penghalang exhaust atau knalpot berenergi tinggi dan memasang bantalan belokan baru - diperlukan ketika Beluga XL berputar di landasan pacu Hawarden yang relatif pendek sekitar 1.600 meter.

    Catatan redaksi: Artikel ini diperbaiki pada alinea pertama untuk menegaskan, bahwa Beluga XL yang selama ini dikenal sebagai pesawat kargo, mulai menerima pesanan pesawat penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.