Meteora, Biara yang Bertengger di Atas Tebing

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biara Varlaam. Foto: Vaggelis Vlahos

    Biara Varlaam. Foto: Vaggelis Vlahos

    TEMPO.CO, Jakarta - Para biarawan Gereja Ortodoks selalu memiliki cara beradaptasi dengan tekanan kekuasaan. Bukan hanya dalam hal politis, namun juga menyembunyikan pusat kegiatan mereka dari gangguan penguasa.

    Para biarawan selalu memiliki kemampuan untuk memilih lokasi yang spektakuler untuk bangunan suci, dan Meteora tidak terkecuali. Bahkan jika itu bukan lokasi kompleks biara paling penting kedua di Yunani, Meteora masih akan menjadi situs yang patut dikagumi.

    Meteora berada di kaki pegunungan Pindus, di atas dataran Yunani tengah, Thessaly. Ada serangkaian keajaiban geologis di sana. Tebing-tebing seperti menonjol dari tanah. Nama Meteora berarti "melayang di udara" atau "batu melayang". Angin, air, dan suhu yang keras telah mengukir serangkaian batu menjadi pilar pasir raksasa, beberapa di antaranya setinggi ratusan meter.

    Salah satu biara di tebing Meteora. Foto: Agios Ikolaos Apfsa/Wikipedia

    Biarawan yang menyepi di lokasi ini, pertama muncul pada awal abad ke-11, namun kompleks biara baru mulai berkembang setelah penaklukan Ottoman atas kekaisaran Bizantium pada tahun 1453. Karena khawatir terhadap represi Kerajaan Ottoman, biarawan Gereja Ortodoks mencari perlindungan di lokasi yang semakin terpencil. Meteora menjadi pilihan yang pas.

    Di atas tebing itu, para biarawan membangun kompleks gereja. Untuk mendapatkan akses ke biara, para biarawan harus memanjat serangkaian tangga yang diikat bersama atau diseret melalui jaring besar. Menurut para biarawan tali ke Meteora hanya diganti "ketika Tuhan membiarkan tali-tali itu putus."

    Namun, saat ini, pengunjung tak perlu lagi merayap pada dinding tebing dengan tali. Pemerintah Yunani telah memahat batu jadi anak tangga menuju kompleks biara. Lalu dibangun pula jembatan dari dataran tinggi di dekatnya. Pada puncaknya kompleks ini mencakup 20 biara, namun hanya enam di antaranya yang tersisa hari ini; lima hanya untuk pria, dan keenam untuk wanita.

    Biara Great Meteora atau Roussanou adalah yang terbesar dan paling sering dikunjungi oleh wisatawan. Bangunan itu terletak di atas batu yang relatif lebih kecil, dan ini membuatnya menjadi tempat yang sangat baik untuk foto-foto spektakuler Biara Varlaam dan Gereja Metamorfosis.

    Biara Rousanau yang paling mudah dijangkau oleh wisatawan. Foto: Vaggelis Vlahos

    Untuk mengunjunginya, pengunjung harus pakai baju yang sopan. Wanita diharuskan memakai rok di bawah lutut, sementara para pria harus mengenakan celana panjang. Jam buka keenam biara itu berbeda-beda, wisatawan tak bisa menikmati kunjungan ke seluruh gedung dalam sekali datang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.