12 Gereja Tertua yang Mewarnai Sejarah Indonesia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Selain menyediakan tempat parkir, otoritas gereja juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. Selain menyediakan tempat parkir, otoritas gereja juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak abad ke-7 agama Kristen menyebar di Nusantara, melalui Gereja Assiria (Gereja Timur). Penginjil dari salah satu Gereja Kekristenan tertua – yang berpusat di Parthia (Perbatasan Irak dan Iran di bagian timur) – membangun Gereja Pancur di Deli Serdang dan Barus, Tapanuli Tengah pada tahun 645.

    Lalu disusul misi Katolik Roma, yang pertama tiba pada tahun 1511 di tanah Aceh, dari Ordo Karmel, dan 1534 di kepulauan Maluku bersama kapal-kapal Portugis yang memiliki misi penjelajahan samudera.

    Sejarah panjang agama Kristen di Indonesia, mewarnai pula kehidupan bangsa Indonesia. Di antara penganut Kristen yang saleh itu, terdapat nama-nama yang membantu kemerdekaan Indonesia, semisal Robert Wolter Monginsidi, Sam Ratulangi, Agustinus Adisoetjipto, Yos Sudarso, dan masih banyak nama lagi.

    Berikut gereja-gereja bersejarah yang juga berarsitektur indah di berbagai kota di Indonesia, yang dinukil dari Tokopedia.com.

    Gereja Katedral, Jakarta

    Gereja Katedral Jakarta bernama resmi Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neogotik dari Eropa. Pada tahun 1890, gereja ini pernah roboh dan dibangun kembali.

    Umat Katolik mengikuti jalannya Misa Kamis Putih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Peringatan ini akan dilanjutkan dengan Jumat Agung pada esok hari. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Pro-vikaris, Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Jakarta. 

    Gereja Katedral Santo Petrus, Bandung

    Dikenal juga dengan nama Gereja Katedral Bandung, dirancang oleh Charles Proper Wolff Schoemaker dengan gaya arsitektur neogotik akhir. Dilihat dari atas, bentuknya menyerupai salib yang simetris. Katedral Santo Petrus mempunyai luas tanah sebesar 2.385 m2 dan luas bangunan sebesar 785 m2.

    Pada 16 Juni 1895, gereja ini dinamai St. Franciscus Regis. Namun seiring berkembangnya kota Bandung yang pada 1906 berstatus gemeente (setingkat kotamadya), Gereja St. Franciscus Regis dipugar sepanjang tahun 1921. Katedral ini lalu diberkati pada 19 Februari 1922 oleh Mgr. Edmundus Luypen, S.J.

    Pelajar dengan latar belakang agama berbeda menyimak penjelasan pastor katedral Santo Petrus di Bandung, Jawa Barat, saat wisata rumah ibadah, 5 Agustus 2017. Wisata ini bertujuan menyelami identitas bangsa Indonesia yang sejak lama terdiri dari beragam latar agama dan keyakinan. TEMPO/Prima Mulia

    Gereja Sion, Jakarta

    Berlokasi di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya, Gereja Sion merupakan Gereja Portugis yang juga dikenal dengan nama Portugeesche Buitenkerk. Gereja dengan gaya arsitektur klasik yang megah ini selesai dibangun pada 1695 selama dua tahun.

    Lalu gereja itu dibangun kembali oleh pemerintah Belanda. Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Sion dilaksanakan pada 1693, oleh Pieter van Hoorn pada 19 Oktober 1693. Peresmian gereja ini dilakukan pada 23 Oktober 1695 oleh Pendeta Theodorus Zas. Kisah pemberkatan dan pembangunan ini masih tertulis rapi pada dinding gereja hingga saat ini dalam bahasa Belanda.

    Gereja Sion merupakan Gereja Portugis yang juga dikenal dengan nama Portugeesche Buitenkerk. Foto: @gustaafadrianus

    Sebagai gereja tertua di Jakarta yang masih berfungsi sebagai gereja hingga saat ini, Gereja Sion sempat dipugar pada 1920 dan 1978. 

    Gereja Fidelis Sejiram, Seberuang, Kalimantan Barat

    Misi gereja juga masuk hingga ke pedalaman Kalimantan. Salah satu gereja tertua di Indonesia, ini berada di desa kecil pinggiran Sungai Seberuang, tepatnya di Desa Sejiram di Kalimantan Barat. Dibangun pada 1892, menjadikan Gereja Fidelis Sejiram ini sebagai gereja tertua di Kalimantan Barat. Nilai sejarah dan kontribusi perkembangan gereja ini membuatnya menjadi bangunan sejarah yang dilindungi pemerintah.

    Berawal dari diutusnya Pastur Looymans untuk menyebar ajaran Katolik bagi masyarakat Dayak, dimulailah penyebaran ajaran Katolik di Kalimantan. Awalnya pada 1982, dibantu masyarakat Dayak lokal, Pastur Looymans membangun pondok sebelum berkembang menjadi sebuah gereja, sekolah, dan juga asrama untuk para siswa. Dalam menjalankan misi ini, Pastur Looymans dibantu Pastur Mulder.

    Salah satu ciri khas dari gereja ini adalah patung ayam yang bertengger pada bagian atas yang dipasang semasa pemerintahan kolonial Belanda.

    Gereja Santa Maria de Fatima, Jakarta

    Gereja Santa Maria de Fatima, Jakarta, berlokasi di kawasan pecinan Glodok, Jakarta Barat itu. Keunikan gereja ini, karena arsitekturnya mirip dengan kuil ataupun klenteng. Gereja ini dibangun oleh seorang kapitan keturunan Tionghoa bermarga Tjioe pada 1954, yang mengadopsi gaya arsitektur khas Tionghoa yang menyerupai kelenteng. Karena nilai sejarah dan juga arsitekturnya, bangunan gereja Santa Maria de Fatima ini ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya.

    Gereja blenduk lanskap Kota Tua Semarang. Foto: @agung_set

    Gereja Blenduk, Semarang

    Gereja Blenduk disebut pula GPIB Immanuel. Gereja itu dibangun warga Belanda yang tinggal di Semarang pada 1753. Nama Blenduk merupakan pemberian nama dari warga Semarang, yang merujuk kubah gereja, yang berbentuk setengah lingkaran atau blenduk.

    Gereja Blenduk memiliki kubahnya besar berlapis perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini sempat direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Hingga saat ini gereja Blenduk masih beroperasi sebagai gereja.

    Candi Hati Kudus Yesus, Yogyakarta

    Boleh dikata gereja bernama Candi Hati Kudus Yesus ini merupakan simbol akulturasi kebudayaan Jawa Hindu dan ajaran Kristen. Sekilas, gereja ini mirip dengan candi-candi Hindu, bahkan penggambaran Yesus di gereja ini, dekat dengan penggambaran keanggunan raja Jawa. Gereja dengan arsitektur yang indah ini, didirikan pada 1930 oleh keluarga Schutzer, keluarga Belanda yang tinggal di Yogyakarta.

    Candi Hati Kudus Yesus. Foto: @helenarista

    Gereja Ayam, Jakarta

    Gereja ayam adalah salah satu gereja tua yang ikonik di Jakarta. Disebut Gereja Ayam disebabkan penunjuk arah mata angin yang berada di atap gereja berbentuk ayam. Gereja Ayam dibangun antara 1913 – 1915 oleh Ed Cuypers dan Hulswit di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Keduanya, membangun Gereja Ayam dengan perpaduan arsitektur Italia dan Portugis.

    Gereja Immanuel, Jakarta

    Gereja tertua di Indonesia lainnya adalah Gereja Immanuel, yang berlokasi di seberang Stasium Gambir. Gereja Immanuel dibangun selama empat tahun dimulai sejak 1845. Selain berarsitektur indah, gereja umat Protestan itu memiliki arsitektur yang indah. Dengan kubah raksasa, gedung ini diperkokoh dengan pilar-pilar raksasa yang megah.

    Katedral Bogor, Bogor

    Cikal bakal Gereja Katedral Bogor atau Gereja Katedral Santa Perawan Maria, dimulai pada 1881, saat  Mgr. AC. Claessens membeli sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas (sekarang meliputi kompleks Gereja, Pastoran, Seminari, Sekolah, dan Bruderan Budi Mulia). Semula tempat itu digunakan sebagai tempat peristirahatan dan Misa Kudus para tamu dari Jakarta.

    Pada tahun 1886 MYD. Claessen memulai karya pastoralnya untuk mendirikan Panti Asuhan untuk anak-anak. Saat itu bangunan rumah Panti Asuhan tersebut baru bisa menampung 6 orang anak. Usaha pastoral itu kemudian di kembangkan hingga menjadi Yayasan Vincentius pada tahun 1887, sehingga pada tahun 1888 mendapat pengakuan dari Pemerintah Hindia Belanda.

    Pada tahun 1889 Pemerintah Hindia Belanda secara resmi mengakui dan menyatakan bahwa Bogor menjadi Stasi misi tetap Batavia. Tahun 1896 (setahun setelah Mgr. AC. Claessen meninggal), MYD. Claessens mulai membangun sebuah gedung Gereja yang megah di atas tanah yang didiaminya. Gereja itu yang hingga sekarang kita kenal dengan Gereja Katedral.

    Gereja Immanuel di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir. TEMPO/Subekti

    Gereja Merah, Kediri

    Bergaya arsitektur Gotik, gereja bernama asli GPIB Imannuel ini didirikan pada 1904 dengan warna putih gading sebelum dicat menjadi merah pada 2005. Seketika gereja ini jadi lebih dikenal karena warnanya yang merah sebagai Gereja Merah. Gereja di kota Kediri ini juga masih menyumpan injil berbahasa Belanda yang dibuat pada 1867.

    Gereja Kepanjen, Surabaya

    Gereja tertua selanjutnya berada di Kota Pahlawan Surabaya. Gereja yang didirikan pada 1815 ini memiliki nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, namun dikenal juga dengan nama Gereja Kepanjen. Eksterior Gereja Kepanjen bergaya gotik dengan interior berupa dinding bata merah yang terekspos. Gereja ini kian indah dengan hiasan kaca patri yang berada di dalam gereja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.