5 Desa Wisata Pilihan untuk Liburan Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tujuh bangunan rumah desa adat Waerebo yang disebut Mbaru Niang, 28 April 2017. Desa adat Waerebo berada di lembah yang diapit beberapa punggungan, membuat wisatawan untuk mencapai desa itu harus mendaki membelah hutan sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam. ANTARA FOTO

    Tujuh bangunan rumah desa adat Waerebo yang disebut Mbaru Niang, 28 April 2017. Desa adat Waerebo berada di lembah yang diapit beberapa punggungan, membuat wisatawan untuk mencapai desa itu harus mendaki membelah hutan sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Mau pergi ke mana saat liburan akhir tahun nanti? Sebaiknya siapkan agenda libur akhir tahunmu dari sekarang untuk memastikan segala akomodasi bisa terpenuhi. Pilih bepergian naik kereta, pesawat, atau bus, tentu harus pesan tiket dulu.

    Pikirkan juga di mana tempat menginap, wisata kuliner, dan aktivitas menarik selama liburan akhir tahun. Jika Anda ingin mengisi libur dengan berkunjung ke desa wisata, layanan jaringan penginapan budget online RedDoorz punya beberapa pilihan menarik.

    Berikut lima desa wisata rekomendasi RedDoorz:

    1. Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta
      Seniman Yogyakarta Sapto Hudoyo adalah sosok yang membantu perkembangan Desa Wisata Kasongan. Masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi kerajinan gerabah. Hasil kerajinan itu telah menembus pasar Eropa dan Amerika. Kawasan Desa Kasongan ini bisa dijadikan wisata edukasi untuk membuat gerabah.

      Pengrajin gerabah di Kasongan, Yogyakarta. TEMPO/Arie Basuki

    2. Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara
      Desa Mentawir dikenal dengan potensi wisata Teluk Balikpapan serta hutan bakau. Kawasan perairan dekat Desa Mentawir menjadi habitat satwa Pesut Etam atau Pesut Mahakam. Bila ingin mengunjungi Desa Mentawir waktu tempuhnya dua jam dari Balikpapan. Warga Desa Mentawir juga sedang mengembangkan industri kreatif untuk pembuatan sirup berbahan buah pidada.

    3. Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur
      Desa Pujon Kidul mengandalkan potensi wisata dengan kegiatan memetik sayur, pengolahan susu sapi, outbond, dan main di air terjun. Desa Pujon Kidul dikelilingi perbukitan, udaranya sejuk, ditambah hamparan sawah yang cocok buat foto-foto.

      Wisata Desa Pujon Kidul Malang mampu memadukan sanitasi dan pariwisata. TEMPO/Eko Widianto

    4. Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah
      Desa Ponggok berada di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok dikembangkan menjadi destinasi wisata air karena memiliki banyak mata air, yakni Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro. Nikmati kesegaran air langsung dari sumber mata airnya ditunjang dengan suasana pedesaan yang asri.

      Kawasan Wisata Air Umbul Ponggok di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Tempo/Lestantya R Baskoro

    5. Desa Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur
      Wae Rebo adalah desa wisata yang berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Cukup sulit untuk sampai di desa ini karena harus mendaki hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Kelelahan selama perjalanan akan berbalas dengan indahnya perbukitan, selimut kabut, dan rumah penduduk yang begitu unik. Desa Wae Rebo dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2012.

      Wisatawan tiba di desa adat Waerebo untuk mengikuti upacara adat, 28 April 2017. ANTARA FOTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.