Destinasi Wisata Belanja Busana Ikonik di Bandung

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahana outbound Next Level di pusat perbelanjaan Paris van Java, Bandung. instagram.com

    Wahana outbound Next Level di pusat perbelanjaan Paris van Java, Bandung. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas Bandung sebagai destinasi wisata belanja tersiar hingga negeri jiran. Warga Malaysia dan Singapura mengunjungi Bandung di akhir pekan untuk berbelanja. Selain itu, Bandung merupakan pusat tekstil dan busana, yang membuatnya berjuluk kota mode. 

    Dari ragam tempat wisata belanja busana, masing-masing destinasi menawarkan berbagai pengalaman berbeda. Tak hanya dari produknya, tapi juga suasana di berbagai tempat perbelanjaan. Mengutip agen perjalanan online tiket.com, berikut enam wisata belanja di Bandung.

    Jalan Cihampelas

    Bila ingin mencari banyak pilihan pakaian bisa berkunjung ke Jalan Cihampelas, Bandung. Cihampelas telah menjadi ikon wisata belanja busana sejak 1980-an. Aktivitas berjualan terdapat di sepanjang jalan sepanjang sekira 5 kilometer.

    Ada berbagai pilihan baju, celana, sepatu, serta berbagai aksesori. Cara menarik minat beberapa toko menawarkan eksterior juga unik, di antaranya Tarzan, Superman, atau Batman. Berjalan kaki sangat disarankan bila berbelanja di Jalan Cihampelas, agar lebih santai saat ingin berpindah-pindah tempat dan memilih barang. Karena, kawasan ini termasuk ramai didatangi pengunjung.

    Pasar Kain Cigondewah

    Sesuai namanya, pasar ini menawarkan berbagai pilihan kain, termasuk kiloan. Kawasan ini menarik untuk mencari bahan pembuatan pakaian dengan berbagai motif. Persisnya, lokasi Pasar Kain Cigondewah berada di Jalan Cigondewah Kidul Blok T 8,9, Bandung. Karena semakin dikenal, pedagang kain di pasar ini pun semakin banyak. Banyak pula pengunjung yang datang dari luar Bandung untuk belanja kain. Pasar Kain Cigondewah menawarkan beragam harga, tergantung jenis dan ketebalan kain. Selain kain dari produsen lokal, ada pula yang impor.

    Pasar Baru Trade Center

    Pasar Baru Trade Center ini merupakan tempat belanja serba ada. Pengunjung bisa mencari pakaian, sepatu, aksesori, barang elektronik, gadget, sembako dan makanan. Pasar Baru Trade Center ini terdiri atas 8 lantai. Adapun lantai 1 sampai lantai 7 merupakan area belanja. Sedangkan lantai 8 adalah area pusat makanan (food court) dan tempat main anak-anak. Jalan Otto Iskandar Dinata Blok NG13 Nomor 45, Andir, Bandung.

    Warga dan wisatawan menaiki tangga Teras Cihampelas atau Cihampelas Skywalk di pusat penjualan busana Jalan Cihampelas, Bandung, 5 Februari 2017. Diharapkan keberadaan Skywalk ini dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kunjungan wisatawan. TEMPO/Prima Mulia

    Sentra Rajut

    Kawasan perbelanjaan ini adalah tempatnya kain rajut. Pasar Sentra Rajut ini berada di Jalan Binong Jati Nomor 17, Bandung. Tempat ini dikenal juga sebagai Rajut Binong Jati. Berbagai produk rajut di tempat ini rata-rata dianggap memiliki kualitas yang bagus. Semua produk rajut bisa ditemukan di pasar ini di antanya sweater, cardigan, hingga kaos oblong. Kabarnya beberapa produk rajut di tempat perbelanjaan ini menembus pasar luar negeri, di antaranya Singapura dan Nigeria.

    Pasar Gedebage

    Bagi penggemar pakaian vintage bisa berkunjung ke Pasar Gedebage di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Ada pakaian-pakaian bekas yang masih terjaga kualitasnya. Bila mampu menawar, tak jarang mendapatkan pakaian vintage dengan harga yang murah. Namun kiat berbelanja di pasar ini perlu teliti saat memilih barang bekas.

    Pasar Cibaduyut

    Pasar Cibaduyut terkenal bagi penggemar produk lokal, yakni tas dan sepatu yang menggunakan bahan kulit. Berbagai model sepatu dan tas yang dijual di pasar ini terus menyesuaikan tren kekinian. Saat berbelanja lebih nyaman sambil berjalan kaki berkeliling mengamati berbagai produk yang diinginkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?