Eloknya Kirab Prajurit Keraton Yogya, Bikin Kraton Lain Tunduk

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Keraton bersiap untuk kirab. Brigade pasukan keraton disebut pula sebagai Bregada. Foto: @soedarman_husaeni

    Pasukan Keraton bersiap untuk kirab. Brigade pasukan keraton disebut pula sebagai Bregada. Foto: @soedarman_husaeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan elok kirab prajurit keraton, membuat Keraton Yogyakarta meraih juara umum dalam Festival Keraton Nusantara XII 2019 yang dihelat di Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada 7-11 September 2019 lalu.

    Lantas apa yang membuat kontingen Yogyakarta dapat menjuarai festival yang diikuti 30 keraton se-nusantara itu? Pada ajang tahun ini, Keraton Yogyakarta mengusung tema keprajuritan.

    Salah satu sesi yang diperlombakan berupa  Kirab Prajurit Keraton Nusantara yang digelar pada Senin (9/9). Pada sesi itu, Keraton Yogyakarta menurunkan pasukan Bregada Trunajaya-nya.

    "Bregada Trunajaya ini merupakan suatu kesatuan prajurit yang sudah dibentuk sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I," ujar
    Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Kridhomardowo (divisi kesenian dan pertunjukan) Keraton Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.

    Kesatuan prajurit Trunajaya ini terdiri dari berbagai gugus dengan fungsi masing masing sesuai sub-kelompoknya. Meliputi satu kelompok Panji Parentah, dua kelompok Dwajadara, satu Pengamping, dan satu kelompok Panji Andhahan. Ada juga 20 Korps Musik, dua Botoh, 16 Jajar, dua Salaotho, dan 16 Ploncon.

    Pasukan ini yang memukau warga saat melakukan kirab dimulai dari Lapangan Gaspa dengan titik akhir di Lapangan Pancasila, dalam festival yang dibuka Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah itu.

    Selain berbaris, Bregada Prajurit Keraton juga melakukan beberapa tarian. Foto: @soedarman_husaeni

    Notonegoro selaku pemimpin rombongan keraton Yogya mengatakan dipilihnya Keraton Yogya sebagai juara umum festival ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kontingen keraton sekaligus bagi Yogyakarta.

    "Di sisi lain, kemenangan keraton sebagai juara umum menunjukkan bahwa kebudayaan yang terdapat di Keraton Yogyakarta masih terus lestari hingga saat ini, salah satunya tradisi keprajuritan," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?