4 Tips Anggaran Liburan Hemat dan Asyik di Skandinavia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    TEMPO.CO, London - Negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Finlandia, Denmark dan Swedia selalu menjadi tujuan wisata favorit bagi pelancong untuk menghabiskan liburan musim panas. Data World Happiness Report 2019 menunjukkan, tiga negara pertama masuk jajaran tiga besar negara terbahagia dari 156 negara yang disurvei. Adapun Swedia berada di posisi ketujuh yang penduduknya paling bahagia sedunia.

    Secara pendapatan per kapita, negara Skandinavia juga masuk ke dalam 20 besar dunia. Pendapatan per kapita Norwegia misalnya mencapai USD 85 ribu atau Rp 1,2 miliar per tahun. Sementara, Swedia yang berada di posisi paling buncit di antara empat negara tersebut memiliki pendapatan per kapita sebesar USD 62.652 atau Rp 875 juta rupiah per tahun.

    Persoalannya, liburan ke Skandinavia juga tidak bisa dikatakan murah. Penerbangan dari Jakarta - Oslo - Jakarta misalnya saat musim liburan berkisar Rp 20 juta. Adapun rute termurah di antara keempat negara ini adalah melalui Copenhagen. Tiket ke Jakarta - Copenhagen - Jakarta seharga Rp 15 juta.

    The Royal Palace. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    Harga ini bisa jadi lebih murah ketika kita memesan jauh-jauh hari atau mendapatkan harga promosi dari maskapai tertentu. Yang mesti diingat, harga ini belum termasuk biaya pembuatan visa Schengen dan tranportasi lokal dari satu kota ke kota lain di kawasan negara tersebut.

    Pada pertengahan Juli 2019, saya berkunjung ke empat kota di tiga negara di Skandinavia yaitu Oslo di Norwegia, Gothenburg dan Malm di Swedia dan Copenhagen di Denmark. Saya berangkat dari London menuju Oslo dan pulang ke London dari Copenhagen.

    Berdasarkan pengalaman di empat kota tersebut, saya berkesimpulan bahwa liburan di Skandinavia memang bisa dikategorikan mahal. Namun, besarnya anggaran yang mesti dikeluarkan bisa disiasati dengan beragam cara. Berikut ini beberapa tips untuk menekan pengeluaran selama berlibur di Skandinavia.

    1. Tentukan Destinasi
    Menentukan lokasi kota tujuan penting untuk menghitung alokasi anggaran. Semakin banyak kota yang ingin disinggahi, semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk mobilitas. Negara-negara Eropa terutama di kawasan Eropa Barat memiliki sistem transportasi, yakni jalan tol dan jalur kereta yang memudahkan mobilitas dari satu kota ke kota lain. Berpindah dari satu negara ke negara lain relatif mudah karena kita bisa menggunakan bus atau kereta.

    Meskipun memiliki jaringan transportasi mumpuni, merencanakan lokasi tujuan dengan pasti sejak jauh hari bakal memudahkan perencanaan anggaran. Sebab, harga tiket bus dan kereta cenderung lebih mahal menjelang hari keberangkatan.

    Misalnya, tiket bus dari Oslo ke Gothenburg sejauh 289 kilometer seharga 11,85 Poundsterling atau Rp 200 ribu. Perjalanan dengan bus ini ditempuh dalam waktu empat jam melewati jalan tol yang super mulus dengan pemandangan Skandinavia di musim panas yang menakjubkan.

    Salah satu sudut kota Gothenburg. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    Perjalanan dari Gothenburg ke Malmo, saya memilih kereta dengan waktu tempuh lebih cepat yakni selama dua jam. Harga tiket kereta untuk rute ini adalah 16,40 Poundsterling atau Rp 283 ribu per orang.

    Adapun Malmo ke Copenhagen saya memilih menggunakan kereta api dengan tiket seharga 10.38 Poundsterling atau Rp 179 ribu. Ongkos ini belum termasuk biaya tiket bus lokal di dalam kota. Di Oslo misalnya, harga tiket sekali jalan untuk tram sebesar 2,63 Poundsterling atau Rp 45 ribu. Sementara di Copenhagen, harga tiket bus tergantung zona. Saya yang menginap di zona 3 mesti membayar 4.33 Poundsterling atau Rp 75 ribu dari pusat kota.

    Selanjutnya: Sewa Hostel atau AirBnB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.