4 Tips Anggaran Liburan Hemat dan Asyik di Skandinavia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    Malmo Castle. TEMPO | Wayan Agus Purnomo


    3. Memasak di Hostel

    Salah satu faktor yang bakal membuat anggaran membengkak selama di Skandinavia adalah harga makanan yang relatif mahal. Di Oslo, harga seporsi makanan Asia di sebuah stan makanan sederhana sebesar 15 Poundsterling atau Rp 258 ribu.

    Harga ini bisa melonjak dua kali lipat jika kita makan di sebuah restoran di kawasan wisata. Di Gothenburg, saya sempat mencicipi salmon asap dan beberapa makanan berbahan baku udang. Porsi makanan yang cukup untuk dua orang ini saya tebus dengan harga 25 Poundsterling atau Rp 431 ribu.

    Salah satu keuntungan tinggal di hostel atau AirBnB adalah adanya fasilitas dapur yang bisa kita gunakan untuk memasak. Karena itu, memasak bisa menjadi salah satu trik untuk menekan anggaran makanan.

    Fiskekorka, salah satu kawasan untuk membeli hasil laut di Gothenburg. TEMPO | Wayan Agus Purnomo

    Selama liburan di Skandinavia, saya membeli bahan baku di supermarket untuk bekal sarapan dan makan siang. Dibandingkan dengan di London, harga-harga bahan baku makanan di Skandinavia juga relatif lebih mahal.

    Di Inggris dengan uang 7 Poundsterling, saya bisa membeli bahan baku makanan untuk dua hari. Sementara di Skandinavia uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli bahan baku makanan untuk satu hari.

    Hal lain yang mesti diperhatikan saat liburan di Skandinavia adalah harga air kemasan yang tidak murah. Setengah liter air kemasan harganya bisa mencapai 2 Poundsterling atau Rp 15 ribu. Karena itu, membawa botol kosong dan mengisinya lewat keran juga bisa menjadi salah satu siasat untuk menekan pengeluaran.

    Selanjutnya: Bersepeda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.