Minggu, 22 September 2019

Pesona Lembah Baliem dan Labuan Bajo Tarik Minat Warga Denmark

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honai atau rumah tradisional  di Kurulu, Wamena, Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, 11 Agustus 2017. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Tempo/Rully Kesuma

    Honai atau rumah tradisional di Kurulu, Wamena, Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, 11 Agustus 2017. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembah Baliem, dan Komodo menarik perhatian pengunjung Danish Travel Show - Ferie for Alle di Herning, Denmark pameran wisata terbesar di Skandinavia.

    Baca juga: 5 Destinasi Wisata Unik dari Ketinggian dan Bawah Permukaan Bumi

    Dubes RI untuk Denmark, M. Ibnu Said, kepada Antara London, Minggu mengatakan anjungan Indonesia mempromosikan alternatif tujuan wisata selain Bali dengan perpaduan paket wisata alam dan budaya. Pameran wisata berlangsung selama tiga hari, 22 - 23 Februari 2019.

    Pada acara "Table Top Meeting", yang mempertemukan "buyers" dan "sellers" paket wisata diadakan KBRI Kopenhagen di sela-sela pameran, Dubes Ibnu Said, mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan terdiri lebih dari 17.000 pulau.

    Dikatakannya banyak tempat tujuan wisata selain Bali yang cukup dikenal warga Denmark.

    Indonesia memiliki paket tujuan wisata bervariasi, mulai dari eco-tourism, marine tourism, wisata seni dan kuliner, heritage villages hingga modern shopping dan entertainment di kota-kota besar.
    Sejumlah perahu berlabuh di Pelabuhan Labuan Bajo saat matahari terbenam di Nusa Tenggara Timur, Jumat, 12 Oktober 2018. Labuan Bajo merupakan salah satu tujuan wisata para delegasi IMF sebelum mereka berwisata ke Pulau Komodo. TEMPO/Tony Hartawan
    Sementara itu Oyan Kristian dari PT Komodo Tours menjual paket wisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, serta wisata budaya Flores.

    Wisata alam dengan kekayaan fauna Kalimantan, seperti bekantan dan orang utan, menjadi daya tarik paket yang ditawarkan Lars Faursholt, Indonesia Travel Specialist dari Denmark.

    Sedangkan wisata budaya Papua, seperti festival Lembah Baliem, menarik perhatian hadirin karena keunikannya.

    Lars Faoursholt juga menawarkan Bali sebagai penutup paketnya, yang sudah cukup dikenal warga Denmark sebagai tempat berlibur.
    Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Keunikan alat tradisonal ini menghasilkan bunyi nada dengan menggetarkan pikon menggunakan seutas tali yang terlilit di pikon dengan tangan. Tempo/Rully Kesuma
    Paduan bentuk wisata yang berbeda, seperti Pulau Komodo, Festival Lembah Baliem dan kedekatan dengan fauna seperti bekantan dan orang utan telah menarik perhatian pengunjung anjungan Indonesia dengan banyaknya menanyakan paket tersebut.

    Sementara itu, CEO MCH Messecenter Herning, Georg Srensen, mengatakan Danish Travel Show atau Ferie for Alle adalah pameran pariwisata yang paling banyak dikunjungi di wilayah Skandinavia dengan jumlah pengunjung lebih dari 60.000 pengunjung dan diikuti lebih dari 1.100 exhibitors.

    Pensosbud KBRI Kopenhagen, Dieny Maya Sari mengatakan KBRI Kopenhagen berpartisipasi pada pameran yang diadakan setiap tahun karena kesempatan besar untuk mempromosikan wisata Indonesia di wilayah Skandinavia, khususnya Denmark.

    Liburan merupakan hal penting bagi warga Denmark. Berdasarkan survey Expedia, setidaknya 81 persen warga Denmark mengambil libur selama empat minggu setiap tahunnya.

    Baca juga: 2 Hari di Labuan Bajo, Ada Kafe yang Disinggahi Valentino Rossi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe