Wisata Kuliner, Ada Lagi Sentra Durian di Jakarta Selain Kalibata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi panen durian (pixabay.com)

    ilustrasi panen durian (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama ini kawasan di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan dikenal sebagai sentra durian di Ibu Kota. Sentra durian di Jakarta juga ada di Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Mangga Besar.

    Baca: Panen Durian Ala Jokowi, Mau Coba?

    Dua dasawarsa silam, ketika pemerintahan Orde Baru masih berkuasa, sebuah kedai kecil di bilangan Mangga Besar telah menjual aneka jenis durian Nusantara. "Kedai durian pertama berdiri saat zaman Suharto sekitar tahun 1994. Ketika itu, jumlah penjualan antara 60-100 buah per hari," kata Hengki, pengelola lapak Durian Acin di Mangga Besar, Jakarta Barat, Senin 8 Juli 2019.

    Durian Acin merupakan kedai durian legendaris yang menjadi cikal bakal julukan Mangga Besar sebagai sentra kuliner durian di Jakarta Barat. Ketika awal berdiri, kedai Durian Acin hanya berjumlah satu unit. Seiring waktu, jumlah kedai ini bertambah menjadi tiga unit dengan angka penjualan durian mencapai 500 sampai 600 buah per hari.

    "Beberapa karyawan yang dulu pernah bekerja di sini berhasil membuka kedai sendiri. Mereka berjualan di sepanjang jalan Mangga Besar," ujar Hengki. Durian yang dijual di kawasan Mangga Besar tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumatera, yakni Medan, Padang, Palembang, dan Bengkulu.

    Geliat ekonomi penjualan durian dimulai pukul 17.00 hingga 02.00. Orang awam, pejabat, sampai wisatawan mancanegara kerap berwisata kuliner di sini. "Ahok sering datang ke sini, biasanya saat awal bulan. Pak Sutiyoso juga biasanya datang dua kali sebulan," ucap Hengki.

    Penjual durian di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Antara

    Cerita kelezatan durian Mangga Besar, di melanjutkan, juga pernah menarik minat pejabat di lingkungan Istana Negara dengan memesan 20 buah durian. "Kami kirimkan pesanan itu ke Istana Negara naik bajaj. Di gerbang sempat mau ditahan Paspampres, tapi kami bilang ini pesanan orang di dalam Istana. Beberapa saat kemudian bajaj yang penuh durian itu dipersilakan masuk," tuturnya.

    Untuk rasa, pembeli lebih menyukai durian yang bercita rasa manis sedikit pahit. Adapun harga durian yang ditawarkan sebanding dengan kualitas daging dan rasanya, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per buah. Jika tak suka aroma khas durian yang menyengat, penjual menyediakan sarung tangan plastik dan air mineral di setiap meja, termasuk ember tempat meletakkan biji buah durian.

    Baca juga: Aroma Durian Picu Evakuasi Perpustakaan Kampus Australia

    Seorang pembeli Durian Acin, Vina mengatakan sering membeli durian di kawasan Mangga Besar ini karena rasanya manis dan terbilang murah. "Kalau durian yang dibeli enggak manis, bisa ditukar tanpa membayar lagi," kata perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.