Soto dan Gado-gado Kuliner Nasional Versi Kementerian Pariwisata

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gado-gado Ulu Cliffhouse 5 November 2018 (TEMPO/Susandijani)

    Gado-gado Ulu Cliffhouse 5 November 2018 (TEMPO/Susandijani)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata ingin mengerek sektor kuliner untuk meningkatkan kemajuan turisme di Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menginginkan Indonesia memiliki destinasi kuliner bertaraf internasional.

    Ia menjelaskan bahwa tantangan mengembangkan kuliner Indonesia dalam kepariwisataan untuk turis mancanegara adalah soal makanan nasional. Maka Kementerian Pariwisata menetapkan lima kuliner nasional yang dianggap populer di Indonesia.

    BacaPekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ada Kuliner Arab Sampai India

    "Kementerian Pariwisata menetapkan soto, rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado," katanya saat jumpa media di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata pada Selasa, 11 Juni 2019.

    Menurut dia kuliner sudah menjadi gaya hidup. Kuliner, ucap dia, bukan cuma tentang makanan melainkan juga yang berhubungan dengan produk lokal, warisan, serta mengandung unsur cerita. Keuntungan mempromosikan wisata kuliner atau gastronomi karena rasa makanan tidak bisa disajikan melalui visual. "Itu sebabnya para wisatawan harus datang ke destinasi untuk menikmati makanan lokal."

    Saat ini, Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima destinasi wisata untuk dikembangkan dalam sektor kuliner, yakni Bali, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

    Baca jugaFestival Jajanan Bango 2019: Trik Melestarikan Kuliner Lokal

    Adapun Organisasi Pariwisata Dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO) sedang melakukan tahapan penilaian untuk menetapkan Ubud di Bali sebagai destinasi gastronomi tingkat internasional. "Program destinasi gastronomi standar UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global," tutur bos Kementerian Pariwisata tersebut.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.