Kementerian Pariwisata Gelar ISTA 2019, Hadiahnya Rp 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kawasan wisata Ancol . ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    Ilustrasi kawasan wisata Ancol . ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata menggelar Indonesia Sustainable Tourism Award atau ISTA 2019 yang bisa diikuti oleh pengelola destinasi wisata. Untuk mengikuti seleksi ini, pengelola destinasi wisata bisa mendaftar mulai 18 Maret sampai 18 Mei 2019. Adapun malam penganugerahan ISTA 2019 diadakan pada Jumat, 27 September 2019.

    Baca: Survei: Indonesia Jadi Tujuan Utama Wisata Halal di Dunia

    Mengutip laman resmi sustainable.indonesia.travel, Indonesia Sustainable Tourism Award adalah penghargaan untuk pengelola destinasi pariwisata, baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal. Salah satu yang dinilai dalam seleksi ini adalah bagaimana para peserta meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan prinsip pariwisata berkelanjutan adalah 3P + 1M, yang artinya People, Planet, Prosperity, plus Management. Destinasi. "Destinasi yang konsisten menerapkan pariwisata berkelanjutan, ada penghargaan Pamong Pariwisata," kata Guntur.

    Para pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award atau ISTA nantinya akan diumumkan pada malam penganugerahan dan berhak mendapatkan hadiah total Rp 1 miliar. Pemenang ISTA 2019 juga bakal diajukan ke ajang penghargaan serupa di tingkat ASEAN, yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award atau ASTA.

    Guntur Sakti menjelaskan saat ini pemerintah memiliki 12 lokasi pengembangan Sustainable Tourism Observatories atau STO. Lima di antaranya telah diakui United Nations World Tourism Organization atau UNWTO sebagai anggota International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO). Kelima daerah wisata itu adalah Pangandaran bersama ITB Bandung, Sleman Yogyakarta dengan UGM, Sesaot Lombok dengan Universitas Mataram, Samosir dengan Universitas Sumatera Utara, dan Sanur Bali dengan Universitas Udayana.

    Artikel terkait: 5 Observatorium Pariwisata Indonesia Diakui Dunia

    "Setelah lima lokasi tadi, akan dikembangkan tujuh titik lagi yang semuanya berada di kawasan yang sedang dikembangkan sebagai Sepuluh Bali Baru atau Sepuluh Destinasi Prioritas,'' kata Gungur Sakti, Kamis sore, 25 April 2019. Tujuh destinasi wisata yang selanjutkan akan dikembangkan ke arah wisata berkelanjutan adalah Tanjung Lesung Banten dengan Universitas Indonesia, Tanjung Kelayang Belitung bersama IPB Bogor, Kepulauan Seribu Jakarta dengan Universitas Pancasila, Bromo Tengger Semeru dengan tim Unair Surabaya, Labuan Bajo Komodo bersama Universitas Flores, Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan Universitas Hasanuddin Makassar, dan Morotai Maluku Utara dengan Universitas Khairun.

    Tenaga ahli Menteri Pariwisata bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel mengatakan konsep pariwisata berkelanjutan pada intinya bagaimana mengelola destinasi wisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan untuk saat ini dan di masa mendatang. "Semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan," ujar Valerina Daniel.

    Baca juga: Ngobrol @tempo Kupas Komitmen CEO Majukan Pariwisata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.