Sumatera Barat Dimimta Lestarikan Tenun Asli

Reporter:
Editor:

Yos Rizal

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kain tenun kuno Minangkabau dipamerkan dalam pameran Prosesi Minangkabau :

    Sejumlah kain tenun kuno Minangkabau dipamerkan dalam pameran Prosesi Minangkabau : "Menyulam Keindahan Budaya Matrilineal" di Museum Tesktil, Minggu, Jakarta (18/11). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Batusangkar -Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Mufidah Jusuf Kalla mendorong pemerintah daerah melestarikan kain tenun asli Sumatera Barat agar bisa terus dinikmati hingga generasi mendatang.

    "Melalui sentra tenun ini, saya berharap semua kain tenun yang ada di Sumatera Barat, baik berupa sulaman, tenun, dan songket agar terus diwariskan di Ranah Minang," kata Mufidah Jusuf Kalla di Batusangkar Senin.

    Baca: Tempat Berburu Kain Tenun di Bukittinggi

    Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi Rumah Tenun di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin. Ia meminta pemerintah terus memberikan perhatian kepada Rumah Tenun yang diresmikan 2018 tersebut.

    Sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), ia berharap kepala daerah di Sumatera Barat agar mengirimkan penenun terbaiknya untuk menjadi pelatih di Rumah Tenun.

    Ia juga mengharapkan pemerintah daerah menganggarkan dana untuk operasional gedung dan pembelajaran atau pelatihan bagi para penenun serta memberikan masukan di setiap kelemahan dan kekurangan selama di Rumah Tenun.

    "Kepala daerah jangan hanya diam. Mari kita bersama memberikan anggota terbaik kita untuk kelangsungan Rumah Tenun agar kain tenun di Sumatera Barat lestari," ujarnya.

    Menurut Mufidah, secara nilai estetika dan budaya, kain tenun dari Sumatera Barat ini sudah dikenal ke mancanegara. Sementara usaha tenun semakin hilang.

    "Apalagi kalau tidak diwariskan kembali dengan mendirikan lembaga, lambat laun akan hilang dikikis masa," ujarnya.

    Sementara Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan sentra tenun di daerah itu didirikan merupakan cita-cita mulia untuk melestarikan tenun lokal dan impian bagi masyarakat.

    Khusus untuk songket Lintau dan Pandai Sikek, kata dia, akan terus dikembangkan. Apalagi saat ini rumah tenun sudah dilengkapi dengan rusunawa dan rumah produksi serta akan dibangunkan galeri.

    "Galeri tersebut akan difungsikan untuk memajang kain yang sudah ditenun oleh bekerja dan siap di jual dan di ekspor," ujarnya.

    Setelah diresmikan pada 8 Mei 2018, pemerintah setempat telah menggelar beberapa kali pelatihan bagi penenun di Rumah Tenun itu. Bahkan Rumah Tenun tersebut terbuka untuk umum.

    Artikel lain: Tenun Songket Pandai Sikek Menarik Minat Konsumen Asing 

    "Mari kita lestarikan kerajinan kebudayaan Minangkabau ini. Karena melalui pembuatan sulaman ini akan memberikan dampak bagi masyarakat di sektor ekonomi, dan budaya bagi Sumatera Barat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.