Hari Terakhir Festival Kuliner Ungaran, Santap Makanan Pedesaan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aneka macam buah-buahan dan penganan lokal di Festival Kuliner Ungaran !5-17 Maret 2019 (instagram @festivalkuliner.ungaran))

    Aneka macam buah-buahan dan penganan lokal di Festival Kuliner Ungaran !5-17 Maret 2019 (instagram @festivalkuliner.ungaran))

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Kuliner Ungaran yang diadakan di pintu keluar tol Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menawarkan ragam kuliner ala pedesaan. Festival ini berlangsung dari Jumat sampai Minggu, 15 - 17 Maret 2019. Stan yang disediakan dalam festival ini pun disusun dari bambu.

    Baca: Festival Kuliner Ungaran: Pestanya Sajian Lokal, Ada Pecel Keong

    "Ada tiga hal utama dalam Festival Kuliner Ungaran, yakni lokal, lezat, dan lestari," kata Singgih Susilo Kartono, konsultan dan pengonsep TOL IKKON - Festival Kuliner Ungaran, Sabtu, 16 Maret 2019. Pada hari terakhir festival ini, pengunjung yang ingin menikmati makanan ala pedesaan masih bisa menemukan ragam kuliner lokal.

    Beberapa pilihan kuliner lokal di antaranya, gudeg batang pepaya dan bubur suweg dan beragam buah-buahan dan sayuran."Semua kuliner lokal dari pelaku kuliner di Kabupaten Semarang," ujar Singgih yang juga pendiri Spedagi Movement itu.

    Festival Kuliner Ungaran !5-17 Maret 2019 (instagram @festivalkuliner.ungaran))

    Rancangan bambu untuk festival ini menerapkan konsep yang mengambil ide dari Pasar Papringan di Temanggung. "Sekarang cukup dikenal dan menginspirasi di berbagai tempat karena berangkat dari lokalitas," ucapnya.

    Artikel lainnya: Mengembalikan Kejayaan Sate Padang Lewat Festival Kuliner

    Festival Kuliner Ungaran adalah program Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf yang berkolaborasi dengan Spedagi Movement, Komunitas Kreatif Lokal, dan Pemerintah Kabupaten Semarang. Festival yang mengangkat tema 'Lokal, Lezat, Lestari' ini mencoba menggali potensi lokal, yang berhubungan dengan kuliner dan lingkungan. "Kami coba mendesain festival ini sebaik mungkin dengan menggunakan material lokal," kata Singgih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.