Prestise Langka, Restoran dengan Predikat Dunia Ini Ada di SCBD

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana New York elegan dan nyaman di Vong Kitchen SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    Suasana New York elegan dan nyaman di Vong Kitchen SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak banyak restoran yang meraih predikat bintang Michelin di Indonesia. Jumlahnya kurang dari sepuluh. Sebagian besar berada di Bali. Peringkat ini didapat dari penilaian para ahli dan kritikus kuliner dunia. Status bintang-dari bintang satu sampai bintang tiga-dari pemeringkatan ini menjadi patokan kualitas yang menakjubkan untuk sebuah restoran. Sebuah prestise langka.

    Baca juga: Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya

    Seperti ditulis di Koran Tempo Edisi 5 Mei 2018, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, hadir resto dengan predikat bintang dua Michelin pada April 2018. Resto ini berasal dari New York, Amerika Serikat, dengan chef dari Prancis. Nama restoran ini: Vong Kitchen.

    Vong Kitchen dibawa ke Jakarta oleh chef Jean-Georges Vongerichten bersama sang putra bernama Cedric Vongerichten. Jean-Georges merupakan chef dari restoran Jean-Georges di New York. Restoran Jean-Georges di New York menawarkan menu makanan Prancis dengan cita rasa Amerika, bahkan bisa dikatakan salah satu restoran Prancis terbaik di sana.

    Wartawan Tempo mendapatkan kesempatan mengunjungi restoran itu pada 5 April lalu dan mencicipi sejumlah menu yang ditawarkan. Salah satu yang dicicipi adalah Tuna Rice Cracker. Makanan ini merupakan daging tuna dilapisi nasi yang diolah menjadi seperti cracker, yang crunchy pada bagian luar, tapi ketika lidah Anda bertemu dengan daging tuna pada bagian dalam akan terasa kelembutan potongan tunanya. Tuna yang digunakan merupakan tuna mentah sehingga rasa segar akan dihasilkan begitu menggigitnya. Hidangan ini didampingi oleh saus mayones yang berisikan irisan daun bawang.
    The Creamy Burrata di Vong Kitchen SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)
    Makanan lain yang dicicipi adalah The Creamy Burrata. Hidangan ini merupakan perpaduan keju burrata dengan selai jeruk lemon, basil, dan minyak zaitun. Jika Anda mencicipi bagian jeruk lemonnya saja, lidah terasa ditendang oleh rasa asam yang cukup kuat. Hal itu akan berkurang ketika dipadukan dengan keju burrata. Hasilnya adalah perpaduan rasa antara asam dan manis yang menyegarkan.

    Sebagai restoran Prancis-Amerika, Vong Kitchen juga memiliki hidangan piza yang diwakili oleh Truffle Pizza. Sajian ini merupakan piza yang berisikan jamur truffle hitam, tiga jenis keju pilihan, dan telur pada bagian dalam. Keberadaan telur pada sepotong pizza, menurut saya, merupakan suatu hal yang unik dan menambah cita rasa dari piza itu.
    Molten Chocolate Cake di Vong Kitchen SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)
    Hidangan khas lain yang juga dibawa dari New York ke Jakarta adalah Molten Chocolate Cake. Makanan tersebut merupakan chocolate lava cake yang sudah dikenal luas sebagai makanan penutup yang lezat. Hidangan ini ternyata diciptakan oleh Jean-Georges.

    Cedric, sang putra, menceritakan suguhan ini awalnya tercipta dari sebuah kesalahan. Saat itu ayahnya diminta membuat kue untuk pernikahan. Saat membuat kue cokelat, ternyata kue itu memiliki bagian tengah yang meleleh ketika kue dipotong. Kesalahan itulah yang kini dinikmati secara luas di dunia karena chocolate lava cake ini menjadi menu yang disukai oleh berbagai orang di seluruh belahan dunia.

    Vong Kitchen akan dipimpin oleh Cedric Vongeritchen. Cedric mengatakan sangat senang bisa menghadirkan cita rasa restorannya yang berada di New York ke Jakarta. Ia mengatakan menu yang dibawa ke Jakarta mengikuti menu yang ada di New York, tapi sudah disesuaikan dengan cita rasa lokal. "Orang lokal butuh bumbu-bumbu perasa dan rasa pedas," kata Cedric saat ditemui di Vong Kitchen.

    Menurut Cedric, pihaknya juga menggunakan bahan-bahan lokal yang didapatkan dari Pasar Kebayoran Lama untuk sayuran, dan dari Bali untuk hasil laut seperti ikan serta udang. Ia mengimbuhkan, pihaknya masih mengimpor sejumlah bahan-bahan inti dari Amerika Serikat.

    Vong Kitchen mengemas restorannya dengan konsep dapur terbuka. General Manager Vong Kitchen, Benjamin Keens, mengatakan mereka ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan melebihi ekspektasi dari pengunjung, baik dari suasana dan juga pelayanan. "Kami menyediakan lingkungan sosial untuk menikmati makanan berkualitas tinggi," ucapnya.

    Restoran yang dapat menampung 162 orang ini juga dilengkapi dengan bar yang menyajikan aneka minuman beralkohol. Bar ini rasanya cocok bagi para pengunjung yang ingin bersantai sepulang bekerja, dan ini didukung pemilihan lokasi Vong Kitchen yang berada di kawasan SCBD.

    Adapun harga menu pembuka di Vong Kitchen dari Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, sedangkan hidangan utama dibanderol dari Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. "Dijamin restoran di New York lebih mahal dibanding di Jakarta," tutur Benjamin.

    Vong Kitchen beroperasi setiap hari, mulai pukul 18.00 sampai tengah malam. Para pengunjung yang berminat datang ke sana bisa melakukan reservasi terlebih dahulu dengan menghubungi pihak restoran.

    Baca juga: Uniknya Restoran ala Harry Potter, Buka hingga 29 Januari 2019

    KORANTEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.