Batik Menjadi Primadona dalam Pameran Diplomatik Afrika Selatan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batik Sampit. antaranews.com

    Batik Sampit. antaranews.com

    TEMPO.CO, London - Batik Indonesia menjadi primadona dalam acara Diplomatic Fun Fair 2018 diadakan Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan di Ditsong Pioneer Museum, Pretoria, Sabtu, 8/12.

    Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Swaziland dan Kerajaan Lesotho, Salman Al-Farisi mengatakan bagi masyarakat Afrika Selatan, batik memiliki kesan dan makna historis mendalam. “Batik dikenal masyarakat Afrika Selatan dengan sebutan Madiba Shirt atau kemeja Madiba,” kata Salman kepada Antara London, Ahad, 9/12.

    Madiba adalah panggilan akrab tokoh pejuang apartheid, Nelson Mandela yang kerap mengenakan batik di berbagai kegiatan. Itu yang membuat busana batik kian mendunia, termasuk di Afrika Selatan.

    Lebih dari 200 orang pengunjung yang terdiri dari komunitas diplomatik, pengusaha, dan masyarakat umum di Pretoria, Afrika Selatan menyerbu stan Indonesia untuk berburu batik. Selain itu mereka juga mencari makanan tradisional Indonesia, seperti sate ayam, mi goreng dan nasi goreng.

    Kue-kue tradisional Indonesia, seperti klepon dan onde-onde pun ikut mencuri perhatian. Banyak pengunjung mengatakan makanan Indonesia sangat lezat.

    Diplomatic Fun Fair rutin diselenggarakan saban tahun oleh Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan untuk untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum mengenai dunia diplomasi. Perhelatan itu juga menjadi sarana bagi seluruh perwakilan di Afsel untuk memperkenalkan serta mempromosikan negara masing-masing melalui budaya dan kuliner.

    Pada tahun ini acara dihadiri sekitar 2.000 orang pengunjung menampilkan 15 perwakilan negara-negara asing. Beberapa negara yang ikut ambil bagian itu, antara lain, Benin, Botswana, RRT, Kongo, Ghana, Indonesia, Jepang, Mali, Mauritius, Palestina, Portugal, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, dan Thailand. Tema yang diangkat adalah Honouring Madiba A global champion of human rights, peace and reconciliation untuk memperingati 100 tahun tokoh pejuang Afrika Selatan, Nelson Mandela.

    Dalam acara tersebut, stan Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai The Most Entertaining Stall sebagai stan paling menghibur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.