Minggu, 18 November 2018

Jenang Suran, Kuliner Khas Solo yang Hanya Ada di Bulan Sura

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenang Suran, sajian hidangan kirab malam Satu Sura di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    Jenang Suran, sajian hidangan kirab malam Satu Sura di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok orang berpakaian tradisional berjalan mengelilingi pasar barang antik Triwindu, Solo, Senin sore 10 September 2018. Mereka berjalan dengan berdiam diri. Usai mengelilingi pasar hingga tiga kali, rombongan itu kembali masuk ke pelataran lalu menggelar acara doa bersama di sana. Selanjutnya, sajian berupa jenang suran dibagikan kepada pedagang serta pengunjung pasar.

    Jenang Suran, atau ada pula yang memberikan sebutan Jenang Sura, merupakan jenis kuliner istimewa. Masakan serupa bubur itu hanya dibuat dan dihidangkan saat Bulan Sura. "Sekarang juga sudah sangat jarang ditemukan," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu, Dodi Sudarsono, Senin, 10/9.

    Hidangan ini sebenarnya cukup populer puluhan tahun silam. Banyak masyarakat yang membuat kuliner itu di Bulan Sura kemudian membagikannya ke tetangga dan kerabat. "Sayang, tradisi membuat Jenang Suran sudah nyaris hilang," katanya.

    Jenang Suran merupakan masakan nasi bubur yang dimasak dengan santan sehingga terasa gurih. Di atasnya bertabur irisan telur dadar serta kacang kedelai yang digoreng. Masakan semakin terasa lezat dengan tambahan sayur sambal goreng krecek.

    "Rasanya merupakan kombinasi gurih dan pedas," kata Dodi. Lembutnya bubur juga berpadu dengan kedelai goreng yang renyah. "Semuanya menyatu seperti konsep kebhinnekaan," kata dia.

    Menurutnya, para pedagang berupaya ikut melestarikan kuliner istimewa itu. Mereka tidak hanya menjual barang antik semata, namun juga berusaha melestarikan tradisi yang kian langka.

    Salah satu pembeli asal Malang, Yayuk mengaku sengaja datang ke pasar untuk mencari barang antik berupa lonceng sapi. Dia tidak menyangka bahwa di pasar itu tengah berlangsung acara penyambutan Tahun Baru Sura. "Saya baru pertama kali ini makan Jenang Suran," kata dia.

    AHMAD RAFIQ (Sala)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.