69 Ribu Wisatawan Rayakan Ritual Bakar Tongkang di Riau

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Sebelum tongkang dibakar, dalam perayaan Bakar Tongkang, masyarakat akan menabur-naburkan kertas kim yang berisi doa dan permohonan. Foto ini diambil pada 2017. Tempo? Francisca Christy Rosana

    Sebelum tongkang dibakar, dalam perayaan Bakar Tongkang, masyarakat akan menabur-naburkan kertas kim yang berisi doa dan permohonan. Foto ini diambil pada 2017. Tempo? Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Riau- Magnet budaya pada ritual bakar tongkang yang digelar masyarakat Bagansiapiapi, Riau, berhasil memikat perhatian puluhan ribu wisatawan. “Ada 69 ribu wisatawan yang datang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman melalui pesan pendek kepada Tempo pada Sabtu malam, 30 Juni.

    Dari total angka kunjungan pelancong tersebut, 29 ribu di antaranya merupakan wisatawan asing. Sedangkan sisanya adalah wisatawan lokal. Angka wisatawan menghadiri acara bakar tongkang tahun ini meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun lalu. "Data ini dihitung berdasarkan jumlah kamar hotel dan jalur pintu masuk transportasi," ucapnya. 

    Ritual bakar tongkang terdiri atas beberapa rangkaian acara. Puncaknya dilaksanakan hari ini, Sabtu, 29 Juni. Dalam puncak perayaannya, masyarakat keturunan Tionghoa di Bagansiapiapi akan mengarak replika kapal mengelilingi kota, lalu membakarnya.

    Selama replika kapal dibakar, masyarakat akan menghaturkan doa-doa persembahan kepada para dewa dan menyebarkan kertas kim. Kertas kim tersebut akan terbakar bersama kapal dan menyatu dengan abu tongkang. 

    Pada akhir sesi pembakaran, masyarakat akan menandai jatuhnya tiang kapal. Bila tiang kapal roboh ke sisi laut, penduduk lokal mempercayai bahwa rezeki mereka tahun ini berasal dari perairan. Sedangkan bila tiang jatuh ke arah darat, mereka yakin rezeki datang dari darat pula.

    Bakar tongkang secara turun-temurun diyakini sebagai ritual untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya, yakni dewa pelindung masyarakat setempat. Perayaannya jatuh pada penanggalan lunar di hari ke-16 bulan kelima, dihitung pasca-Imlek. Secara historis, upacara itu merupakan sebuah penanda untuk memperingati hikayat asal-muasal Kota Bagansiapiapi. 

    Ketua pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, mengatakan bakar tongkang tahun lalu dinobatkan sebagai atraksi budaya terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API). “Sebagai salah satu atraksi pariwisata, event ini selalu sukses dalam setiap penyelenggaraannya. Selalu sukses menyedot wisatawan datang,” tuturnya. 

    Festival Bakar Tongkang tergolong dalam agenda nasional yang rutin digelar setiap tahun. Festival ini telah masuk 10 besar 100 Calendar of Events Pariwisata 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.