Senin, 22 Oktober 2018

Menikmati Geopark Ciletuh dari Bukit Soca

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Geopark Ciletuh dari Bukit Soca. (dok. Andri Nugroho/Bukit Soca)

    Pemandangan Geopark Ciletuh dari Bukit Soca. (dok. Andri Nugroho/Bukit Soca)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Sekitar 10 rumah panggung mungil dengan dinding bambu berdiri rapi di sebuah bukit di Kawasan Geopark Ciletuh, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Di depannya berdiri sejumlah tenda di atas balai bambu berukuran sekitar 3 x3 meter.

    Inilah Bukit Soca, salah satu tempat menginap di kawasan Geopark Ciletuh.  Nama Ciletuh tiba-tiba ngetop. Ini gara-gara UNESCO menetapkan kawasan di Pelabuhan Rau, Jawa Barat ini sebagai Taman Bumi atau Geopark Dunia.  Di kawasan ini, kita bisa belajar banyak tentang bumi, khususnya  bekas patahan.

    Macetnya jalanan menuju kawasan di pinggiran pantai Selatan Jawa ini, membuat jarak 130 km harus ditempuh lebih dari lima jam karena macetnya jalan ke Sukabumi. Itu sebabnya, ada baiknya Anda menginap agar bisa leluasa menikmati keindahan alam berupa air terjun atau pantai.

    Ada banyak pilihan tempat menginap, mulai dari homestay sampai hotel di dekat pantai Palangpang, Pelabuhan Ratu.  Harga rata-rata per kamar sekitar Rp 250 ribu. Tempat berkemah juga disediakan pemerintah di Puncak Darma, bagian tertinggi di perbukitan Ciletuh ini.

    Saung di Bukit Soca, Ciletuh, Sukabumi. (dok. Andri Nugroho/Bukit Soca)

    Berbeda dengan tempat menginap lain yang berada di pinggir pantai, Bukit Soca berada di atas bukit, yang berjarak sekitar 3 km dari pantai. Pemandangan dari penginapan ini terbilang lengkap, yakni tebing di bagian timur, pantai di barat dan persawahan di sisi selatan.

    Pemilik Bukit Soca, Andri Nugroho , mengatakan resort seluas hampir 1 hektare itu baru diresmikan 21 April 2018. Itu sebabnya,  masih bayak tukang terlihat bekerja menyelesaikan bangunan. Beberapa bagian bangunan masih belum rapi.

    Anda bisa memilih kamar, yang oleh Andri disebut saung dengan sewa per malam Rp 250 ribu, untuk tiga atau empat orang.  Bangunan berlantai kayu ini berukuran 3 x 4 meter dengan tiga sampai empat tempat tidur. Meski tidak ada AC, Anda tidak akan kegerahan di malam hari. Kamar mandi tidak ada di dalam kamar, tapi di bagian lain. Ada delapan kamar mandi yang bisa dipakai bersama-sama.

    Untuk yang ingin lebih menyatu dengan alam, disediakan tenda lengkap yang bisa dipakai tidur berempat. Tenda-tenda ini dipasang di panggung setinggi sekitar 1 meter dari permukaan tanah.  Sewa tenda ini Rp 120 ribu semalam.

    Tenda di Bukit Soca, Ciletuh. (Dok. Andri Nugroho/Bukit Soca)

    Pengunjung Bukit Soca begitu bangun di pagi hari, bisa langsung menikmati hamparan sawah di depannya, atau bisa menikmati pemandangan laut sambil ngopi di gazebo yang menghadap barat. Untuk sarapan, Andri Nugroho menyediakan menu nasi goreng berharga Rp 12 ribu. Untuk makan sidang dan malam pengunjung dikenakan tarif Rp 25 ribu.

    Menurut Andri, ada 9 air terjun di sekitar Bukit Soca, yang terdekat adalah Cimarunjung yang berjarak 700 meter menuju arah pantai. Untuk yang berniat menyusuri pantai, Andri menyediakan perahu dengan sewa Rp 400 ribu untuk 10 orang. Anda akan diajak melaut ke Pulau Kunti dan Pasir Putih yang ada di sekitar Pantai Palangpang.

    Siap ke Geopark Ciletuh?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.