Mengenal Museum Soeharto di Dusun Kelahiran Probosutedjo

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia mengamati foto-foto dokumentasi Soeharto di ruangan museum saat peresmian Rumah Sejarah Soeharto di dusun Kemusuk, desa Argomulyo, kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (1/3). TEMPO/Suryo Wibowo.

    Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia mengamati foto-foto dokumentasi Soeharto di ruangan museum saat peresmian Rumah Sejarah Soeharto di dusun Kemusuk, desa Argomulyo, kecamatan Sedayu, kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (1/3). TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengusaha Probosutedjo tutup usia pada Senin, 26 Maret 2018, di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Adik Presiden Soeharto itu berpulang setelah dirawat selama lima hari, mulai Kamis, 22 Maret 2018.

    Probosutedjo dikenal sebagai pebisnis asal Yogyakarta. Ia lahir di Dusun Kemusuk, Sedayu, Bantul. Dusun itu juga menjadi tempat kelahiran mendiang Soeharto. Di dusun tempat keduanya lahir, terpatri rapi peninggalan-peninggalan Soeharto.

    Baca juga: Probosutedjo Meninggal Dunia Pagi Ini

    Memori itu diabadikan dalam sebuah museum bernama Museum Soeharto. Museum Soeharto diresmikan pada 2013 di tanah milik keluarga mantan jenderal itu. Luas lahannya 3.620 meter. Probosutedjo-lah yang meresmikan.

    Di dalam museum, terdapat beragam peninggalan Soeharto yang tersimpan rapi. Benda-benda tersebut konon merupakan barang yang disimpan sejak Soeharto mengawali karier di dunia militer sampai dia menjabat sebagai presiden.

    Dilansir dari situs resmi Museum Soeharto, yakni HM. Soeharto, kawasan ini terbagi atas beberapa bagian. Di antaranya joglo, rumah Notosudiro atau eyang buyut Ssoeharto, rumah Atmosudiro atau eyang Soehartp, dan petilasan.

    Pada muka bangunan, terdapat patung besar Soeharto yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso. Di belakang patung tersebut, terdapat sebuah pendopo. Potret perjuangan Soeharto diabadikan dalam gambar-gambar multimedia dan dipajang di sana.

    Di sisi barat joglo, berdiri gedung Atmodusiro. Gedung ini memuat kisah perjalanan mendiang yang terekam dalam gambar multimedia. Gambar tersebut disajikan bergerak dengan sistem teknologi visual.

    Ada pula ruangan yang menyajikan diorama perjuangan Soeharto saat berkoordinasi dengan Jenderal Sudirman. Diorama itu menggambarkan suasana peristiwa Serangan Umum Satu Maret.

    Untuk menuju Museum Soeharto, wisatawan perlu menempuh jarak 13 kilometer dari pusat kota atau Malioboro. Waktu tempuh yang diperlukan kira-kira mencapai 20 menit untuk kondisi lalu-lintas jalan normal.

    Artikel Lain: Probosutedjo Dimakamkan di Yogyakarta

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA | HMSOEHARTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.