Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Hadirkan Taman Lampion

Reporter

Ratusan warga ikuti penyalaan lampion 7 New Hope di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, 20 Oktober 2014. 293 lampion berisi doa dan harapan-harapan masyarakat untuk pemerintahan Jokowi-JK dinyalakan di dua tempat yaitu Titik Nol Kilometer Yogyakrta dan Alun-alun Kidul. TEMPO/Suryo Wibowo.

TEMPO.CO, Yogyakarta - Imlek Light Festival yang menampilkan berbagai bentuk lampion akan menjadi daya tarik baru penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIII tahun 2018.

"Kami berharap keberadaan taman lampion ini bisa memberikan suasana yang berbeda kepada pengunjung," kata Humas dan Publikasi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIII, Gutama Fantoni, di Yogyakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Baca juga: Aksi Gendawangan dan Jianzi di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Taman lampion dengan tema Imlek Light Festival akan digelar di Jalan Ketandan Yogyakarta selama penyelenggaraan PBTY XIII yaitu 24 Februari hingga 2 Maret 2018

"Kebetulan ada lahan kosong di Jalan Ketandan yang bisa dimanfaatkan untuk dibuat taman lampion. Luasnya sekitar 2.000 meter persegi. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penyelenggaraan taman lampion ini," kata Fantoni.

Pengunjung dikenakan tiket masuk ke taman lampion yaitu Rp 20 ribu per orang. "Pengunjung bisa berfoto atau selfie dengan latar belakang berbagai bentuk lampion yang menarik," ujar Fantoni.

Festival ini juga akan dimeriahkan berbagai kegiatan seni, budaya, dan kuliner khas Tionghoa di sepanjang Jalan Ketandan. "Ada 149 stan dan bazar kuliner di sepanjang Ketandan yang menyajikan beragam menu khas Tionghoa dan Nusantara, salah satunya Lontong Cap Go Meh," katanya.

Pengunjung juga bisa melihat pameran Wayang Potehi di Rumah Budaya Ketandan atau mengikuti pelatihan melukis kepala Wayang Potehi. "Pengunjung bisa membawa pulang hasil karya mereka mengecat kepala wayang dengan mengganti ongkos Rp20.000," ujar Fantoni.

Acara ini dibuka dengan karnaval budaya di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Yogyakarta pada Sabtu malam, 24 Februari. Karnaval budaya ini diikuti 20 kelompok peserta, mulai dari naga barongsai, maskot shio anjing tanah, drumband dari Akademi Angkatan Udara, wushu, gendawang, dan ondel-ondel dari Taiwan. Naga barongsai yang akan tampil dalam karnaval budaya adalah penampil terbaik dari Jogja Dragon Festival 2018.

ANTARA

Artikel Lain: Sejarah Tumbuhnya Kampung Ketandan Menjadi Pecinan di Yogyakarta






Ini Sederet Acara di 5 Kabupaten dan Kota di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru

33 hari lalu

Ini Sederet Acara di 5 Kabupaten dan Kota di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru

Berdasarkan catatan Polda DIY ada belasan acara akan digelar di malam tahun baru di 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

2 November 2022

Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

Temuan kasus baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali naik menembus 100 kasus sehari persis memasuki bulan November 2022 ini.


Mataram Islam Bercikal dari Hutan Mentaok, Bagaimana DIY Galakkan Tanaman Langka Itu?

6 Juli 2022

Mataram Islam Bercikal dari Hutan Mentaok, Bagaimana DIY Galakkan Tanaman Langka Itu?

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan mulai menggalakkan penanaman kembali tanaman mentaok,


Penuhi Persyaratan Penetapan Gubernur, Sultan HB X Jalani Pemeriksaan Kesehatan

1 Juli 2022

Penuhi Persyaratan Penetapan Gubernur, Sultan HB X Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X dan Paku Alam X menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.


Kulon Progo Ajak Wisata Pantai hingga Gunung Purba dengan Gerakan Sambanggo

16 Juni 2022

Kulon Progo Ajak Wisata Pantai hingga Gunung Purba dengan Gerakan Sambanggo

Gerakan ini merupakan strategi pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk meningkatkan pariwisata selama pandemi.


Sultan Yogyakarta Usul 1 Maret Jadi Hari Besar, Hari Penegakan Kedaulatan Negara

1 November 2021

Sultan Yogyakarta Usul 1 Maret Jadi Hari Besar, Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan pemerintah pusat menetapkan 1 Maret sebagai hari besar nasional, Hari Penegakan Kedaulatan Negara.


Yogyakarta Akan Gelar Lagi Uji Pemeriksaan Kartu Vaksin Penumpang Bus Wisata

2 Oktober 2021

Yogyakarta Akan Gelar Lagi Uji Pemeriksaan Kartu Vaksin Penumpang Bus Wisata

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar kembali uji coba pemeriksaan kartu vaksin penumpang bus pariwisata yang masuk DIY.


Covid-19 Melonjak Usai Lebaran, Raja Yogyakarta Mau PPKM Mikro yang Lebih Mikro

12 Juni 2021

Covid-19 Melonjak Usai Lebaran, Raja Yogyakarta Mau PPKM Mikro yang Lebih Mikro

Ini maksud dari Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X yang ingin menerapkan PPKM Mikro yang lebih mikro lagi.


Hari Kebangkitan Nasional, Lagu Indonesia Raya Menggema di Pasar Beringharjo

20 Mei 2021

Hari Kebangkitan Nasional, Lagu Indonesia Raya Menggema di Pasar Beringharjo

Segala aktivitas terhenti dan semua menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.


Covid-19 Belum Reda, Sultan HB X Ingatkan Protokol Kesehatan Kegiatan Ramadan

6 April 2021

Covid-19 Belum Reda, Sultan HB X Ingatkan Protokol Kesehatan Kegiatan Ramadan

Sebagian kabupaten di DIY hingga awal April ini masih berstatus zona merah Covid-19.