Menjajal Pepes Bandeng Kuliner Andalan di Surabaya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu pepes bandeng di Restoran Primarasa, Surabaya. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Menu pepes bandeng di Restoran Primarasa, Surabaya. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Surabaya -Sedang melancong ke Surabaya dan bingung ingin bersantap siang dengan menu apa? Cobalah mencicipi pepes bandeng. Menu ini konon menjadi salah satu kuliner andalan di kota pahlawan tersebut. Bahkan, kabarnya, menjadi menu makan siang favorit Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Salah satu restoran yang menyediakan pepes bandeng adalah Primarasa. Restoran yang berlokasi di Jalan Dokter Soetomo nomor 76, Tegalsari, ini sudah tiga kali dikunjungi Jokowi. Hal itu disampaikan oleh seorang pramusaji bernama Wahyu.

    Foto orang nomor satu di Indonesia itu memang tampak dipajang di salah satu sudut restoran. Terlihat Jokowi datang bersama sang istri, Iriana Joko Widodo.

    Ketika berkunjung ke sana pada Sabtu siang, 20 Januari 2018, saya langsung turut menjajal menu andalan tersebut. Pepes bandeng disajikan tak lama setelah dipesan. Ukurannya cukup besar dengan berat 500 gram tiap ekor.

    Pepes dihidangkan masih dengan daun pisang yang membungkusnya. Bandeng di dalamnya dibalut oleh rempah-rempah yang cukup kaya. Plus, daun kemangi yang menimbulkan aroma wangi. Tak lupa juga sambal cabai rawit merah yang membuat pepes tampak lebih segar.

    Daging bandeng itu sangat lembut. Rasanya gurih dan bumbunya meresap ke seluruh bagian. Tak ada bau amis dan bau tanah sedikit pun. Durinya juga lunak, membuat tak repot menyisihkannya sewaktu makan.

    Pepes bandeng di Primarasa dibanderol dengan harga Rp 70 ribu per ekor. Bisa disantap beramai-ramai, antara tiga sampai empat orang.

    Bila ingin dibawa pulang sebagai oleh-oleh, pengelola restoran juga menyediakan bandeng dengan kemasan beku. Harganya lebih mahal, yakni Rp 71.500. Pepes bandeng beku tahan sampai tiga bulan bila disimpan di lemari penyejuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.