Jumat, 18 Agustus 2017

Ada Enam Elang Jawa Terpantau di Kawasan Lereng Gunung Merapi

Minggu, 13 Agustus 2017 | 06:08 WIB
Seekor burung Elang Jawa dilepas-liarkan kembali di lereng Gunung Merapi, Sabtu (25/4). Pelepasan ini diawali dengan pengambilan data morfometri, sampel DNA, dan pemberian tanda. TEMPO/Arif Wibowo

Seekor burung Elang Jawa dilepas-liarkan kembali di lereng Gunung Merapi, Sabtu (25/4). Pelepasan ini diawali dengan pengambilan data morfometri, sampel DNA, dan pemberian tanda. TEMPO/Arif Wibowo.

TEMPO.CO, Jakarta - Ada enam elang jawa yang terpantau berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah. "Elang Jawa yang terpantau itu ada yang masih remaja, dalam artian sudah bisa terbang namun belum lancar," kata Pengendali Ekosistem Hutan TNGM Dhani Suryawan di Sleman, Sabtu, 12/8.

Mereka terpantau dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) tahun lalu. Dhani mengatakan monitoring itu akan kembali dilakukan lagi September sampai Oktober tahun ini.

"Untuk melakukan pengamatan, sebagaimana pada 2016 lalu, akan menggunakan metode pengamatan serentak," kata Dhani.

Pengamatan serentak dilakukan dari semua sisi pada hari dan jam yang sama.
"Pada 2016 pengamatan serentak keseluruhan tim dibagi dalam enam regu," katanya.

Tahun lalu pemantauan dilakukan oleh petugas TNGM dan unsur masyarakat seperti Paguyuban Pecinta Burung Jogja (PPBJ). Dhani menjelaskan selain elang jawa, di lereng Merapi juga hidup jenis elang hitam, elang brontok, elang bido, dan elang sikep madu.


"Hanya saja, dibandingkan jenis lain, elang jawa perkembangan populasinya termasuk lambat sehingga terus dimonitor. Setiap tahun elang jawa hanya bertelur satu kali, dan itu pun jumlah telurnya hanya satu butir," katanya.

ANTARA