Selasa, 13 November 2018

Makna di Balik Tradisi Cium Hidung Warga Sabu Raijua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Kupang - Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof Dr Felysianus Sanga MPd sedang meneliti makna 22 ciuman warga Sabu Raijua di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    "Itu merupakan budaya masyarakat Sabu Raijua, namun masing-masing ciuman memiliki makna sendiri-sendiri," katanya di Kupang, Kamis, 27/4, saat menyampaikan materi mengenai makna budaya adat pada Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 di Lapas Penfui Kupang.

    Dia, antara lain, mencontohkan bahwa warga Sabu Raijua punya tradisi Henge'do, mencium hidung saat menyambut atau bertemu seseorang.

    "Mencium hidung sama dengan menyapa orang lain," katanya.

    Henge'do dilakukan tanpa memandang jenis kelamin, status, strata sosial serta usia. Itu dilakukan sebagai tanda persaudaraan bagi sesama dan tanda penghormatan kepada yang lebih tua.

    Ia menjelaskan bahwa hidung adalah alat pernapasan yang bermakna kehidupan. Masyarakat Sabu Raijua memaknai tradisi mencium hidung sebagai upaya menghidupkan rasa kekeluargaan antara satu dengan yang lainnya, sekali pun baru pertama kali bertemu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?