Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mau Lihat Ritual Mubeng Beteng Yogyakarta pada Malam 1 Suro? Catat Aturannya

image-gnews
Tradisi Mubeng Benteng Malam 1 Suro di Yogyakarta. jogya.com
Tradisi Mubeng Benteng Malam 1 Suro di Yogyakarta. jogya.com
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Peringatan Malam 1 Sura tahun ini bakal digelar paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta pada Ahad, petang 7 Juli 2024. Dalam peringatan Malam 1 Sura ini akan digelar ritual Mubeng Beteng atau berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.Ritual ini dilakukan sembari tapa bisu alias tidak berbicara sebagai bentuk perenungan diri.

Masyarakat dan wisatawan diperkenankan menyaksikan juga mengikuti prosesi ini tanpa dipungut biaya dan tetap menjaga ketertiban.

Tahapan Mubeng Beteng

Keraton Yogyakarta awal pekan ini telah mengumumkan bahwa Mubeng Beteng pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H atau Tahun Baru Jawa 1 Sura Je 1958 kali ini ada beberapa tahapan.

Sebelum acara puncak digelar tengah malam, acara akan diawali dengan ritual pembacaan macapat bakda isya di Pelataran Kamandungan Lor atau Keben Keraton Yogyakarta lebih dulu. 

Biasanya, masyarakat sudah mulai berdatangan dan memadati kompleks masuk area Keraton Yogyakarta itu pada pukul 19.00- 20.00 WIB demi melihat persiapan ritual.

Dalam persiapan ini ada sejumlah acara, salah satunya mendengar pesan atau pangandikan dari petinggi Keraton Yogyakarta. Abdi dalem kemudian akan menggelar doa bersama sebelum tradisi Mubeng Beteng dilakukan.

Ketentuan Melihat atau Mengikuti Mubeng Beteng

Persiapan Mubeng Beteng baru akan dilakukan mulai pukul 23.00 WIB oleh para abdi dalem. Masyarakat dipersilakan berpartisipasi namun dengan sejumlah ketentuan, seperti mengenakan busana rapi, tidak mengenakan celana pendek, dan berlaku tertib alias tidak berbicara selama prosesi Mubeng Beteng berlangsung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Soal rute Mubeng Beteng, berkaca tahun sebelum-sebelummya, abdi dalem Keraton Yogyakarta akan berjalan kaki diikuti masyarakat mulai dari Keben Keraton Yogyakarta menuju arah Ngabean melewati Jalan Kauman dan Jalan H. Agus Salim.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju ke Pojok Beteng Kulon melewati Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Suryowijayan. Peserta kemudian melanjutkan jalan kaki ke timur menuju Pojok Beteng Wetan, melewati Jalan MT Haryono dan Plengkung Gading. Dari Pojok Beteng Wetan, rombongan Mubeng Beteng kemudian akan berjalan kaki ke utara, melewati Jalan Brigjen Katamso.

Setelah itu peserta akan berjalan menyusuri Beteng Keraton Yogyakarta, melewati Jalan Ibu Ruswo menuju Alun-Alun Utara dan kembali lagi ke Keben Keraton Yogyakarta.

Destinasi Yogyakarta yang Ramai pada Malam 1 Sura

Adapun sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta yang biasanya ramai disambangi saat Malam 1 Sura selain Keraton Yogyakarta ada beberapa titik. Pantai Parangkusumo biasanya menggelar pertunjukan wayang kulit. Lalu juga di Kompleks Makam Raja-raja Mataram Kotagede ada tradisi Jenang Suran pada saat Malam 1 Sura.

Sedangkan pada saat 1 Suro, di Pantai Baron Gunungkidul dan Pantai Goa Cemara Bantul Yogyakarta biasanya melakukan tradisi sedekah laut.

Pilihan Editor: Perayaan Malam 1 Suro Keraton Yogyakarta Digelar Rabu, Beda dengan Kalender Nasional

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

7 jam lalu

Keriuhan perhelatan Wayang Jogja Night Carnival 2023. Dok. Istimewa
Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

Tema Gatotkaca Wirajaya dalam Wayang Jogja Night Carnival merupakan wujud kepahlawanan tokoh wayang Gatotkaca untuk membela kebenaran dan keadilan


Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

16 jam lalu

Kendaraan antre memasuki kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat 12 April 2024. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

17 jam lalu

Pedagang di Teras Malioboro 2 Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak rencana relokasi ditunda Rabu (17/7). Tempo/Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

1 hari lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

2 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

3 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

3 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.


Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

3 hari lalu

Suasana sunset di perbukitan Nawungan Bantul, Yogyakarta. Dok.istimewa
Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.