Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pasar Kangen Jogja Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Aturan Khusus soal Sampah

image-gnews
Perhelatan Pasar Kangen di Markas Polda DIY Maret 2023. (Dok. Istimewa)
Perhelatan Pasar Kangen di Markas Polda DIY Maret 2023. (Dok. Istimewa)
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Event Pasar Kangen Jogja akan kembali digelar di Taman Budaya Yogyakarta atau TBY mulai 4 hingga 13 Juli 2024 nanti. Perhelatan yang tahun ini menginjak usia yang ke-17 itu akan dimeriahkan lebih dari 280 stand kuliner dan barang lawasan mulai pukul 15.00 WIB hingga jelang tengah malam setiap harinya.

Mengusung tema Natas-Nitis-Netes, event ini tetap memberi ruang luas bagi pelaku kuliner tradisional. Kuliner menjadi poros berbagai aspek kehidupan manusia, baik aspek pengadaan bahan dasar pangan, teknologi pengolahan, gastronomi dan tata niaga pertaniannya agar selalu terjaga.

"Tahun ini pendaftar Pasar Kangen ada sebanyak 1.200 formulir, namun akhirnya terkurasi atau lolos seleksi ada 289 tenant," kata Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Purwiati Selasa, 2 Juli 2024.

Peserta Lolos Selksi

Peserta yang lolos seleksi itu terbagi dari stand kuliner 187 tenant, barang lawasan dan jasa 102 tenant dan workshop 8 tenant, serta berbagai seni pertunjukan dari berbagai komunitas seni Yogykarta yang dipentaskan di panggung pertunjukan Pasar Kangen.

Purwiati menuturkan perputaran uang Pasar Kangen Jogja tahun 2023 lalu mencapai Rp 3,9 miliar selama 10 hari perhelatan. Namun saat itu belum melibatkan tenant-tenant di luar kompleks TBY. 

"Khusus tahun ini kami mulai melibatkan warga di halaman luar TBY untuk bisa ikut meramaikan ini," kata dia.

Tanpa Kantong Plastik

Hal yang menarik juga, Pasar Kangen tetap menerapkan aturan ketat bagi pengunjung juga tenant untuk tidak menggunakan kantong plastik.

"Segala pembungkus makanan wajib menggunakan bahan kertas atau ramah lingkungan," kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Koordinator Pasar Kangen Jogja Ong Hari Wahyu mengatakan mulai tahun ini Pasar Kangen telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengatasi masalah sampah.

"Tahun ini orientasi Pasar Kangen ke lingkungan hidup, kami menyediakan lebih dari 30 titik tempat sampah dan dipisah antara sampah plastik dan non plastik,” ujar Ong.

Lewat Pasar Kangen pelaku usaha dan pengunjung di edukasi mengelola sampahnya sendiri.

"Kami mengimbau pengunjung membawa tas belanja sendiri, kami menerapkan prosedur ketat bagi tenant, apabila masih menggunakan plastik kami beri teguran," kata dia.

Selain itu Pasar Kangen kali ini juga bekerja sama dengan perajin khusus yang membuat bungkus makanan dan minuman dari kertas maupun bambu. 

Pilihan Editor: Pasar Kangen Yogya Kembali Digelar Pekan Ini, Ada 170 Stand Kuliner hingga Kerajinan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Daftar Kuliner Khas Bekasi, mulai Gabus Pucung sampai Kue Procot

3 jam lalu

Ilustrasi sayur Gabus Pucung. Dok.TEMPO/ Arif Fadillah
Daftar Kuliner Khas Bekasi, mulai Gabus Pucung sampai Kue Procot

Jika berkunjung ke Bekasi, sayang untuk melewatkan beragam kuliner yang nikmat, mulai gabus pucung, bandeng rorod, kue dongkal, sampai kue procot.


Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

8 jam lalu

Keriuhan perhelatan Wayang Jogja Night Carnival 2023. Dok. Istimewa
Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

Tema Gatotkaca Wirajaya dalam Wayang Jogja Night Carnival merupakan wujud kepahlawanan tokoh wayang Gatotkaca untuk membela kebenaran dan keadilan


Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

17 jam lalu

Kendaraan antre memasuki kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat 12 April 2024. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

18 jam lalu

Pedagang di Teras Malioboro 2 Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak rencana relokasi ditunda Rabu (17/7). Tempo/Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

1 hari lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

2 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

3 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

3 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.