Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kalahkan Jepang dan Singapura, Malaysia jadi Destinasi Wisata Favorit di Asia

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Sebuah keluarga berlari di sebuah taman dekat Menara Kembar Petronas ketika Malaysia membuka kembali sebagian besar bisnis, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin,  4 Mei 2020. REUTERS/Lim Huey Teng
Sebuah keluarga berlari di sebuah taman dekat Menara Kembar Petronas ketika Malaysia membuka kembali sebagian besar bisnis, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 4 Mei 2020. REUTERS/Lim Huey Teng
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia yang mencitrakan diri sebagai negara dengan budaya beragam, berada di peringkat pertama sebagai destinasi liburan terbaik di Asia. Pemeringkatan ini dilakukan sebuah survei baru yang dilakukan oleh situs keuangan Amerika, Insider Monkey. 

Menempati posisi tertinggi dalam survei, Malaysia mengalahkan beberapa tujuan favorit wisatawan Barat seperti Thailand dan Jepang

Survei ini menyertakan 20 negara Asia untuk melihat mana yang paling disukai sebagai destinasi liburan. Peringkat selanjutnya adalah Taiwan di posisi kedua, disusul Singapura, Jepang, dan Uni Emirat Arab. Sementara, Indonesia berada di urutan ke-12. 

Pemeringkatan tersebut didasarkan survei yang menilai beberapa metrik termasuk rasa hormat, keramahan, keberagaman, demokrasi, dan jumlah wisatawan asing. Menurut situs tersebut, Malaysia adalah contoh bagus dari persatuan dan keramahan. Pemeringkatan tersebut diperoleh dari referensi lima artikel yang dipublikasikan di portal tersebut pada 2023.

“Ini adalah tujuan pilihan bagi wisatawan yang ingin membenamkan diri dalam beragam budaya komunitas lokal,” tambahnya. “Keramahan dan keramahan Malaysia menyempurnakan eksplorasi budaya ini, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung.”

29 Juta Pengunjung Internasional

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Malaysia mencatat hampir 29 juta kedatangan wisatawan asing pada tahun lalu, dan menjadi tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara. Warga Singapura merupakan wisatawan asing terbesar di Malaysia dengan 8,3 juta orang, diikuti oleh warga Indonesia, Thailand, Tiongkok, dan Brunei, menurut situs berita Focus Malaysia.

Malaysia baru-baru ini melonggarkan persyaratan visa bagi wisatawan dari negara dengan ekonomi besar seperti Tiongkok dan India selama 30 hari, sama dengan yang dilakukan Thailand.

Tahun ini, Tourism Malaysia yakin bisa mencapai 27,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara karena beberapa faktor pendukung, antara lain insentif hibah charter flight match dari pemerintah, program Liberalisasi Visa, dan meningkatnya aktivitas promosi pariwisata di luar negeri.

VN EXPRESS | THE STAR 

Pilihan Editor: 3 Cara ke Genting Highlands Malaysia, Bisa Pakai Bus hingga Taksi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terkini Bisnis: Trem Otonom Akan Beroperasi di IKN Agustus Mendatang, Kadin Siapkan White Paper Usulan Pelaku Usaha

6 jam lalu

Potret pembangunan infrastruktur inti di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin, 6 Mei 2024. TEMPO/Riri Rahayu
Terkini Bisnis: Trem Otonom Akan Beroperasi di IKN Agustus Mendatang, Kadin Siapkan White Paper Usulan Pelaku Usaha

Rangkaian trem otonom dijadwalkan tiba di Ibu Kota Nusantara atau IKN pada akhir Juli 2024.


Terpopuler: Indonesia Bisa Belajar dari Thailand yang Juga Digempur Barang Impor, BPS Catat Dominasi Produk Impor Cina di RI

12 jam lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau produk keramik dan tableware ilegal saat Ekspose Barang Hasil Pengawasan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 20 Juni 2024. Kemendag akan memusnahkan sebanyak 4.565.598 biji produk keramik dan tablerware senilai Rp79.897.965.000 asal Cina karena tidak memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) SNI. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Terpopuler: Indonesia Bisa Belajar dari Thailand yang Juga Digempur Barang Impor, BPS Catat Dominasi Produk Impor Cina di RI

Pemerintah sedang kelimpungan menghadapi banjir produk impor, terutama dari Cina, yang ditengarai dijual dengan harga dumping.


Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

20 jam lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

Polisi Thailand yakin sisa-sisa jasad yang ditemukan adalah milik TikTokers Cina berusia 38 tahun, Yan Ruimin.


ASEF BOG Meeting ke-45: Indonesia sebagai Tuan Rumah Perkuat Kerja Sama Internasional, Lebih 50 Gubernur Asia-Eropa Hadir

22 jam lalu

Indonesia menjadi tuan rumah bagi Asia-Europe Foundation (ASEF) Board of Governors (BOG) Meeting ke-45 yang berlangsung di Bali. Infomed Kemlu - Okta
ASEF BOG Meeting ke-45: Indonesia sebagai Tuan Rumah Perkuat Kerja Sama Internasional, Lebih 50 Gubernur Asia-Eropa Hadir

Indonesia menjadi tuan rumah ASEF Board of Governors' Meeting ke-45 di Bali, untuk memperkuat kerja sama internasional antara Asia dan Eropa.


Bantuan AI, Penyedia Video Tutorial Beragam Bahasa Pekerja Asing di Jepang

1 hari lalu

Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Yandex)
Bantuan AI, Penyedia Video Tutorial Beragam Bahasa Pekerja Asing di Jepang

Layanan AI ini menyediakan video tutorial multibahasa yang dianggap berguna untuk memudahkan para pekerja asing di Jepang


Terkini: Alasan Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN, Thailand Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina

1 hari lalu

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau langsung sodetan akses jalan menuju rencana Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, di Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (24/8/2021). ANTARA/HO-Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Terkini: Alasan Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN, Thailand Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Senin siang, 15 Juli 2024, dimulai dari alasan pemerintahan Prabowo akan melanjutkan program IKN.


Sejarah Pasar Chatuchak Thailand yang Sudah Ada Lebih dari 70 Tahun

1 hari lalu

Para pengunjung berbelanja di Pasar Akhir Pekan Chatuchak setelah dibuka kembali di tengah pandemi virus Corona, di Bangkok, Thailand, pada 9 Mei 2020. Xinhua/Zhang Keren
Sejarah Pasar Chatuchak Thailand yang Sudah Ada Lebih dari 70 Tahun

Pasar Chatuchak menjadi salah satu tujuan utama wisata Thailand yang menampung 200 ribu wisatawan setiap akhir pekan.


Belajar dari Thailand: Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina dan Penutupan Pabrik

1 hari lalu

Para pekerja merakit mobil listrik di dalam pabrik kendaraan listrik (EV) pertama BYD di Asia Tenggara, pasar kendaraan listrik regional yang berkembang pesat dan menjadi pemain dominannya, di Rayong, Thailand, 4 Juli 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Belajar dari Thailand: Bergejolak Akibat Gempuran Produk Murah Cina dan Penutupan Pabrik

Thailand juga menghadapi masalah seperti Indonesia: banjir produk murah Cina yang menyebabkan banyak pabrik tutup sehingga terjadi PHK massal.


Panduan ke Pasar Chatuchak Thailand, Cara ke Sana, dan Waktu Terbaik untuk Belanja

1 hari lalu

Para pengunjung berbelanja di Pasar Akhir Pekan Chatuchak setelah dibuka kembali di tengah pandemi virus Corona, di Bangkok, Thailand, pada 9 Mei 2020. Xinhua/Zhang Keren
Panduan ke Pasar Chatuchak Thailand, Cara ke Sana, dan Waktu Terbaik untuk Belanja

Pasar Chatuchak di Bangkok jadi tempat belanja beragam produk, mulai dari masakan Thailand, kosmetik unik, kerajinan tangan, sampai hewan peliharaan.


Gunung Fuji Buka Musim Pendakian, Tiga Pendaki Tewas dalam Dua Hari

1 hari lalu

Gunung Fuji Jepang (Pixabay)
Gunung Fuji Buka Musim Pendakian, Tiga Pendaki Tewas dalam Dua Hari

Cuaca buruk di dekat puncak Gunung Fuji menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini.