Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

7 Souk atau Pasar Tradisional yang Wajib Dikunjungi di Arab Saudi

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Souk Al Zal, Riyadh. (dok. Istimewa)
Souk Al Zal, Riyadh. (dok. Istimewa)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi menawarkan berbagai destinasi wisata dengan lanskap yang bervariasi. Mulai dari gurun tandus, indahnya garis pantai, megahnya daerah pegunungan, hingga tempat perbelanjaan tradisionalnya. Selain itu, setiap wilayah memiliki pola cuaca dan atraksi budayanya tersendiri. 

Salah satu cara merasakan esensi waktu dan tradisi Arab Saudi yang beragam adalah dengan menjelajahi souk atau souq atau pasar yang meriah. Pasar tradisional ini menawarkan perpaduan yang unik dari budaya, sejarah, dan harta karun yang menunggu untuk ditemukan. Berikut ini adalah beberapa souk yang paling terkenal di Arab Saudi, masing-masing dengan daya tariknya yang unik. 

1. Souk Al Alawi, Jeddah   

Lorong-lorong bersejarah di Souk Al Alawai, souk terbesar di Saudi yang merupakan saksi bisu dari warisan kaya Jeddah. Lokasinya di Off Al Dahab St, Al Balad, Jeddah. Saat musim haji, Souk Al Awali dipenuhi kerumunan pengunjung dari seluruh dunia.

Wisatawan bisa menemukan beragam barang mulai dari hasil bumi dan rempah-rempah lokal, kerajinan tangan otentik, perhiasan, karpet khas Arab dan pakaian tradisional. Selain itu juga ada barang elektronik dan keperluan sehari-hari yang menggambarkan kekayaan warisan budaya Saudi. 

Souk Al Zal, Riyadh. (dok. Istimewa)

2. Souk Al Zal, Riyadh  

Souk Al Zal berlokasi di lingkungan Al-Dirah, jantung kota Riyadh, sekitar 5,4 kilometer dari Istana bersejarah Al-Murabba. Pasar yang luasnya mencapai 38 ribu meter persegi itu, merupakan salah satu pasar tradisional tertua di Riyadh yang menyimpan lebih dari 100 tahun sejarah.

Jelajahi gang-gangnya dan dengarkan suara penjual yang meramaikan suasana dengan lelang barang dagangannya. Seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu kota ini. Souk ini terkenal dengan barang antik, koin langka, dan perabotan. Termasuk alat musik, pemutar rekaman lama, dan ratusan barang menarik yang tampaknya berasal dari museum tradisi rakyat kuno. Ada toko-toko yang menjual dupa, oud, dan parfum oriental. Serta juga ada lelang barang antik yang diadakan setiap hari di pasar selama beberapa jam setelah shalat Asar.  

3. Souk Diah, Riyadh  

Souk Diah atau yang dikenal Soul Al Thumari, letaknya dekat dengan Benteng Al Masmak yang ikonik. Pasar yang terletak di 3138 Abi Jafar Al Mansour St, Ghirnatah, Riyahd ini, surganya pecinta barang peninggalan dan seni. Lorong-lorong labirinnya memikat pembeli dengan berbagai karya seni lokal, parfum, dan kerajinan tangan yang dijual. Saat Anda menjelahahi souk ini, menyelamlah ke dalam budaya Saudi yang kaya dengan peninggalan unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Selain itu, wisatawan juga dapat membeli perhiasan emas, yang dirancang dengan desain eksklusif yang cocok untuk bangsawan.  

Souk Qaisariah, Al Hofuf. (dok. Istimewa)

4. Souk Al Tumor, Medina  

Arab Saudi adalah produsen kurma terbesar kedua di dunia, dan kota Medina atau Madinah terkenal dengan kualitas kurma yang baik dan variatif. Buah-buahan kecil ini adalah camilan lezat dan merupakan bagian penting dari budaya Saudi — pohon kurma bahkan menjadi simbol nasional.

Kurma juga dapat bertahan lama, sehingga bisa membawanya pulang oleh-oleh untuk teman dan keluarga. Souk Al Tumor, pasar kurma di Madinah adalah tempat yang paling terkenal untuk dijelajahi dan tempat membeli kurma di Saudi. Tersedia lebih dari 150 jenis kurma, mulai dari kurma Ajwa yang tumbuh secara lokal hingga Medjool yang langka dan mahal. 

5. Souk Qabil, Jeddah  

Souk yang juga dikenal sebagai Qabil Street, Gabel Street, atau Qabel Trail, adalah pasar bersejarah, mungkin yang tertua di Jeddah, dan jalan pertama di kota ini yang sudah sepenuhnya dialiri listrik.  Saat ini, Souk Qabil dikenal sebagai pusat budaya yang meriah. 

Khususnya di malam hari selama Ramadan dan Eid, Souk ini dipenuhi dengan warung makanan dan hiburan tradisional. Meskipun merupakan jalan kecil, ini adalah bagian yang penting jika Anda berkunjung ke Al Balad, kota tua Jeddah, karena memiliki banyak jalan atlernatif atau gang yang mengarah ke museum seperti Nassif House, Al Matbouli House, dan Masjid Al Shafie yang melestarikan kota tua Jeddah. 

6. Souk Qaisariah, Al Hofuf  

Souk Qaisariah, sebuah bukti semangat tradisi Saudi yang bertahan lama. Berasal dari tiga abad yang lalu, souk di Al-Hasa ini mengundang para pengunjung untuk tenggelam kedalam pemandangan dan pesona dunia masa lalu. Setelah mengalami restorasi pasca kebakaran pada tahun 2000, Souk Qaisariah kini berdiri sebagai penghormatan terhadap masa lalunya yang gemilang. Di souk ini Anda dapat menemukan campuran eklektik rempah-rempah, dupa, dan kerajinan tangan tradisional khas Saudi. 

7. Souk Okaz, Taif  

Berpetualang ke kota kuno Taif, terdapat Souk Okaz yang mempesona dan dipenuhi warisan budaya Saudi. Awalnya Souk Okaz merupakan pasar terbuka, yang mampu membawa pengunjung ke era perdagangan dan tradisi masa lampau. Anda dapat merasakan keajaiban Festival tahunan di Souk Okaz, saat pembacaan puisi, cerita, dan pertunjukan budaya ditampilkan dan menjadi sorotan. Dengan lebih dari 200 toko dan 150 atraksi di seluruh 14 juta meter persegi, extravaganza dari budaya ini tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Saudi.  

Pilihan editor: Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Menarik di Arab Saudi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

5 jam lalu

Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris Pangeran Khalid bin Bandar. X/ChathamHouse
Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

Arab Saudi tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel dengan mengorbankan negara Palestina


Suhu Panas Cekam Jemaah Haji di Tanah Suci, 2040 Bisa Lebih Fatal

7 jam lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suhu Panas Cekam Jemaah Haji di Tanah Suci, 2040 Bisa Lebih Fatal

Musim haji tahun ini jatuh dalam periode musim panas di Arab Saudi. Suhu harian maksimal tertinggi pekan ini dilaporkan 51,8 derajat Celsius.


Petugas Haji Minta Jemaah Haji Indonesia Salat Jumat di Hotel

8 jam lalu

Jemaah haji Indonesia menunggu bus untuk kembali ke hotel di Mina, Mekah, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas Haji Minta Jemaah Haji Indonesia Salat Jumat di Hotel

Jemaah haji diminta salat Jumat di hotel lantaran bus shalawat hanya berhenti sementara pada Jumat mulai 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS).


562 Jamaah Haji Meninggal, Terbanyak karena Gelombang Panas

20 jam lalu

Jamaah haji berjalan untuk melempar jamrah hari ketiga menuju Jamarat di Mina, Arab Saudi, Jumat 30 Juni 2023. Jamaah haji yang melakukan nafar awal sudah harus meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam, namun jamaah yang akan mengambil nafar tsani harus menginap satu malam lagi di Mina sampai denga 13 Dzulhijah. ANTARA FOTO/Wahyu  Putro A
562 Jamaah Haji Meninggal, Terbanyak karena Gelombang Panas

Angka kematian jamaah haji 2024 bertambah menjadi 562 orang, yang sebagian besar karena gelombang panas.


Cuaca Panas Arab Saudi: Jemaah Haji Meninggal hingga Pengaruh Perubahan Iklim

1 hari lalu

Umat Muslim memegang payung berjalan di tengah cuaca yang sangat panas, selama ibadah haji tahunan, di Mina, Arab Saudi, 18 Juni 2024. REUTERS/Saleh Salem
Cuaca Panas Arab Saudi: Jemaah Haji Meninggal hingga Pengaruh Perubahan Iklim

Cuaca panas Arab Saudi dipengaruhi krisis iklim


Ancaman Perubahan Iklim, Ratusan Jemaah Haji Meninggal akibat Cuaca Panas

1 hari lalu

Suasana jamaah haji berjalan kaki di Mina, Makkah, Arab Saudi, Senin 17 Juni 2024. PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi agar membadalkan lontar jamrahnya guna menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ancaman Perubahan Iklim, Ratusan Jemaah Haji Meninggal akibat Cuaca Panas

Sedikitnya 562 jemaah haji telah meninggal selama ibadah, berdasarkan pernyataan kementerian luar negeri dan sumber-sumber.


Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

1 hari lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

Puncak suhu terpanas di Tanah Suci saat ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat, berisiko heat stroke bagi jemaah haji.


Kisah Jamaah Asal Bogor Rogoh Rp 240 Juta Cuma jadi Haji Cengkareng Lantaran Ditipu Travel

1 hari lalu

Jamaah haji salat di depan Ka'bah, 1 Juli 2022. REUTERS/Mohammed Salem
Kisah Jamaah Asal Bogor Rogoh Rp 240 Juta Cuma jadi Haji Cengkareng Lantaran Ditipu Travel

Mulanya, Mukmin dan belasan calon jamaah haji asal Bogor lainnya disuruh menunggu jadwal keberangkatan dan menanti visa keluar.


Sedikitnya 550 Jemaah Meninggal Selama Ibadah Haji 2024, Mayoritas Warga Mesir

1 hari lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sedikitnya 550 Jemaah Meninggal Selama Ibadah Haji 2024, Mayoritas Warga Mesir

Setidaknya 550 jamaah meninggal selama ibadah haji 2024, 323 diantaranya adalah warga Mesir.


Menkes Arab Saudi: Layanan Kesehatan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

2 hari lalu

Jemaah haji Indonesia berjalan menuju Jamarat untuk melempar jamrah aqobah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Minggu, 16 Juni 2024. Lempar jamrah aqobah merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. ANTARA/Sigid Kurniawan
Menkes Arab Saudi: Layanan Kesehatan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

Ibadah haji tahun ini diuji dengan suhu panas yang tinggi, tetapi secara keseluruhan tidak ada ditemukan wabah atau ancaman kesehatan.