Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Profil Hotel Majapahit Tempat Deklarasi Anies-Cak Imin, Pernah Bernama Hotel Oranye dan Hotel Yamato

image-gnews
Balkon Hotel Majapahit di Surabaya, 19 Juni 2012. Hotel Majapahit didirikan tahun 1910 oleh keluarga asal Armenia, Lucas Martin Sarkies, dengan nama Oranje Hotel. Tahun 1942, Jepang mengambil alih hotel ini dan menamakannya Yamato Hoteru, di hotel inilah peristiwa perobekan Bendera Belanda (insiden Yamato) terjadi. Fully Syafi
Balkon Hotel Majapahit di Surabaya, 19 Juni 2012. Hotel Majapahit didirikan tahun 1910 oleh keluarga asal Armenia, Lucas Martin Sarkies, dengan nama Oranje Hotel. Tahun 1942, Jepang mengambil alih hotel ini dan menamakannya Yamato Hoteru, di hotel inilah peristiwa perobekan Bendera Belanda (insiden Yamato) terjadi. Fully Syafi
Iklan

TEMPO.CO, JakartaHotel Majapahit Surabaya mendapat sorotan usai dijadikan tempat deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Anies-Cak Imin pada Sabtu, 2 September 2023 sebagai pasangan bakal capres dan cawapres Pemilu 2024. Juru bicara Anies Baswedan, Marco Kusumawijaya, mengatakan hotel tersebut dipilih karena kaya akan sejarah dan perjuangan bangsa.

“Apalagi Hotel Majapahit ini kan dulu tempat insiden perobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih Indonesia, berkat keberanian arek-arek Suroboyo,” kata Marco dalam pernyataan tertulis, Sabtu lalu.

Profil Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit pertama kali didirikan sebagai “Hotel Oranje” pada 1910. Pendirinya adalah pengusaha hotel tersohor Lucas Martin Sarkies. Dia adalah anggota keluarga Sarkies Armenia. Mereka memang terkenal karena koleksi hotel-hotelnya. Termasuk di antaranya Hotel Raffles di Singapura, The Strand di Myanmar, dan Eastern & Oriental di Penang.

Tokoh-tokoh beken abad ke-20 macam Prince Leopold III, Putri Astrid dari Belgia, Charlie Chaplin, Paulette Goddard, dan penulis Joseph Conrad tercatat pernah menginap ke hotel ini pada 1936. Pada 19 September 1945, hotel yang diberi nama Hotel Yamato di masa pendudukan Jepang ini, menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa itu dinamai Insiden Hotel Yamato.

Tragedi bermula saat pihak Belanda yakni W.V.Ch. Ploegman mengibarkan benderanya di tiang tertinggi Hotel Yamato tanpa persetujuan pemerintah Indonesia. Tindakan itu membuat rakyat Surabaya, terutama kaum pemuda naik pitam. Belanda dinilai telah melecehkan kedaulatan kemerdekaan Indonesia

Meski telah berunding, namun Ploegman bersikeras menyatakan bendera Belanda harus tetap berkibar dan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Pernyataan Ploegman itu mengundang kericuhan yang berubah menjadi rusuh. Baku hantam pun tidak dapat terbendung di dalam Hotel Yamato. Pada akhirnya, nyawa Ploegman tak tertolong karena dicekik.

Setelah terjadi kerusuhan, seorang pemuda Surabaya bernama Koesno Wibowo kemudian menurunkan bendera Belanda. Dia merobek warna birunya sehingga hanya tinggal merah putih saja. Setelah itu bendera kembali dikibarkan. Pengibaran bendera ini pun disambut gemuruh pekik merdeka dari arek-arek Surabaya. Kejadian ini kemudian menjadi awal pemicu terjadinya pertempuran heroik di Kota Pahlawan itu.

Secara sekilas, tidak banyak yang berubah dari Hotel Majapahit Surabaya. Hotel ini bergabung dalam jaringan Accor Hotels, dengan 143 kamar dan ditunjang oleh fasilitas bintang lima dengan suasana klasik dan elegan. Salah satu hal yang paling mengesankan di hotel ini adalah presidential suite seluas 806 meter persegi, terbesar di Asia Tenggara dengan dua kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan dan peralatan kamar mandi yang berlapis emas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain keaslian arsitektur hotel, pengunjung akan terpesona oleh pemandangan yang ditawarkan. Kamar hotel termasuk Presidential Suites yang dilengkapi dengan teras pribadi menghadap halaman hotel yang ikonik. Ini adalah satu-satunya hotel di Indonesia yang menawarkan bukan hanya kemewahan, tapi juga perpaduan klasik sejarah kemerdekaan Indonesia dengan keaslian arsitektur Art Novo dan Art Deco.

Hotel Majapahit telah banyak mengalami perubahan nama. Dari nama berdiri di era penjajahan Belanda yakni Hotel Oranje, kemudian menjadi Hotel Yamato era Jepang, Hotel Merdeka paska peristiwa perobekan bendera, jadi Lucas Martin Sarkies Hotel setelah kembali dikelola oleh keluarga Sarkies dan didedikasikan untuk salah seorang anggota keluarga, dan terakhir hingga sekarang diberi nama Hotel Majapahit sejak 1969.

Pada masa pendudukan Jepang, hotel itu bernama Hotel Yamato. Pernah menjadi markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees: Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran)

Diberitakan sebelumnya, Juru bicara Anies Baswedan, Marco Kusumawijaya, mengatakan Hotel Majapahit, Surabaya, yang dulunya bernama Hotel Yamato ini menjadi ikon sejarah penting di kota pahlawan. Sehingga, kata dia, Hotel Majapahit sebagai lokasi deklarasi Bacapres dan Bacawapres KPP sangat tepat karena sarat akan sejarah panjang perjuangan bangsa.

“Pak Anies sering mengatakan bahwa tujuan berdirinya republik ini bukan sekadar menggulung kolonialisme, tetapi juga menggelar keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Marco.

HENDRIK KHOIRUL MUHID  | RACHEL FARAHDIBA R | EKA YUDHA SAPUTRA

Pilihan Editor: Alasan Anies-Cak Imin Deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya, Ikon Perjuangan Bangsa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anies Bilang Belum Bahas Bakal Cawagub Meski Jalin Komunikasi Intensif dengan PDIP

7 jam lalu

Bakal calon gubernur yang diusung PKB Anies Baswedan tiba di kantor DPW PKB Jakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Kunjungan Anies ini tepat sehari setelah PKB Jakarta memutuskan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Anies Bilang Belum Bahas Bakal Cawagub Meski Jalin Komunikasi Intensif dengan PDIP

Anies meminta agar tidak usah ada spekulasi soal nama siapa yang akan mendampinginya.


Nyatakan Siap Maju Pilkada DKI, Anies Ungkap Prioritasnya di Masa Kampanye

7 jam lalu

Bakal calon gubernur yang diusung PKB Anies Baswedan tiba di kantor DPW PKB Jakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Kunjungan Anies ini tepat sehari setelah PKB Jakarta memutuskan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Nyatakan Siap Maju Pilkada DKI, Anies Ungkap Prioritasnya di Masa Kampanye

Anies secara khusus menyoroti permasalahan warga Kampung Bayam yang belum selesai hingga saat ini.


Anies Kritik Putusan MA soal Syarat Usia Calon Kepala Daerah

8 jam lalu

Anies Baswedan memberikan sambutan saat bersilaturahmi ke DPW PKB, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Anies Kritik Putusan MA soal Syarat Usia Calon Kepala Daerah

Menurut Anies, peraturan yang ada tidak seharusnya diubah-ubah.


Analisa Pakar Komunikasi Politik soal Anies Nampak Malas Bicara Duet dengan Kaesang

8 jam lalu

Bakal calon gubernur yang diusung PKB Anies Baswedan tiba di kantor DPW PKB Jakarta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 13 Juni 2024. Kunjungan Anies ini tepat sehari setelah PKB Jakarta memutuskan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Analisa Pakar Komunikasi Politik soal Anies Nampak Malas Bicara Duet dengan Kaesang

Pakar komunikasi politik Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai wajar bila Anies enggan menjawab pertanyaan wartawan.


Soal Wacana Duet Anies-Kaesang, Politikus PDIP Bilang Jangan Ulangi Tragedi Pilpres di Jakarta

11 jam lalu

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO
Soal Wacana Duet Anies-Kaesang, Politikus PDIP Bilang Jangan Ulangi Tragedi Pilpres di Jakarta

Dia mengatakan belum ada sikap resmi dari DPD PDIP atas gagasan itu. Namun, dia memberi sinyal negatif atas wacana Anies-Kaesang.


Kaesang Mengaku Suka Menonton Acara Desak Anies

13 jam lalu

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO
Kaesang Mengaku Suka Menonton Acara Desak Anies

Kaesang mengatakan paling realistis berpasangan dengan Anies jika maju Pilgub DKI.


Jika Maju Pilgub DKI Jakarta, Kaesang Bilang Paling Realistis Duet dengan Anies

13 jam lalu

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia DPP PSI Kaesang Pangarep di Kantor DPP PSI, Jakarta pada Jumat, 7 Juni 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Jika Maju Pilgub DKI Jakarta, Kaesang Bilang Paling Realistis Duet dengan Anies

Selain Anies, Kaesang tak menutup peluang jika dirinya dipasangkan dengan Ridwal Kamil alias RK.


Mencuat Wacana Duet Anies-Kaesang dan Ridwan Kamil-Kaesang di Pilkada Jakarta

14 jam lalu

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO
Mencuat Wacana Duet Anies-Kaesang dan Ridwan Kamil-Kaesang di Pilkada Jakarta

Jelang Pilkada Jakarta 2024 mencuat wacana duet Anies-Kaesang dan Ridwan Kamil-Kaesang. Begini kronologi mencuatnya wacana tersebut.


Anies Berniat Maju Pilgub Jakarta, Sandiaga Singgung Pesan Keberlanjutan Bisa Untungkan Inkumben

15 jam lalu

Politikus PPP Sandiaga Uno saat ditemui wartawan di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) Jawa Tengah, Ahad, 2 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Anies Berniat Maju Pilgub Jakarta, Sandiaga Singgung Pesan Keberlanjutan Bisa Untungkan Inkumben

Sandiaga Uno menanggapi rencana Anies Baswedan untuk maju kembali dalam Pilgub DKI Jakarta 2024.


Saat Anies Baswedan Kembali Singgung soal Nasib Warga Kampung Bayam

20 jam lalu

Ekspresi warga usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Saat Anies Baswedan Kembali Singgung soal Nasib Warga Kampung Bayam

Menurut Anies, warga Kampung Bayam hanya butuh diberikan kunci untuk masuk. "Mari kita perjuangkan," katanya.