Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kawasan Resort Populer di Filipina Tercemar Tumpahan Minyak, Turis Batalkan Reservasi

Reporter

image-gnews
Foto udara menunjukkan tumpahan minyak dari kapal tanker bahan bakar MT Princess Empress yang tenggelam di pantai Pola, di provinsi Oriental Mindoro, Filipina, 8 Maret 2023. REUTERS/Eloisa Lopez
Foto udara menunjukkan tumpahan minyak dari kapal tanker bahan bakar MT Princess Empress yang tenggelam di pantai Pola, di provinsi Oriental Mindoro, Filipina, 8 Maret 2023. REUTERS/Eloisa Lopez
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Resor di provinsi Filipina yang terkenal dengan pantai kelas dunia dan tempat menyelam terdampak tumpahan minyak di lepas pantai. Akibatnya, wisatawan membatalkan reservasi selama musim puncak di sana.

Pihak berwenang tengah berupaya untuk memulihkan dampak tumpahan minyak akibat sebuah kapal tanker yang tenggelam di lepas pantai provinsi Oriental Mindoro. Kapal yang membawa 800.000 liter (211.338 galon) bahan bakar minyak industri itu mengalami masalah mesin pada 28 Februari di laut lepas hingga tenggelam.

"Kami sedih karena semua turis yang memesan kami untuk musim panas dan Holy Week mendatang telah dibatalkan," kata Marino Enriquez, seorang manajer resor di kota Pola.

“Efeknya sangat luas karena tidak ada pengunjung yang datang untuk berlibur atau melepas lelah, tidak ada yang menyewa cottage kami karena larangan berenang, tidak ada yang check-in karena ada bau busuk, dan pasir dipenuhi minyak,” kata pengurus resor Rocela Lasac.

Relawan pun harus menahan asap berbahaya dan menggunakan ember untuk membersihkan pantai yang menghitam akibat tumpahan minyak. Menurut para ahli, minyak itu mengancam 36.000 hektare (88.958 hektare) terumbu karang, hutan bakau dan rumput laut. Pembatasan telah diberlakukan untuk berenang dan memancing di daerah yang terkena dampak.

Proses mengembalikan pantai ke keindahan aslinya diprediksi memakan waktu beberapa bulan sementara pembersihan sedang dilakukan, kata pihak berwenang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerhati lingkungan juga mengkhawatirkan potensi dampak tumpahan minyak terhadap kehidupan laut dan mata pencaharian nelayan. "Kawasan perlindungan laut tempat ikan bertelur, jika dihancurkan kita akan kehilangan cadangan ikan di lautan kita," kata manajer kampanye dan analis Earth Island Robert Medrano.

REUTERS

Pilihan Editor: Tiga Kota di Filipina yang Ramah Wisatawan Muslim

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BNN RI Sita 217 Item Bahan Baku Narkoba Jenis DMT dari Lab Rahasia di Gianyar

1 hari lalu

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengawal kasus laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika warga negara Filipina berinisial DAS (tengah) saat konferensi pers di sebuah vila di kawasan Desa Kelusa, Gianyar, Bali, Selasa, 23 Juli 2024. BNN bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait mengungkap kasus laboratorium rahasia di tenda yang dibangun di area vila untuk pembuatan narkotika jenis N,N-Dimethyltryptamine (DMT) pertama di Indonesia yang diproduksi tersangka warga negara Filipina berinisial DAS dan diinisiasi oleh warga Yordania berinisial AMI yang hingga kini masih dalam pengejaran. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
BNN RI Sita 217 Item Bahan Baku Narkoba Jenis DMT dari Lab Rahasia di Gianyar

Pengungkapan kasus narkoba DMT pertama di Indonesia ini merupakan hasil kerja sama BNN dengan kepolisian, Bea Cukai, hingga Imigrasi.


Prediksi Timnas U-19 Indonesia vs Filipina di Piala AFF U-19 2024: Jadwal Live, Rekor Pertemuan, Perkiraan Formasi

8 hari lalu

Sejumlah pesepak bola timnas Indonesia U-19 melakukan pemanasan saat latihan di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 16 Juli 2024. Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi timnas Filipina U-19 pada petandingan Grup A ASEAN U-19 Boys Championship atau AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (17/7) malam. ANTARA FOTO/Moch Asim
Prediksi Timnas U-19 Indonesia vs Filipina di Piala AFF U-19 2024: Jadwal Live, Rekor Pertemuan, Perkiraan Formasi

Laga Timnas U-19 Indonesia vs Filipina akan tersaji pada pertandingan pertama Grup A ASEAN U-19 Championship 2024 atau Piala AFF U-19 2024.


Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

9 hari lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

Polisi Thailand yakin sisa-sisa jasad yang ditemukan adalah milik TikTokers Cina berusia 38 tahun, Yan Ruimin.


BPS Sebut Ekspor Mobil Indonesia Alami Tren Meningkat

9 hari lalu

Truk pengangkut sejumlah mobil Kijang Innova Zenix terparkir di Toyota Plant 3, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 21 Februari 2023. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan ekspor perdana kendaraan elektrifikasi Kijang Innova Zenix produksi dalam negeri. TEMPO/Amelia Rahima Sari.
BPS Sebut Ekspor Mobil Indonesia Alami Tren Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan penjualan produk mobil buatan Indonesia di pasar internasional kini dalam tren yang mengalami peningkatan.


Gempa M7,0 Tak Picu Tsunami dan Diperkirakan Tak Sampai Merusak Mindanao Selatan

14 hari lalu

Lokasi pusat gempa M7,0 di Kepulauan Sangihe, Sulut, pada Kamis pagi 11 Juli 2024. Foto : X
Gempa M7,0 Tak Picu Tsunami dan Diperkirakan Tak Sampai Merusak Mindanao Selatan

Belum bisa segera diketahui dampak dari gempa Magnitudo 7 (M6,7 menurut GFZ atau M7,1 menurut USGS) di Filipina Selatan pada Kamis pagi, 11 Juli 2024.


Dihajar Rudal Balistik Houthi, Kapal Kargo Inggris Tenggelam dan Minyaknya Tumpah 29 Kilometer

19 hari lalu

Tumpahan minyak kapal kargo Rubymar yang ditenggelamkan Houthi dari Yaman pada 18 Februari 2014. US Central Command Photo.
Dihajar Rudal Balistik Houthi, Kapal Kargo Inggris Tenggelam dan Minyaknya Tumpah 29 Kilometer

Tumpahan minyak kapal kargo Rubymar yang tenggelam dihajar rudal Houthi mengancam lingkungan.


Kemlu Catat 3.703 Kasus Online Scam, Paling Banyak di Kamboja

20 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Kemlu Catat 3.703 Kasus Online Scam, Paling Banyak di Kamboja

Kementerian Luar Negeri mencatat tindakan online scam dengan modus lowongan kerja ke luar negeri mencapai ribuan kasus. Bagaimana tren dan modusnya?


Gudang Petasan Filipina Meledak Tewaskan 5 Orang dan Lukai 38 Lainnya

24 hari lalu

Ilustrasi kebakaran. ANTARA
Gudang Petasan Filipina Meledak Tewaskan 5 Orang dan Lukai 38 Lainnya

Lima orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun, tewas dalam ledakan besar di gudang kembang api di Filipina selatan


Polisi Malaysia Interogasi Aktivis Pembela Suku Bajo yang Rumahnya Dibakar Pemerintah

27 hari lalu

Warga Suku Bajo memasukkan air bersih pegunungan kedalam jerigen dengan alat angkut perahu di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa 1 Juni 2021. Suku Bajo yang bermukim di sekitar laut berswadaya membeli pipa untuk mendapatkan air bersih dari pegunungan. ANTARA FOTO/Jojon
Polisi Malaysia Interogasi Aktivis Pembela Suku Bajo yang Rumahnya Dibakar Pemerintah

Polisi Sabah di Malaysia menangkap dan menginterogasi seorang aktivis yang membela Suku Bajo, yang diusir dan rumahnya dibakar oleh otoritas setempat.


Marcos: Filipina Perlu Berbuat Lebih Banyak di Laut Cina Selatan

28 hari lalu

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Aaron Favila/POOL via REUTERS
Marcos: Filipina Perlu Berbuat Lebih Banyak di Laut Cina Selatan

Ferdinand Marcos Jr negaranya perlu "berbuat lebih banyak" daripada memprotes "tindakan ilegal" yang dilakukan oleh Cina di Laut Cina Selatan.