Jalan-jalan ke Purworejo, Mainkan 6 Kuliner Khas ini

Reporter

Dawet Ireng. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mengenal Purworejo sebagai sebuah kota pensiun karena banyaknya pensiunan yang bermukim di kota ini. Atay, kota tentara karena dari sini lahir putra pejuang seperti Ahmad Yani, WR Supratman dan Sarwo Edhie Wibowo. Namun, tahukah Anda bahwa kabupaten yang berbatasan langsung dengan DI Yogyakarta ini memiliki berbagai kuliner khas yang lezat?

Berikut ini adalah rekomendasi kuliner yang bisa Anda cicipi ketika berkunjung atu singgah di Purworejo.

  1. Kue Lompong

Kue lompong adalah salah satu kue yang hanya akan Anda temui di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Kue ini memiliki warna hitam pekat dengan isian kacang di dalamnya. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan memiliki rasa yang manis serta gurih. Anda bisa mendapatkan kue ini di pusat oleh-oleh ataupun di pasar tradisional.

  1. Dawet Ireng

Dawet ireng merupakan salah satu minuman khas dari Purworejo yang menyegarkan. Minuman ini mirip dengan dawet ayu khas Banjarnegara, hanya saja dwet ireng memiliki dawet yang berwarna hitam. Warna hitam tersebut didaptkan dari serbuk abu bakaran oman atau batnag pohin padi yang dicampurkan dengan tepung sagu. Minuman ini menjadi salah satu favorit bagi mereka yang sedang singgah atau berkunjung di wilayah Purworejo. Salah satu warung dawet ireng yang melegenda di Purworejo adalah Dawet Ireng Jembatan Butuh.

  1. Sego Penek

Sego penek adalah kuliner khas dari Purworejo, khususnya bagian Purworejo Selatan. Kuliner ini memiliki bentuk yang menyerupai nasi ayam khas Semarang, hanya saja sego penek dilengkapi dengan berbagai sayuran, seperti oseng pare dan nangka muda. Rasa dari sego penek adalah manis gurih. Sayangnya, penjual sego penek saat ini jarang ditemui.

Clorot khas Purworejo. Shutterstock

  1. Clorot

Clorot adalah salah satu kue khas dari Purworejo. Kue ini memiliki rasa yang manis dan terbuat dari tepung beras yang dicampu dengan santan serta dibungkus menggunakan daun kelapa muda. Untuk mendapatkan clorot, Anda bisa berkunjung ke pasar-pasar tradisional di Purworejo.

  1. Geblek

Geblek adalah salah satu kuliner kuno yang khas dari Purworejo. Makanan ini terbuat dari tepung singkong dan untuk menikmatinya biasanya diberi saus kacang. Geblekl memiliki rasa yang gurih dengan tekstur yang kenyal. Ketika berkunjung atau singgah di Purworejo, Anda akan mudah menemui penjual geblek di pinggir jalan.

  1. Dawet Goreng

Biasanya dawet disajikan dengan cendol, gula merah cair, dan santan. Namun, kuliner yang satu ini cukup unik karena dawet disajikan dengan cara digoreng. Dawet goreng merupakan makanan khas bagi masyarakat Purworejo, khususnya yang bermukim di wilayah Pegunungan Menoreh.

Dawet goreng terdiri atas taoge krispi, tahu goreng, bawang merah ireng, gula merah, dan sambal hijau. Rasa dari makanan ini cukup unik karena semua rasa berpadu jadi satu, muali dari manis, asin, pedas, hingga gurih. Untuk menikmati kuliner ini, Anda bisa berkunjung ke wilayah Kaligesing yang berada di bagian utara Purworejo.

Itulah beberapap rekomendasi kuliner yang bisa Anda cicipi ketika berkunjung atau singgah di Purworejo.

EIBEN HEIZIER

Baca: Berakhir Pekan di Purworejo, Jangan Lewatkan 5 Destinasi Wisata ini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Zenius Luncurkan Video Wisata Berbasis Edukasi, Episode Perdana Soal Borobudur

21 jam lalu

Zenius Luncurkan Video Wisata Berbasis Edukasi, Episode Perdana Soal Borobudur

Episode Candi Borobudur itu kini sudah bisa ditonton di akun YouTube Zenius dengan durasi 12 menit yang mengulas sejarah candi megah itu.


Menikmati Sepiring Mi Belitung dengan Kaldu Udang, Disajikan di Daun Simpor

1 hari lalu

Menikmati Sepiring Mi Belitung dengan Kaldu Udang, Disajikan di Daun Simpor

Mi Belitung disajikan di atas piring beralaskan daun simpor yang biasanya digunakan masyarakat setempat untuk membungkus makanan.


Artis Kinaryosih Sebut Kuliner Seafood di Batam Enak, Segar dan Murah

2 hari lalu

Artis Kinaryosih Sebut Kuliner Seafood di Batam Enak, Segar dan Murah

Kinaryosih mengatakan, di Jakarta, ia tidak pernah menemukan seafood seenak, sesegar, dan semurah seperti di Kota Batam.


Ngelencer ke Semarang, Jangan Lupakan Berburu Kuliner-kuliner Khas Ini

5 hari lalu

Ngelencer ke Semarang, Jangan Lupakan Berburu Kuliner-kuliner Khas Ini

Ketika berkunjung ke Kota Semarang, rasanya akan kurang lengkap tanpa mencicipi kuliner khas ibukota Provinsi Jawa Tengah ini.


Jalan-jalan ke Danau Maninjau Jangan Lupa Cicipi Olahan Ikan Bilih dan Ikan Rinuak

7 hari lalu

Jalan-jalan ke Danau Maninjau Jangan Lupa Cicipi Olahan Ikan Bilih dan Ikan Rinuak

Danau Maninjau merupakan destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, memiliki olahan kuliner khas berbahan dasar ikan bilih dan ikan rinuak.


Asal-usul Singkong dan Macam-macam Namanya di Indonesia

8 hari lalu

Asal-usul Singkong dan Macam-macam Namanya di Indonesia

Singkong sangat populer di Indonesia. Namun ternyata bukan tanaman asli Indonesia.


BincangShopee 7.7 Mega Elektronik Sale, Gugah Selera Konten Makanan

8 hari lalu

BincangShopee 7.7 Mega Elektronik Sale, Gugah Selera Konten Makanan

Menciptakan kreasi konten dengan objek makanan


Sebab Pemerintah Akan Terus Dampingi UMKM Perempuan

9 hari lalu

Sebab Pemerintah Akan Terus Dampingi UMKM Perempuan

Teten Masduki mengapresiasi banyaknya UMKM yang dikelola oleh perempuan berpotensi menciptakan generasi wirausahawan mapan yang baru.


Festival di Sekolah Alam Palembang: Mengenal Budaya, Bahasa, Kuliner dari 11 Suku

10 hari lalu

Festival di Sekolah Alam Palembang: Mengenal Budaya, Bahasa, Kuliner dari 11 Suku

Sekolah Alam Palembang menggelar Festival Budaya Nusantara 2022 agar para siswa mengenal adat istiadat dari berbagai daerah.


Profil Nagari Sungai Batang, Desa Wisata Tempat Kelahiran Buya Hamka

13 hari lalu

Profil Nagari Sungai Batang, Desa Wisata Tempat Kelahiran Buya Hamka

Melacong ke Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kampung halaman tokoh agama, budayawan dan politisi Buya Hamka. Ini yang didapat.