Makanan Tradisional yang Dibuat Melalui Fermentasi, Bukan Cuma Oncom

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengrajin menyusun cetakan Dangke yang dibuat dari susu sapi di desa Sossok, kecamatan Anggeraja, Enrekang, Sulawesi Selatan, 29 Desember 2014. Dangke yang biasa disebut keju Enrekang tersebut dijual seharga 15 ribu hingga 25 ribu rupiah. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengrajin menyusun cetakan Dangke yang dibuat dari susu sapi di desa Sossok, kecamatan Anggeraja, Enrekang, Sulawesi Selatan, 29 Desember 2014. Dangke yang biasa disebut keju Enrekang tersebut dijual seharga 15 ribu hingga 25 ribu rupiah. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian orang, istilah fermentasi  sudah tidak asing lagi. Fermentasi merupakan salah satu proses pembuatan makanan atau minuman dengan memanfaatkan keberadaan mikroorganisme. Tidak sedikit makanan Indonesia yang menggunakan fermentasi dalam proses pembuatannya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut empat makanan khas Indonesia yang menggunakan fermentasi dalam proses pembuatannya.

    Dangke
    Makanan khas Indonesia yang memanfatkan fermentasi dalam proses pembuatannya adalah Dangke. Melansir dari repositori.kemdikbud.go.id, lebih spesifiknya, Dangke merupakan makanan tradisional khas Enkerang, Sulawesi Selatan. Makanan berbahan dasar susu kerbau atau susu sapi ini memiliki tekstur lembut layaknya tahu. Dangke biasanya disajikan sebagai lauk bersama sambal. Selain itu, dangke kaya akan nutrisi, seperti kalsium, protein, dan lemak.

    Tempoyak
    Tempoyak merupakan hasil fermentasi dari buah durian yang berasal dari Bengkulu, dilansir dari jurnal.ugm.ac.id. Tempoyak memiliki cita rasa asam dengan bau khas yang menyengat. Tempoyak bisa dijadikan bahan baku dalam membuat beberapa olahan makanan, di antaranya gulai atau sambal. Karena terbuat dari daging durian, sehingga kandungan nutrisinya pun tidak perlu diragukan lagi dalam tempoyak. Setidaknya beberapa nutrisi yang dikandung dalam tempoyak antara lain air, karbohidrat, protein, dan serat.

    Dadih
    Kuliner khas Sumatera Barat ini juga merupakan bahan makanan yang difermentasikan, sebagaimana dijelaskan dalam repository.pertanian.go.id. Dadih adalah susu kerbau yang difermentasikan dengan disimpan dalam bambu yang ditutup rapat. Makanan bertekstur kenyal ini bisa dikonsumsi bersama dengan bawang, sirih, dan sambalado. Kandungan protein, kalsium, lemak, dan protein yang tinggi membuat dadih dipercaya dapat mencegah penyakit diare dan keracunan.

    Oncom
    Oncom mempunyai teksur yang empuk dan seringkali dijumpai sebagai bahan dasar atau bahan tambahan dalam makanan. Mengutip dari repository.unimus.ac.id, secara umum, makanan khas Jawa Barat ini memiliki dua jenis, yaitu oncom merah/ jingga dan oncom hitam. 

    Oncom merah/jingga terbuat dari bungkil tahu kacang kedelai sedangkan oncom hitam berbahan dasar ampas kacang tanah. Kandungan nutirisi dalam oncom pun banyak, mulai dari kalsium, fosfor, lemak, zat besi, dan karbohidrat yang baik bagi tubuh. Salah satu olahan yang populer dari oncom adalah keripik oncom.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Makan Makanan Fermentasi dapat Melawan Peradangan dan Meningkatkan Kekebalan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.