Warga Yogyakarta dan Wisatawan Menjauhi Sungai Berhulu Gunung Merapi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kondisi truk yang terjebak lahar hujan di aliran sungai Senowo kawasan lereng Gunung Merapi Dusun Trono,  Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 2 Desember 2021. Banjir lahar tersebut menyebabkan empat truk terjebak dan sejumlah fasilitas proyek pembangunan Sabo Dam rusak. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Kondisi truk yang terjebak lahar hujan di aliran sungai Senowo kawasan lereng Gunung Merapi Dusun Trono, Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 2 Desember 2021. Banjir lahar tersebut menyebabkan empat truk terjebak dan sejumlah fasilitas proyek pembangunan Sabo Dam rusak. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat dan wisatawan menjauhi sungai-sungai berhulu Gunung Merapi. Mulai Sabtu, 4 Desember 2021, Kabupaten Sleman menetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi.

    Penetapan status darurat itu menyusul banjir lahar dingin Gunung Merapi yang semakin membahayakan dan turut merusak jaringan air bersih. "Untuk sementara jangan mendekati sungai-sungai di lereng Gunung Merapi sampai situasi benar-benar aman," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Senin, 6 Desember 2021. "Status tanggap darurat berlaku sampai 15 Desember 2021."

    Sejumlah destinasi wisata di sekitar sungai di lereng Merapi memang menjadi daya tarik selama ini. Wisatawan biasanya sekedar bermain air, bersantai, atau berpetualang dengan naik mobil jeep ke Gunung Merapi.

    Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan ada sejumlah sungai di lereng Gunung Merapi yang perlu diwaspadai. "Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro, 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih," kata Hanik.

    Dia menjelaskan, masyarakat perlu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat hujan di sekitar gunung. Pada Senin sore, 6 Desember 2021, turun hujan di kawasan puncak Gunung Merapi yang kembali memuntahkan awan panas berturut-turut.

    Sedikitnya tiga kali awan panas guguran dan sembilan kali lava pijar dengan jarak luncur 1.800 meter mengarah ke barat daya dan Kali Bebeng. "Masyarakat yang masih beraktivitas di aliran sungai yang berhulu ke Gunung Merapi harus waspada bahaya lahar," kata Hanik. Rentetan awan panas ini kemungkinan terjadi setelah hujan yang intens di sekitar puncak Gunung Merapi.

    Baca juga:
    Gunung Merapi dan 3 Erupsi di Dunia yang Jadi Destinasi Wisata

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?