ITDC Klarifikasi Soal Anjing Mati Mendadak Sebelum World Superbike Mandalika

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Pariwisata Mandalika. Dok. Istimewa

    Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Pariwisata Mandalika. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Mataram - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika mengklarifikasi temuan anjing yang mati di sekitar kawasan The Mandalika sebelum ajang World Superbike pekan lalu. Managing Director The Mandalika, Bram Subiandono mengatakan, penanganan anjing liar di dalam kawasan dilakukan dengan memperhatikan prinsip animal walfare atau kesejahteraan hewan.

    Seperti diberitakan, warga Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, melaporkan temuan sejumlah anjing liar mati mendadak. Desa Ebunut adalah satu-satunya desa di tengah kawasan Sirkuit Mandalika. Mereka menduga anjing-anjing itu diracun karena tubuhnya membengkak.

    "Kami pastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan penanganan yang tidak sesuai dengan aturan," kata Bram Subiandono pada Selasa, 23 November 2021. Untuk menghalau binatang, termasuk anjing, mendekati kawasan Sirkuit Mandalika, terutama area paddock, pengelola The Mandalika, menurut Bram, memasang pagar yang rapat.

    Bram Subiandono melanjutkan, ITDC menghormati kesejahteraan binatang dengan membuat Mandalika Dog Shelter. Tiga tahun lalu, tersedia shelter seluas 4.000 meter persegi untuk menerima anjing liar yang selanjutnya dapat diadopsi oleh pencinta anjing. Shelter ini beroperasi dengan menggandeng komunitas pecinta anjing dan di bawah pengawasan dokter hewan yang dikontrak ITDC.

    Soal anjing liar di kawasan Sirkuit Mandalika, Bram mengatakan, perusahaan pengelola KEK Pariwisata Mandalika menerapkan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan menghormati hak masyarakat dan menjaga lingkungan sekitar. "Termasuk penanganan anjing di kawasan sirkuit yang wajib kami lakukan demi kelancaran dan keselamatan pembalap, serta memenuhi regulasi penyelenggaraan event balap," katanya.

    Baca juga:
    Jelang WSBK Mandalika Sejumlah Anjing Ditemukan Mati, Warga Menduga Diracun

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.