Wisata ke Bromo Tengger Semeru, Beli Oleh-oleh Terong Belanda yang Menyehatkan

Buah terong belanda hasil bumi Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. TEMPO | Abdi Purmono

TEMPO.CO, MALANG - Cita-cita wisatawan yang datang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru umumnya menikmati keindahan alam di pegunungan tersebut. Setelah itu, mereka sejatinya tak hanya bisa membawa pulang kenangan menakjubkan, namun juga oleh-oleh yang berasal dari hasil bumi tanah Tengger.

Hasil bumi itu adalah terong belanda. Masyarakat mempopulerkannya dengan sebutan "terong belanda Tengger" atau cukup "terong Tengger". Tanaman terong belanda di Ngadas sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Kini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengembangkan pembudidayaan terong belanda dalam skala besar untuk membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung pariwisata dalam kawasan TNBTS.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani mengatakan, pembudidayan tanaman bernama ilmiah Solanum betaceum itu merupakan bagian dari program kemitraan antara TNBTS, yang diprioritaskan bagi masyarakat Desa Ngadas di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, serta masyarakat Desa Ranupani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Desa Ngadas seluas 395 hektare dan Desa Ranupani seluas 8.293 hektare merupakan dua desa enklave, yaitu desa yang batas wilayah administrasi dan geografinya tepat berada di jantung kawasan TNBTS. "Hanya ada satu kelompok tani binaan kami yang menggarap terong belanda, yaitu Adas Mulyo di Desa Ngadas," kata Novita kepada Tempo, Ahad siang, 31 Oktober 2021.

Ketua Kelompok Tani Adas Mulyo, Sampetono memetik terong belanda di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat sore, 29 Oktober 2021. TEMPO | Abdi Purmono

Lahan konsensi yang digarap Adas Mulyo seluas sekitar 11 hektare. Sebelumnya, mereka sudah bekerja sama dengan Japan International Cooperation System (JICS), salah satu lembaga pelaksana teknis bantuan pemerintah Jepang yang berada di bawah Kementerian Luar Negeri Jepang. Lahan garapan Adas Mulyo terletak dalam zona tradisional.

Perlu diketahui, kawasan TNBTS terbagi dalam tujuh zona pengelolaan, yakni inti, rimba, pemanfaatan, rehabilitasi, tradisional, khusus, dan religi. Zona tradisional seluas 3.140 hektare. Jadi, lahan budidaya terong belanda garapan Adas Mulyo tak sampai satu persen dari luas zona tradisional. "Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu pada zona tradisional oleh kelompok Adas Mulyo bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi mengurangi tekanan terhadap kawasan TNBTS," ujar Novita.

Ketua Kelompok Tani Adas Mulyo, Sampetono mengatakan, program kemitraan pembudidayaan terong belanda dengan Balai Besar TNBTS berlaku sejak September 2018. Balai Besar TNBTS membantu melatih 87 anggota Adas Mulyo mengolah terong belanda menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka juga mendapat bantuan peralatan dan mesin pengolah terong belanda.

Buah terong belanda hasil bumi Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. TEMPO | Abdi Purmono

Lahan tanaman terong belanda garapan Adas Mulyo tepatnya berada di Blok Beji. Setiap satu hektare lahan ditanami 120-130 pohon terong belanda. Total sekitar 1.320 sampai 1.430 pohon terong belanda yang ditanam. Saat ini, tanaman terong belanda itu berusia dua tahun dan mulai memasuki masa panen.

Sampetono memperkirakan, setiap pohon rata-rata menghasilkan 5 kilogram terong belanda. Jika dijumlahkan semua, maka hasilnya setara 6.600 kilogram hingga 7.430 kilogram terong belanda sekali panen. Namun demikian, mereka masih membutuhkan persiapan dan berharap terong belanda bisa dipanen serentak pada minggu pertama atau minggu kedua November 2021.

Rencananya hasil panen terong belanda diolah jadi beberapa produk komersial, seperti sirup, selai, dan keripik. Terong belanda juga bisa langsung dijual kepada wisatawan atau dititipkan ke sejumlah toko buah di Kota Malang. Semua produknya diberi merek Adas Mulyo.

Kendati bukan tanaman asli TNBTS, terong belanda sudah ditanam leluhur Tengger di Desa Ngadas jauh sebelum Indonesia merdeka. Lagi pula, kata Sampetono, terong belanda terbilang istimewa karena menjadi satu-satunya tanaman buah yang bisa ditanam di desa dengan ketinggian 2.150 meter di atas permukaan laut (mdpl) sekaligus menjadi desa berlokasi tertinggi di Kabupaten Malang.

"Terong belanda hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Desa Ngadas ini habitat ideal bagi tanaman terong belanda dan buah karika (pepaya gunung)," kata Sampetono. Dulu, masyarakat setempat mengkonsumsi sendiri atau membiarkan begitu saja terong belanda berserakan di ladang. Sekarang, mereka bisa mengolah buah terong belanda untuk memperkuat daya tarik pariwisata desa.

Sampetono semakin bersemangat sejak PT Winuta Alam Indah (WAI) membuka proyek pembangunan destinasi wisata baru di Blok Jemplang, Desa Ngadas. Investor ini bersedia mengucurkan dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk pengembangan tanaman terong belanda.

Perwakilan PT Winuta Alam Indah, Harjono mengatakan telah berbicara dengan manajemen Hotel Indonesia soal budidaya terong belanda di Desa Ngadas. Meski belum ada kesepakatan yang ditandatangani kedua pihak, dia memberikan sinyalemen positif. "Mereka terkesan bersedia menyerap hasil panen terong belanda Tengger dari Desa Ngadas," kata Harjono. Sebelum sepakat, tentu manajemen Hotel Indonesia ingin melihat langsung seperti apa budidaya terong belanda di Desa Ngadas dan berdiskusi dengan para petani.

Bukan hanya menjadi daya tarik wisata dan mendorong perekonomian petani Desa Ngadas, terong belanda juga bermanfaat untuk kesehatan. Terong belanda membantu mengatasi masalah pencernaan, mencegah kanker, menjaga metabolisme tubuh, menstabilkan tekanan darah, membantu menurunkan berat badan, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga:
Kuliner Yadnya Karo Suku Tengger Desa Ngadas, Ada Krangean Si Buah Ajaib

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.





Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

9 jam lalu

Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

Sebelum ada pencabutan Pergub Nomor 85 Tahun 2022 mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo, Pemprov NTT sempat mendapat surat dari Menteri KLHK.


Melihat Keindahan Pulau Tawale di Halmahera Selatan yang Disebut Raja Ampat Baru

13 jam lalu

Melihat Keindahan Pulau Tawale di Halmahera Selatan yang Disebut Raja Ampat Baru

Halmahera Selatan tidak hanya memiliki gugusan Pulau Tawale sebagai destinasi wisata bawah lautnya.


Revitalisasi Lokananta Solo jadi Creative and Commercial Hub Ditarget Selesai Mei 2023

16 jam lalu

Revitalisasi Lokananta Solo jadi Creative and Commercial Hub Ditarget Selesai Mei 2023

Lokananta akan menjadi salah satu destinasi wisata seni dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Solo.


Serunya Menjelajahi Kota Lama Semarang Sambil Jalan Kaki, Coba Rute Ini

17 jam lalu

Serunya Menjelajahi Kota Lama Semarang Sambil Jalan Kaki, Coba Rute Ini

Kawasan Kota Lama Semarang yang masuk ke dalam jajaran World Heritage City UNESCO itu memiliki banyak atraksi unik, terutama sejarahnya.


Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Dinas Pariwisata DIY Dorong Jenis Wisata Ini Ikut Naik Pamor

1 hari lalu

Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Dinas Pariwisata DIY Dorong Jenis Wisata Ini Ikut Naik Pamor

Gelaran akad pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono bisa menjadi pemantik wisatawan baik domestik dan mancanegara.


Kala Alam dan Sejarah Menyatu di Indahnya Laut Pulau Dodola Morotai

3 hari lalu

Kala Alam dan Sejarah Menyatu di Indahnya Laut Pulau Dodola Morotai

Pulau Dodola itu merupakan destinasi ikonik di Pulau Morotai.


5 Agenda Menarik Akhir Pekan Ini di Yogyakarta, Dari Festival Musik Sampai Balapan Kuda

4 hari lalu

5 Agenda Menarik Akhir Pekan Ini di Yogyakarta, Dari Festival Musik Sampai Balapan Kuda

Ada lima agenda event di Yogyakarta yang sebagian besar sifatnya gratis untuk umum dan menawarkan keseruan bagi wisatawan.


Inilah 3 Wisata Alam di Malaysia yang Patut Dikunjungi

4 hari lalu

Inilah 3 Wisata Alam di Malaysia yang Patut Dikunjungi

Malaysia memiliki banyak tempat wisata yang sama cantiknya dengan Indonesia. Berikut tiga destinasi wisata yang menarik dikunjungi.


Kampung Selarai Indah, Tempat Healing di Musi Banyuasin yang Dulunya Lahan Tidur

4 hari lalu

Kampung Selarai Indah, Tempat Healing di Musi Banyuasin yang Dulunya Lahan Tidur

Kampung Selarai Indah bisa menjadi pilihan destinasi wisata saat berada di ibu kota Musi Banyuasin.


Cara Terbaik Menikmati Kota Tokyo Jepang dalam Sehari

4 hari lalu

Cara Terbaik Menikmati Kota Tokyo Jepang dalam Sehari

Jika hanya punya waktu sehari, ada tips untuk tetap merasakan segala pengalaman di Tokyo.