Belum Lengkap Ke Yogyakarta Sebelum Mencicipi 4 Kuliner ini

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gerobak angkringan di Kota Yogyakarta menawarkan aneka makanan dan minuman yang murah meriah. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gerobak angkringan di Kota Yogyakarta menawarkan aneka makanan dan minuman yang murah meriah. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta – Dikenal sebagai kota wisata, Yogyakarta juga populer dengan kuliner yang memiliki daya tarik tersendiri. Rasanya akan kurang lengkap apabila mengunjungi berbagai objek wisata di kota istimewa ini tanpa mencicipi makanan dan jajanannya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut empat makanan khas Yogyakarta yang patut dicoba

    Angkringan
    Di urutan pertama, kuliner yang patut dicoba saat mengunjungi kota pelajar ini adalah angkringan. Melansir laman dspace.uii.ac.id, dengan membawa tema sederhana dan minimalis, angkringan menyajikan menu yang beragam. kuliner Harga yang ditawarkan juga tergolong ramah di kantong wisatawan. Satu menu makanan andalan di angkringan adalah nasi kucing atau sego kucing dengan lauk yang beragam.

    Sate Klathak
    Melansir laman badanbahasa.kemendikbud.go.id, mungkin menu ini hanya tersedia di Yogyakarta, karena penyajiannya yang unik. Bernama sate klathak, sate ini menggunakan besi jerusi sepeda sebagai tusukannya. Sebelum dibakar, sate ini ditaburi garam sehingga menghasilkan bunyi klathak-klathak. Oleh karena itu, sate ini disebut sebagai sate klathak.

    Gudeg
    Dijelaskan laman badanbahasa.kemdikbud.go.id, menjadi ikon utama Yogyakarta, gudeng merupakan makanan berbahan dasar beraneka ragam tumbuhan, mulai dari nangka, kelapa, melinjo, dan tangkil. Nama gudeg diambil dari ‘hangudek yang bermakna aduk. Dikenal sejak 1940-an pasca Presiden Soekarno mengidekan pembangunan Universitas Gadjah Mada di kawasan Bulaksumur, Sleman.

    Kopi Joss
    Melansir laman dspace.uii.ac.id, keistimewa kopi joss terletak pada penyajiannya kopi itu sendiri. Kopi joss atau kopi arang menggunakan biji kopi pilihan yang diracik secara tradisional guna mempertahankan rasa dan aroma biji kopi sejak pemetikkan awal. Kopi ini dinikmati dengan memasukkan arang yang nyala ke dalam segelas kopi sehingga menghasilkan warna merah membara di dalam gelas.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Kisah Kuliner Nasi Kucing Menu Andalan Angkringan Yogyakarta

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.