Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Evaluasi Batasan Usia Mendaki Gunung

Reporter

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Ilustrasi pendakian. TEMPO/Subekti
Ilustrasi pendakian. TEMPO/Subekti
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pendaki hilang di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Pendaki itu tak diketahui keberadaannya selama enam hari, mulai Minggu sampai Jumat, 19-24 September 2021.

Tim Search and Rescue (SAR), petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kepolisian, komunitas pecinta alam, sampai penduduk sekitar berusaha mencari remaja 14 tahun yang hilang itu. Dia datang ke Gunung Guntur bersama 13 temannya.

Mereka sempat bermalam di Pos 3 pada Sabtu, 18 September 2021, kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak gunung keesokan harinya. Hanya remaja laki-laki 14 tahun itu yang tidak ikut. Dia memilih tetap di perkemahan. Namun saat kawan-kawannya kembali dari puncak gunung, dia sudah tak ada di tempat. Sementara barang bawaannya masih ada di tenda.

Pengurus Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia atau AOPGI Garut, Fiki Nur Falah menyayangkan adanya pendaki yang hilang di Gunung Guntur. Dia berharap semua pihak mengevaluasi kebijakan syarat mendaki gunung, salah satunya soal batasan usia, agar kejadian serupa tidak terulang.

"Semua pihak sebaiknya menetapkan standar naik gunung yang aman, misalkan batas umur," kata Fiki. Standardisasi ini penting untuk meminimalisasi risiko atau kecelakaan saat mendaki atau berada di alam terbuka. "Pendaki yang masih di bawah umur sebaiknya tidak melakukan pendakian karena risikonya tinggi."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Fiki menyayangkan pendaki yang sempat hilang di Gunung Guntur, Garut, itu masih berusia muda dan belum terlalu memahami inlu tentang pendakian. Terlebih berada di alam terbuka sendirian, dia tak pernah tahu apa saja yang bakal terjadi. "Harus siap, fisik, mental, termasuk peralatan yang lengkap," katanya.

Batasan usia naik gunung memang berbeda di setiap tempat. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS, Jawa Timur, membatasi usia pendaki yang boleh masuk kawasan pendakian paling muda berumur sepuluh sampai 60 tahun. Di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, yang boleh mendaki hanya mereka yang berusia 17 tahun ke atas. Apabila kurang dari itu, maka harus didampingi keluarga atau porter.

Di Gunung Gede Pangrango, batas usia calon pendaki minimal lima tahun. Calon pendaki yang berumur kurang dari 17 tahun wajib menyerahkan surat izin orang tua atau wali dan membubuhkan tanda tangan di atas materai, serta melampirkan fotokopi KTP orang tua atau wali.

Baca juga:
Pendaki yang Hilang di Gunung Guntur Garut Ternyata Berada Tak Jauh dari Kemah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hobi Mendaki Gunung? Jangan Lupa Penuhi Nutrisi Berikut di Ketinggian

1 hari lalu

Ilustrasi naik gunung/berkemah/liburan/traveling. Shutterstock.com
Hobi Mendaki Gunung? Jangan Lupa Penuhi Nutrisi Berikut di Ketinggian

Berikut jenis makanan yang perlu dikonsumsi orang yang hobi mendaki gunung agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.


Polres Garut dan Dishub Razia Bus Klakson Telolet karena Mengundang Bahaya bagi Anak-Anak

2 hari lalu

Anak-anak berjoget dan mendokumentasikan bus yang membunyikan klakson saat melintas di Tol Jagorawi menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 23 Mei 2024. Klakson bus telolet menjadi fenomena yang viral diburu oleh anak-anak meskipun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang penggunaan klakson telolet pada bus karena dianggap mengancam keselamatan jalan. TEMPO/M Taufan Rengganis
Polres Garut dan Dishub Razia Bus Klakson Telolet karena Mengundang Bahaya bagi Anak-Anak

Geografis Garut yang pegunungan dan berjalan sempit dinilai berbahaya bagi anak-anak yang mengejar bus karena tergoda klakson telolet


Mantan Kades di Garut Buron karena Bawa Kabur Dana Desa Rp 1 Miliar, Diadili Secara In Absentia

4 hari lalu

Ilustrasi buronan
Mantan Kades di Garut Buron karena Bawa Kabur Dana Desa Rp 1 Miliar, Diadili Secara In Absentia

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung telah menjatuhkan vonis terhadap eks kades di Garut itu pidana penjara 7 tahun 3 bulan.


Sejarah Festival Glastonbury, Festival Musik Bergengsi di Inggris

8 hari lalu

Ekspresi dua orang wanita saat menyaksikan Festival Glastonbury di Somerset, Inggris, 21 Juni 2023. REUTERS/Jason Cairnduff
Sejarah Festival Glastonbury, Festival Musik Bergengsi di Inggris

Sejak awalnya yang sederhana di tahun 1970, Festival Glastonbury telah berkembang menjadi salah satu festival musik terbesar dan paling dihormati.


Mengenal Festival Glastonbury, Ajang Musik Bergengsi yang Akan Tampilkan Trio Voice of Baceprot

8 hari lalu

Lokasi Festival Glastonbury terlihat di Somerset, Inggris, 21 Juni 2023. REUTERS/Jason Cairnduff
Mengenal Festival Glastonbury, Ajang Musik Bergengsi yang Akan Tampilkan Trio Voice of Baceprot

Bagi banyak orang, Festival Glastonbury adalah pengalaman sekali seumur hidup yang menawarkan kenangan tak terlupakan dan hubungan musik dan seni.


Voice of Baceprot, Trio Metal Berhijab dari Garut yang Akan Tampil di Festival Glastonbury

12 hari lalu

Voice of Baceprot. Foto: Instagram/@voiceofbaceprot
Voice of Baceprot, Trio Metal Berhijab dari Garut yang Akan Tampil di Festival Glastonbury

Voice of Baceprot adalah trio band metal Indonesia yang terdiri dari tiga remaja perempuan berhijab yang berasal dari Garut, Jawa Barat.


Biaya Evakuasi Jenazah dari Gunung Everest sampai Miliaran

13 hari lalu

Foto ini diambil pada 22 Mei 2019 dan dirilis oleh pendaki Nirmal Purja menunjukkan lalu lintas padat para pendaki gunung yang berdiri untuk mencapai puncak Everest.[CNN]
Biaya Evakuasi Jenazah dari Gunung Everest sampai Miliaran

Berdasarkan catatan, hampir 330 orang telah kehilangan nyawa di Gunung Everest sejak 1920-an. Banyak jenazah dibiarkan membeku di sana.


Yang Harus Dilakukan Pendaki Jika Bertemu Macan Tutul di Gunung Gede Pangrango

21 hari lalu

Macan kumbang terpantau dari kamera pemantau yang dipasang Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat.(ANTARA/Ahmad Fikri)
Yang Harus Dilakukan Pendaki Jika Bertemu Macan Tutul di Gunung Gede Pangrango

Para pendaki diminta tak mencemaskan ataupun mempermasalahkan keberadaan macan tutul jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.


Viral Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Apa Istimewanya Jenis Kuliner Ini?

21 hari lalu

Seblak. Wikipedia
Viral Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Apa Istimewanya Jenis Kuliner Ini?

Warung seblak di Ciamis belum lama ini viral karena diserbu ratusan pelamar. Apa sebenarnya kuliner seblak ini?


2 Macan Tutul Terekam Kamera di Hutan Gunung Gede Pangrango, Begini Peringatan untuk Pendaki

22 hari lalu

Macan kumbang terpantau dari kamera pemantau yang dipasang Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat.(ANTARA/Ahmad Fikri)
2 Macan Tutul Terekam Kamera di Hutan Gunung Gede Pangrango, Begini Peringatan untuk Pendaki

Sepasang macan tutul tertangkap kamera pemantau (CCTV) sedang berjalan beriringan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGPP).